Jurnal Syntax Admiration

Vol. 1 No. 5 September 2020

p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356

Sosial Teknik

 

Sistem Penentuan Jumlah Produksi Emas Murni Antam Dengan Menggunakan Metode Trend Linear

 

Kalvin Alloto�dang, Sadly Syamsuddin dan Ahyuna

Universitas Dipanegara, Indonesia

Email: [email protected], [email protected] dan [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

24 Agustus 2020

Diterima dalam bentuk revisi

Diterima dalam bentuk revisi

 

Metode konfensional yang masih diterapkan PT Antam tbk. saat ini dalam �penentuan jumlah produksi emas murni adalah dilakukan secara numerik menggunakan dasar himpunan crispt. Metode tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan banyaknya permintaan, persediaan barang, kemampuan mesin dan persediaan biaya namun permasalahan yang sering dijumpai adalah terkadang jumlah produksi atau persediaan tidak sebanding dengan tingkat kebutuhan atau permintaan dimana tingkat kebutuhan atau permintaan biasanya lebih besar atau lebih sedikit dari jumlah persediaan dan semuanya dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari permasalahan tersebut maka kami mencoba melakukan sebuah penelitian yang berjudul Sistem Penentuan Jumlah Produksi Emas Murni Antam, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Trend Linear. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistem penentuan jumlah produksi emas menggunakan metode trend linear yang dibangun ini maka perusahaan dapat memprediksi persediaan produksi emas murni sehingga dapat menunjang keputusan pimpinan dalam mengambil menentukan berapa jumlah lot �persediaan yang sebaiknya disiapkan untuk penjualan emas murni diperiode berikutnya.

Kata kunci:

Sistem penentuan jumlah produksi emas; trend linear dan lot persediaan



 

Pendahuluan

Perkembangan perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan manajemen untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya dan kejeliannya memanfaatkan setiap peluang yang ada, disamping selalu waspada terhadap kemungkinan adanya ancaman dari para pesaing yang akan merebut pangsa pasarnya yang dengan sendirinya akan menurunkan tingkat penjualan yang akan berakibat berkurangnya laba yang diharapkan serta berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan atau pertumbuhan perusahaan. Perusahaan sebagai bagian yang tidak terlepas dari sorotan karena dalam beberapa kasus korupsi keterlibatan perusahaan dan atau oknum perusahaan terlihat terang benderang (Wahyudin, 2017). Etika Bisnis menyangkut kaidah-kaidah pokok tingkah laku individu, perusahaan dan kemasyarakatan (James, n.d.). Di era perkembangan yang pesat ini sebuah perusahaan industri selalu dituntut untuk terus meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasionalnya sehingga dapat mencapai hasil produksi yang maksimal. Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengelola manajemen perusahaan dalam memasarkan produknya (Rusmadi, 2016). Hasil dari produksi tersebut kemudian akan menjadi manfaat bagi perusahaan untuk mendapatkan laba, bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan, dan bagi negara sebagai sumber pendapatan negara. PT. Aneka Tambang (Persero) tbk. atau PT Antam tbk. merupakan salah satu perusahaan industri tambang yang cukup diperhitungkan oleh masyarakat umum.

Kegiatan usaha Perseroan Antam dimulai sejak tahun 1968 ketika Perseroan didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara melalui merjer dari beberapa perusahaan tambang dan proyek tambang milik pemerintah, antara lain Badan Pimpinan Umum Perusahaan-Perusahaan Tambang Umum Negara, Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, Perusahaan Negara Logam Mulia, PT Nickel Indonesia, Proyek Intan dan Proyek-proyek Bapetamb. Pada metode konfensional yang masih diterapkan saat ini, penentuan jumlah produksi emas murni Antam dilakukan secara numerik menggunakan dasar himpunan crispt dengan mempertimbangkan banyaknya permintaan, persediaan barang, kemampuan mesin dan persediaan biaya. Namun permasalahan yang sering dijumpai adalah terkadang jumlah produksi atau persediaan tidak sebanding dengan tingkat kebutuhan atau permintaan dimana tingkat kebutuhan atau permintaan biasanya lebih besar atau lebih sedikit dari jumlah persediaan dan semuanya dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari pembahasan tersebut maka peneliti dalam hal ini akan melakukan penelitian yang berjudul �Sistem Informasi Penentuan Jumlah Produksi Emas Murni Antam dengan Menggunakan Metode Trend Linear�.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research and Field Research. Pada kegiatan penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode yang dijadikan sebagai cara pengumpulan data yang dibutuhkan, yaitu:

1.      Survei

Penelitian survei digunakan untuk memecahkan masalah-masalah isu skala besar yang aktual dengan populasi sangat besar, sehingga diperlukan sampel ukuran besar (Ahmadi & Supriyono, 2008). Sejalan dengan pendapat diatas, dalam penelitian survei informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner..

2.      Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2007). Ciri utama wawancara adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dan sumber informasi (Djaenudin, 2012). Dalam wawancara sudah disiapkan berbagai macam pertanyaan-pertanyaan tetapi muncul berbagai pertanyaan lain saat meneliti.

A.  Trend Linear

Menurut (Maryati et al., 2010) trend adalah suatu gerakan (kecenderungan) naik atau turun dalam jangka panjang, yang diperoleh dari rata�rata perubahan dari waktu ke waktu. Rata-rata perubahan tersebut bisa bertambah bisa berkurang. Jika rata-rata perubahan bertambah disebut trend positif atau trend mempunyai kecenderungan naik. Sebaliknya, jika rata�rata perubahan berkurang disebut trend negatif atau trend yang mempunyai kecenderungan menurun. Garis trend pada dasarnya garis regresi dan variabel bebas (x) merupakan variabel waktu. Trend garis lurus (linier) adalah suatu trend yang diramalkan naik atau turun secara garis lurus. Variabel waktu sebagai variabel bebas dapat menggunakan waktu tahunan, semesteran, bulanan, atau mingguan. Analisis tren garis lurus (linier) terdiri atas metode kuadrat kecil atau (least square) dan moment. Peramalan dengan metode kuadrat kecil atau (least square) akan menghasilkan jumlah kuadrat kesalahan-kesalahan terkecil. Jika persamaan garis trend linier Y� = a + bX, maka untuk menentukan nilai konstanta a dan b dengan metode ini dapat menggunakan persamaan normal sbb:

 

Σ Y = na + b ΣX

Σ XY = a ΣX + bΣX2

Keterangan:

Y = jumlah data dari hasil pengkategorian riset

X = unit tahun yang dihitung dari periode dasar

a = nilai trend pada periode dasar

b = perubahan trend (koefisien arah garis)

n = banyaknya data

Untuk menyederhanakan perhitungan, dibuat sedemikian rupa sehingga diperoleh ΣX = 0, sehingga harga a dan b menjadi:

2

 

 

Dalam penentuan skala ΣX = 0 ada 2 kemungkinan, yaitu:

1.    Untuk data ganjil, angka nol diletakkan pada tahun yang di tengah, sehingga skala X nya menjadi tahunan (selisih 1)

Tabel 1. Skala X Untuk Data Ganjil

Sumber : (Makridakis et al., 1999)

Th

1997

1998

1999

2000

2001

Σ

X

-2

-1

0

1

2

0

 

2.    Untuk data genap,maka angka nol pada skala X terletak antara 2 tahun yang ditengah sehingga skala X menjadi setengah tahun (selisih 2)

Tabel 2. Skala X Untuk Data Ganjil

Sumber : (Makridakis et al., 1999)

Th

1997

1998

1999

2000

2001

2002

Σ

X

-5

-3

-1

1

3

5

0

 

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Sistem Berjalan

Pada metode konfensional yang masih diterapkan saat ini, penentuan jumlah produksi emas murni Antam dilakukan secara numerik menggunakan dasar himpunan crispt dengan mempertimbangkan banyaknya permintaan, persediaan barang, kemampuan mesin dan persediaan biaya (Irmayana & Aryasa, 2019). Namun permasalahan yang sering dijumpai adalah terkadang jumlah produksi atau persediaan tidak sebanding dengan tingkat kebutuhan atau permintaan dimana tingkat kebutuhan atau permintaan biasanya lebih besar atau lebih sedikit dari jumlah persediaan dan semuanya dipengaruhi oleh banyak factor

1.    Desain Use Case Diagram

Bentuk use case untuk sistem ini kami paparkan pada Gambar 1. berikut:

Gambar 1. Use Case Diagram

 

2.    Desain Activity Diagram

Activity diagram untuk sistem yang dirancang terdapat pada Gambar 2. berikut.

�� Gambar 2. Activity Diagram Sistem

 

3.    Desain Output

Output merupakan produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output ini dapat berupa hasil yang dikeluarkan dimedia keras �(kertas dan lain-lain) dan output yang berupa hasil dikeluarkan kemedia lunak (tampilan dilayar).

1)   Rancangan Output Android Halaman Grafik Prediksi Persediaan Produksi Emas

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk grafik prediksi persediaan produksi emas yang akan tampil pada halaman utama mobile.

Gambar 3. Rancangan Output Halaman Utama

 

2)   Rancangan Output Halaman Utama WEB

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk menu yang tampil pada halaman admin WEB.

Gambar 4. Rancangan Output Halaman Utama

 

3)   Rancangan Output Pengolahan Data Jenis Barang

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman pengolahan data jenis barang.

Gambar 6. Rancangan Output Pengolaha Data Jenis Barang

 

4)   Rancangan Output Pengolahan Data Penjualan Produk Emas

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman pengolahan data penjiualan produk emas.

Gambar 7. Rancangan Output Pengolahan Data Penjualan Produk Emas

 

 

5)   Rancangan Output Klasifikasi

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman proses klasifikasi.

Gambar 8. Rancangan Output Proses Klasifikasi

 

6)   Rancangan Output Prediksi

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman proses prediksi.

����

Gambar 9. Rancangan Output Proses Prediksi

 

4.    Desain Input

Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi, ini� diperlukan ada karena bahan dasar dalam pengolahan informasi, input yang masuk ke dalam sistem dapat langsung diolah menjadi informasi atau jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu dalam bentuk basisdata. Berikut ini adalah interface rancangan input dari sistem yang dirancang:

a.    Rancangan Input Data Jenis Barang

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman input data jenis barang.

Gambar 10. Rancangan Input Data Jenis Barang

 

b.    Rancangan Input Data Barang

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman input data barang.

����

Gambar 11. Rancangan Input Data Barang

 

c.    Rancangan Input Data Penjualan

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman input data penjualan.

Gambar 12. Rancangan Input Data Penjualan

 

d.   Rancangan Input Data Detail Penjualan

Rancangan ini dibuat untuk menggambarkan bentuk halaman input data penjualan.

Gambar 13. Rancangan Input Detail Penjualan

 

5.    Proses Implementasi Trend Linear

Berikut ini adalah implementasi dari metode trend linear ditiap topik untuk mencari prediksi jumlah penjualan pada salah satu jenis produk emas, Dimana nilai yang dihasilkan adalah Y� berdasarkan data trend linear dari jumlah penjualan emas yang ada dari tahun 2017 bulan 1 sampai dengan 2016 bulan 8. Pada toko Sport Station ini, nilai Y� yang dihaslikan adalah 110 artinya prediksi untuk periode 2016- bulan 9 adalah 110 buah.

Tabel 3. Contoh Perhitungan Proses Analisis Trend Linear

No.

Tahun - Bulan

Jumlah Penjualan (Y)

X

X*Y

X2

1

2017-01

25

-2

-50

4

2

2017-04

15

-1

-15

1

3

2017-08

35

0

0

0

4

2017-12

20

1

20

1

5

2018-01

50

2

50

4

n=5

=

145

0

�=

5

�� 2�

 
�=

10

 

Nilai a��������������� = �

���������������������������� = 145 / 5

���������������������������� = 29

 

� 2

 
Nilai b�������������� =

���������������������������� = 5 / 145

���������������������������� = 0.034

 

Y� (Prediksi Jumlah Produksi / Persediaan Seharunsnya untuk Emas di Periode 2017-04 sampai dengan 2017-08) adalah sebesar :

= a+b2

�������������������������� ����������� = 29 + 0.034

�������������������������� ����������� = 29.034

Untuk Grafik Penjualan dan Prediksi Trend Penjualan Oppo dapat ���dilihat pada gambar 4.19 dibawah ini

 

�

 

Gambar 14. Grafik Penjualan dan Prediksi Trend Penjualan Oppo

 

 

 

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian sistem informasi yang dibangun maka disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem penentuan jumlah produksi emas menggunakan metode trend linear yang dibangun ini maka perusahaan dapat mermprediksi persediaan produksi emas murni sehingga dapat menunjang keputusan pimpinan dalam mengambil menentukan berapa jumlah lot persediaan yang sebaiknya disiapkan untuk penjualan emas murni diperiode berikutnya.

� �


Bibliografi

 

Ahmadi, A., & Supriyono, W. (2008). Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

Djaenudin, M. (2012). Teknik Wawancara Referensi. Diakses.

 

Irmayana, A., & Aryasa, K. (2019). Sistem Informasi Penentuan Jumlah Produksi Emas Murni Antam Dengan Menggunakan Metode Trend Linear Berbasis Android. SISITI: Seminar Ilmiah Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi, 8(2).

 

James, A. F. (n.d.). Stoner dan R. Edward Freeman.(1992). Management.

 

Makridakis, S., Wheelwright, S. C., & McGee, V. E. (1999). Metode dan aplikasi peramalan. Jakarta: Erlangga.

 

Maryati, T. K., Salman, A. N. M., Baskoro, E. T., Ryan, J., & Miller, M. (2010). On H-supermagic labelings for certain shackles and amalgamations of a connected graph. Utilitas Mathematica, 83, 333.

 

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 103.

 

Rusmadi, R. (2016). Analisis Strategi Pemasaran Bisnis Modern. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(3), 69�78.

 

Wahyudin, U. (2017). Peran Penting Pedoman Etika Bisnis Perusahaan Dalam Upaya Pencegahan Korupsi. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(12), 147�161.