1164
Jurnal Syntax Admiration
Vol. 1 No. 8 Desember 2020
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356
Sosial Teknik
PENERAPAN METODE SYAMIL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENGHAFAL QUR'AN PADA MATA
PELAJARAN QUR'AN HADIS
Salma Inda Fitriani
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Jawa Barat, Indonesia
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
27 November 2020
Diterima dalam bentuk revisi
10 Desember 2020
Diterima dalam bentuk revisi
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan
metode syamil dalam pembelajaran qur'an hadits di
Madrasah Ibtidaiyyah Dayeuhmanggung Cilawu Garut.
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen
dengan desain Nonequivalent Control Group (pretest dan
Posttest). Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta
didik kelas V di MI Dayeuhmanggung. Hasil penelitian
ini menunjukkan metode syamil dapat meningkatkan
motivasi belajar peserta didik. Hal ini ditunjukkan
dengan hasil rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen
sebesar 87 sedangkan kelas kontrol sebesar 59,36.
Dengan demikian, nilai rata-rata motivasi belajar kelas
eskperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
kontrol. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan dalam
kemampuan menghafal peserta didik kelas eksperimen
dan kontrol. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata
kelas eksperimen sebesar 84,62 dan kelas kontrol sebesar
63,93. Penerapan metode syamil memperoleh nilai rata-
rata angket sebesar 91,44 dan termasuk kategori sangat
baik.
Kata kunci:
penerapan metode syamil;
motivasi belajar; qur’an
hadits
Pendahuluan
Al-qur’an adalah kemuliaan tertinggi yang dianugerahkan Allah Swt. kepada umat
ini. Hal tersebut karena al-qur’an adalah satu-satunya kitab yang dibaca 17 kali sehari
tanpa ada rasa bosan. Satu-satunya kitab yang tetap dibaca sekalipun maknanya belum
tentu kita ketahui. Dan satu-satunya kitab yang tidak pernah mengalami perubahan
kalimat ejaan, di setiap zaman.
Al-qur’an Secara bahasa merupakan bentuk mashdar dari kata dasar qaraa-yaqrau-
quraanan (

) yang berarti bacaan. Sedangkan menurut istilah, Dr.
Muhammad Abdullah dalam kitabnya, Kaifa Tahfidhul Qur’an, memberi definisi yaitu
kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara ruhul amin
(malaikat jibril), dan dinukilkan kepada kita dengan jalan mutawatir dan membacanya
bernilai ibadah. Diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri surat an-Naas (Zamani &
Maksum, 2014). Dari definisi di atas sangat jelas bahwa salah satu bukti dari mulia dan
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1165
agungnya al-qur’an adalah Allah menjadikan sepuluh pahala dalam setiap huruf yang
kita baca dalam al-qur’an.
Keistimewa Al-qur’an salah satunya adalah ia merupakan kitab yang Allah
mudahkan untuk dihafal dan dijadikan pelajaran. Allah Swt. berfirman dalam surat Al-
Qamar ayat 40.




Artinya: dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk diingat
(dihafalkan), maka adakah orang yang mau mengingatnya? (QS. Al-Qamar: 40).
Al-Qurthubi menejelaskan makna ayat di atas yakni Kami mudahkan ia (al-
qur’an) untuk dihafal dan Kami membantu orang-orang yang ingin menghafalnya
(Ahmad Baduwailan, 2011). Di dalamnya juga dijelaskan bahwa ayat tersebut diawali
dengan lafazh (
) sebagai penegasan dan penguatan terhadap apa yang akan
dikabarkan setelahnya. Jadi, al-qur’an itu pada dasarnya mudah dan Allah yang
menjamin kemudahannya. Kemudahan yang ada di dalam al-qur’an diantaranya yaitu
mudah untuk dibaca dan dipelajari, mudah untuk dihafal, mudah untuk dipahami,
karena sebagian besar dari ayat-ayat al-qur’an dapat dipahami oleh orang awam
sekalipun, mudah untuk diamalkan dan mudah untuk didakwahkan (Anshari, 2017).
Al-qur’an dapat dihafal oleh seluruh kalangan tanpa batas. Hal ini dibuktikan
dengan kisah seorang anak kecil dari Bangka Belitung yang bernama Musa. Di Usianya
yang baru menginjak tujuh tahun, musa sudah mampu menghafalkan seluruh juz dalam
al-qur’an. Bahkan, Musa menjadi juara pertama di ajang Hafidz Cilik Indonesia yang
diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Bukan hanya itu, Musa
juga meraih gelar juara tiga pada Musabaqah Hifzil Qur'an di Mesir dan mengalahkan
80 peserta dari 60 Negara.
Keistimewaan para penghafal qur’an lainnya juga datang dari anak yang divonis
lumpuh otak bernama Naja. Dari usia 3,5 tahun, naja sudah mulai mengahafal al-qur’an.
Dan sekarang, di usianya yang 9 tahun mampu menghafalkan 30 juz al-qur’an.
walaupun dokter telah memvonisnya lumpuh otak, namun naja membuktikan bahwa
dengan keterbatasan yang dimiliki tidak menghalanginya untuk bisa menghafal al-
qur’an.
Lahirnya generasi para penghafal al-qur’an dibarengi dengan banyaknya
bermunculan sekolah-sekolah tahfidz di berbagai daerah di Indonesia. Baik umum atau
swasta, banyak sekolah yang berbondong-bondong menjadikan tahfidz qur’an sebagai
program unggulannya. Para orang tua pun banyak yang menyekolahkan anak-anak
mereka ke sekolah tahfidz karena menginginkan putera putrinya menjadi penghafal
qur’an. Al-qur’an sebagai pedoman utama, menjadi salah satu mata pelajaran penting
dalam pendidikan Agama Islam. Mata Pelajaran al-qur’an ini, disandingkan dengan
pelajaran Hadits dan diajarkan di setiap jenjang mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan
SMA/MA.
Metode menghafal al-qur’an adalah cara yang dapat membantu seorang Huffazh
dalam proses menghafalkan al-qur’an. Metode-metode tersebut dapat membantu dalam
Salma Inda Fitriani
1166 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
mempercepat menghafal, meningkatkan kemampuan menghafal, maupun membuat
proses menghafal menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Walaupun tidak semua
metode akan memberikan semua dampak yang sama sesuai karakteristik metode yang
diajarkan dalam metode tersebut.
Salah satu metode menghafal baru yang dapat membantu dalam proses menghafal
al-qur’an yaitu metode syamil. Metode ini pada awalnya merupakan pengembangan dari
teori psikologi kognitif yang membahas tentang memory (ingatan), tokohnya adalah
Atkinson dan Shiffrin yang telah disempurnakan oleh Tulving dan Madigan (Solso,
Maclin, & Maclin, 2008). Mereka melakukan pembagian ingatan menjadi tiga sistem,
yaitu: (a) sistem ingatan sensorik (sensory memory), (b) sistem ingatan jangka pendek
(short term memory), (c) sistem ingatan jangka panjang (long term memory).
Metode syamil menggunakan tekhnik mnemonic, De Porter menjelaskan bahwa
Mnemonic adalah suatu tekhnik yang diteliti untuk membantu kinerja ingatan yang
dapat dimaksimalkan melalui sebuah latihan (Bobbi De Porter, 2000). Metode syamil
ini peneliti anggap sebagai salah satuh metode tahfidz yang bagus dalam mengajarkan
halafan qur’an kepada peserta didik. Metode tahfidz syamil ini dapat meningkatkan
kinerja ingatan peserta didik dengan memaksimalkan melalui latihan-latihan, seperti
gerakan badan, pelafalan bacaan al-qur’an dan visualisasi gambar-gambar. Hal ini yang
diharapkan mampu menciptakan suasana proses menghafal al-qur’an yang
menyenangkan.
Penggunaan metode syamil dalam mata pelajaran al-qur’an hadits diharapkan
mampu memberikan dampak kepada para peserta didik. Dengan memaksimalkan
kinerja ingatan melalui beberapa latihan, diharapkan mampu menimbulkan
pembelajaran al-qur’an yang lebih mudah dan menyenangkan sehingga memberi
dampak dalam meningkatkan motivasi belajar para peserta didik sekaligus
meningkatkan kemampuannya dalam menghafal al-qur’an.
Penelitian awal yang dilakukan dengan cara mewawancarai kepada guru mata
pelajaran qur'an hadits kelas V, didapatkan informasi bahwa dalam proses pembelajaran
al-qur’an Hadits di kelas, guru sudah menerapkan beberapa metode menghafal,
diantaranya seperti metode kitabah dan metode takrir. Pada metode kitabah, para siswa
disuruh untuk menulis terlebih dahulu sebuah ayat al-qur’an, setelah itu guru menyuruh
para siswa untuk menghafalkannya. Sedangkan metode takrir, yaitu peserta didik
menghafalkan al-qur’an dengan terus mengulang-ngulang bacaan al-qur’an sehingga
hafal. Kedua metode tersebut sudah diterapkan dalam proses menghafal al-qur’an,
namun kenyataannya masih banyak para siswa yang mengalami kesulitan dalam
menghafalkan al-qur’an (Wawancara dengan (Guru Kelas V MI Muhammadiyah
Cilawu)).
Selain dari hasi wawancara di atas, peneliti juga mendapatkan sasil dokumentasi
dari data-data penilaian harian hafalan qur’an dalam mata pelajaran al-qur’an Hadits
yang menunjukkan bahwa dari 13 siswa di kelas V, hanya 4 orang atau 30,76 % siswa
yang memiliki kemampuan hafalan yang baik. oleh karena itu, hal ini pun berdampak
kepada hasil belajar atau ketuntasan pembelajaran al-qur’an Hadits (Studi Pendahuluan
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1167
Pada Hari Rabu, Tanggal 09 April 2020 pukul 10:30 di MI Muhammdiyah
Dayeuhmanggung Cilawu Garut).
Hasil studi dokumentasi ulangan harian qur’an hadits di kelas V, siswa yang
mendapatkan nilai di atas KKM mata pelajaran qur’an hadits yaitu sebanyak 6 orang
atau 46,15 %. Maka Berdasarkan pemaparan tersebut bahwa sebagian besar peserta
didik memperoleh hasil belajar yang masih tergolong rendah dan dibawah Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran qur’an hadits. Rendahnya kemampuan
menghafal qur’an siswa, juga senada dengan kurangnya motivasi peserta didik dalam
mengikuti pembelajaran qur’an Hadits, hal ini dibuktikan dengan: (1) sikap para siswa
yang kurang memberi perhatian ketika guru sedang menerangkan pembelajaran qur’an
hadits,(2) banyak siswa yang mengobrol dan membuat kegaduhan ketika pembelajaran
sedang berlangsung,(3) siswa yang masih malu dan enggan ketika ditanya atau
diperintah oleh guru (Studi Pendahuluan Pada Hari Rabu, Tanggal 09 April 2020pukul
10:30 di MI Muhammdiyah Dayeuhmanggung Cilawu Garut).
Pemilihan metode syamil dalam mata pelajaran al-qur’an Hadits, diharapkan dapat
membantu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan meningkatkan kemampuan
dalam menghafal al-qur’an peserta didik. Peneliti merasa tertarik untuk menerapkan
metode syamil karena memiliki perbedaan yaitu dengan memaksimalkan kinerja ingatan
(memory) dengan beberapa latihan-latihan.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Pemilihan
kuantitatif sebagai pendekatan penelitian dikarenakan penelitian ini meneliti populasi
atau sampel tertentu (Moleong, 2013), dimana pengumpulan data-datanya
menggunakan instrumen-instrumen penelitian. Selain itu, data penelitian yang
didapatkan yaitu berupa angka-angka dan analisis datanya menggunakan statistik.
Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “metode penelitian” menjelaskan bahwa
pendekatan/metode kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel
tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen-instrumen penelitian dan analisis
datanya bersifat statistik yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan
(Sugiyono, 2011).
Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena dilakukan
secara ilmiah dan sistematis terhadap bagian-bagian fenomena dan hubungan-
hubungannya, serta menekankan penilaian numerik atas fenomena yang dipelajari.
Dalam hal ini menilai besarnya pengaruh penerapan metode Syamil untuk
meningkatkan motivasi menghafal dan kemampuan hafalan peserta didik. Selain itu
yang menjadi alasan peneliti dalam memilih pendekatan kuantitatif karena penelitian ini
juga membutuhkan angket, instrument penelitian yang bersifat kuantitatif atau statistik
sehingga kurang cocok apabila hanya sekedar memahami fenomena yang terjadi dengan
mendeskripsikannya.
Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian
yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis,
Salma Inda Fitriani
1168 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi (Sukmadinata, 2011). Menurut Prof. Sugiyono
bahwa jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan dua hal, yaitu
tujuan dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti. Pertama,
Berdasarkan tujuan, metode penelitian terbagi menjadi tiga, yaitu penelitian dasar,
penelitian pengembangan dan penelitian terapan. Kedua, berdasarkan tingkat
kealamiahan obyek yang diteliti, metode penelitian terbagi mejadi tiga, yaitu penelitian
eksperimen, penelitian survey dan penelitian naturalistik (P.D.Sugiyono, 2017).
Sedangkan dalam penelitian ini, peneliti lebih menekankan pada klasifikasi tingkat
kealamiahan obyek yang diteliti. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen.
metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk
mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang
terkendalikan (Prof Sugiyono, 2011). Hal tersebut sejalan dengan penelitian ini yaitu
mencari pengaruh dari penerapan sebuah metode menghafal syamil terhadap motivasi
dan kemampuan menghafal qur’an.
Metode eksperimen ini bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh
satu atau lebih variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang memberi pengaruh
dikelompokkan sebagai variabel bebas (independent variables), dan variabel yang
dipengaruhi dikelompokkan sebagai variabel terikat (dependent variables). Karena
penelitian eksperimen bersifat menguji, maka semua variabel yang diuji harus diukur
dengan menggunakan instrumen pengukuran yang sudah distandarisasikan atau
dibakukan.
Hasil dan Pembahasan
Penelitian eksperimen ini, memiliki tiga variabel. Satu variabel bebas dan dua
variabel terikat. variabel bebas dalam penelitian ini dilambangkan dengan (X
1
) yaitu
metode syamil. Sedangkan dua variabel terikat yaitu motivasi belajar dengan notasi (Y
1
)
dan kemampuan menghafal al-qur'an dengan notasi (Y
2
). Selanjutnya penjelasan dari
masing-masing variabel berdasarkan pada penyebaran angket dan tes kepada 27
responden, yakni 15 item pertanyaan untuk variabel metode syamil, 30 item pertanyaan
untuk variabel motivasi belajar dan 10 item pertanyaan untuk variabel kemampuan
menghafal al-Qur'an. Pertanyaan-pertanyaan itu kemudian disusun menjadi angket
untuk variabel Metode Syamil dan Motivasi belajar. Sedangkan untuk variabel
kemampuan menghafal al-Qur'an adalah test lisan. Angket yang digunakan untuk
mengukur variabel metode syamil dan motivasi belajar, diberikan 5 pilihan jawaban
dengan menggunakan skala likert. Berikut adalah deskripsi dari hasil penelitian
terhadap 27 siswa sebagai responden dalam penelitian ini :
A. Penerapan Metode Syamil pada Pembelajaran Qur’an Hadis
Pada proses penelitian di kelas eksperimen ini, peneliti telah mendapatkan izin
dari pihak sekolah untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Namun, pihak
sekolah meminta peneliti untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan tetap
menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan setelah
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1169
melaksanakan proses pembelajaran. Namun, peneliti mengalami kesulitan untuk
menjaga jarak antara satu siswa dengan siswa lainnya dikarenakan kondisi kelas
yang sempit.
Penerapan metode syamil pada pembelajaran qur'an hadits dilaksanakan pada
kelompok atau kelas eksperimen. Kelas eksperimen yang dipilih peneliti yaitu di
kelas V MI Dayeuhmanggung yang berjumlah tiga belas orang siswa. Tiga belas
orang siswa tersebut terdiri dari enam orang siswa laki-laki dan tujuh orang siswa
perempuan. Berikut ini adalah daftar nama-nama tiga belas orang siswa kelas
eksperimen :
Tabel 1
Data Nama Siswa Kelas Eksperimen
No
Nama Siswa
1.
Ajriya Wilda Sabikah
2.
Casi Alifa Putri
3.
Hanief Fasya Multazam
4.
Hafidz Al-Furqan
5.
Hafni Hartia Anggraita
6.
Hanifah Nispiani
7.
Liana Rahma Sholihatin
8.
M. Fachri Triandita
9.
M. Rizki Al-Khobiri
10.
Nur'aeni Cahyati Ningrat
11.
Rafly Nur Ramdani
12.
Raihan Musyaffa Azhar
13.
Shela Garsia
Jumlah Siswa
Pelaksanaan metode syamil di kelas eksperimen ini, terdiri dari lima kali
pertemuan. Setelah penerapan metode syamil dalam pembelajaran qur'an hadits,
kemudian peneliti memberikan angket motivasi belajar. Angket motivasi belajar
peserta didik berisi 30 item pernyataan yang terdiri dari pernyataan positif sebanyak
15 dan pernyataan negatif sebanyak 15. Setiap pernyataan memiliki 5 pilihan
jawaban yaitu sangat sering, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Untuk
pernyataan positif, masing-masing skala tersebut diberi skor 5,4,3,2 dan 1.
Sedangkan untuk pernyataan negatif, masing-masing skala tersebut diberi skor
1,2,3,4 dan 5. Berikut adalah skor total angket motivasi belajar seluruh peserta
didik:
Tabel 2
Skor Total Angket Motivasi Belajar Kelas Eksperimen (MI Dayeuhmanggung)
No
Nama
Skor
Total
1
Ajriya Wilda Sabikah
140
2
Casi Alifa Putri
126
Salma Inda Fitriani
1170 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
3
Hanief Fasya Multazam
126
4
Hafidz Al-Furqan
136
5
Hafni Hartia Anggraita
130
6
Hanifah Nispiani
133
7
Liana Rahma Sholihatin
118
8
M. Fachri Triandita
142
9
M. Rizki Al-Khobiri
120
10
Nur'aeni Cahyati Ningrat
143
11
Rafly Nur Ramdani
119
12
Raihan Musyaffa Azhar
130
13
Shela Garsia
132
Setelah peneliti mendapatkan skor total angket motivasi belajar seluruh peserta
didik, selanjutnya peneliti menentukan NP (nilai persen) dari skor total angket
motivasi belajar. Untuk menentukan nilai persen, peneliti menggunakan rumus :
NP=ST X 100%
SM
Keterangan
NP : Nilai persen sikap yang diharapkan
ST : Skor total angket yang diperoleh
SM : Skor Maksimal angket
100% : Bilangan tetap
Nilai persen angket motivasi belajar peserta didik kelas eksperimen
digambarkan pada tabel di bawah ini:
Tabel 3
Hasil Nilai Motivasi Belajar Qur'an Hadits kelas Eksperimen (MI
Dayeuhmanggung)
Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Nilai
Posttest
93
84
84
91
87
89
79
95
80
95
79
87
88
Nilai angket yang diperoleh dari 13 peserta didik pada kelas eksperimen yang
digambarkan pada tabel di atas, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS
(Statistical Package for the Sosial Sciens) 25. Langkah-langkah menganalisis data di
atas menggunakan SPSS yaitu: SPSS-Analyze-Descriptive Statistics-Frequencies-
ok. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan pada tabel sebegai berikut:
Tabel 4
Deskripsi Nilai Angket Motivasi Belajar Peserta didik Pelajaran Qur'an
Hadits Kelas Eksperimen (MI Dayeuhmanggung)
Statistics
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1171
Berdasarkan Tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa hasil nilai motivasi belajar
kelas eksperimen setelah diterapkan pembelajaran qur'an hadits menggunakan
metode symil, memiliki rata-rata (mean) sebesar 87. Maka, kriteria motivasi belajar
setelah diterapkan metode syamil termasuk kategori sangart tinggi. Selain itu, nilai
median (nilai tengah) dari angket motivasi belajar kelas eksperimen (MI
Dayeuhmanggung) sebesar 87 yang termasuk kategori tinggi dan modenya 79.
Selanjutnya Standar deviasi motivasi belajar kelas eksperimen sebesar 5,627,
varians 31,667, dan range-nya sebesar 16. Nilai minimum (terendah) dari 13 peserta
didik adalah 79 dan nilai maksimum (tertinggi) nya adalah 95. Adapun jumlah
secara keseluruhan yaitu 1131.
Selanjutnya adalah menentukan presentase motivasi belajar dari kelas
eksperimen (MI Dayeuhmanggung):
Tabel 5
Presentase Motivasi Belajar Kelas Eksperimen (MI Dayeuhmanggung)
Nilai
Kategori
Frekuensi
%
80-100
Sangat Tinggi
11
85 %
60-79,99
Tinggi
2
15 %
40-59,99
Cukup
0
0 %
20-39,99
Rendah
0
0 %
0-19,99
Sangat rendah
0
0 %
Jumlah
13
100%
Berdasarkan tabel presentase nilai motivasi belajar peserta didik, diketahui
bahwa ada 11 peserta didik berada pada nilai 80-100 termasuk kategori sangat tinggi
dan 2 peserta didik berada pada nilai 60-79 termasuk kategori motivasi tinggi.
Berdasarkan kategori yang sudah ditentukan bahwa secara keseluruhan, motivasi
belajar qur'an hadits kelompok eksperimen setelah penerapan pembelajaran qur'an
hadits menggunakan metode syamil berada pada kategori sangar tinggi. Selanjutnya
dapat dijelaskan pada gambar berikut:
Motivasi Belajar-Eksperimen (MI
Dayeuhmanggung)
N
Valid
13
Missing
0
Mean
87,00
Std. Error of Mean
1,561
Median
87,00
Mode
79
a
Std. Deviation
5,627
Variance
31,667
Range
16
Minimum
79
Maximum
95
Sum
1131
Salma Inda Fitriani
1172 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
Gambar 1
Histogram Frekuensi Motivasi Belajar Peserta didik kelas eksperimen (MI
Dayeuhmanggung)
Menghafal al-qur’an yaitu segala sesuatu yang dapat membantu meningkatkan
kemampuan seseorang dalam menghafal al-qur’an. Faktor tersebut bisa berasal
dalam diri penghafal (internal) dan juga bisa datang dari luar pribadi penghafal
(eksternal). Faktor-faktor tersebut (Abidin, 2016), diantaranya:
1) Mempelajari bahasa Arab
2) Usia
3) Intelegensi
4) Lingkungan
5) Kesehatan Penghafal Al-qur’an
6) Sikap Penghapal Al-qur’an
Al-qur’an dan Hadits, kedua merupakan sumber utama dalam ajaran Islam. Al-
qur’an dan Hadits juga merupakan petunjuk dan pegangan bagi setiap muslim dalam
menjalankan aspek-aspek kehidupannya, tidak terkecuali dalam pendidikan Islam.
Al-qur’an dan Hadis menjadi sumber utama dan materi pelajaran dalam pendidikan
Islam.
Menurut Keputusan Mentri Agama No. 165 dijelaskan bahwa Qur’an Hadis
merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti keduanya merupakan sumber
akidah akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, mu’amalah), sehingga kajiannya berada di
setiap unsur tersebut (Lampiran Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No.
165 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Bahasa Arab pada Madrasah).
Mata Pelajaran Qur’an Hadits adalah bagian atau salah satu dari rumpun mata
Pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) yang diberikan di tingkat Madrasah
Ibtidaiyyah, Madrasah Tsanawiyyah, dan Madrasah Aliyah. Ahmad Luthfi
menambahkan bahwa mata pelajaran Qur’an Hadits dapat memberikan suatu
motivasi, pemahaman, bimbingan, kemampuan, dan penghayatan terhadap isi
kandungan al-qur’an dan Hadits. Sehingga, dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-
hari sebagai perwujudan iman dan taqwa kepada Allah SWT (Ahmad Lutfi, 2009).
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1173
Mata pelajaran Qur’an Hadits memiliki Karakteristik yaitu lebih menekankan
pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual
dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pengertian Metode Syamil
Pendidikan dalam pelaksanaannya memerlukan sebuah metode yang tepat
untuk mengantarkan proses pendidikan menuju tujuan yang telah dicitakan. Baik
dan sempurnanya sebuah kurikulum dalam pendidikan, tidak akan berarti apa-
apa jika tidak memiliki metode atau cara yang tepat untuk
mentrasformasikannya kepada peserta didik. Ketidaktepatan dalam pemilihan
dan penerapan metode secara praktis akan menghambat proses belajar mengajar,
yang pada gilirannya berakibat pada terbuangnya waktu dan tenaga secara
percuma. Oleh karena itu, metode merupakan komponen dalam pendidikan yang
dapat menciptakan aktivitas pendidikan menjadi lebih efektif dan efesien. Selain
itu, sebuah tujuan dalam pendidikan dapat tercapai secara tepat guna, manakala
jalan yang ditempuh menuju cita-cita itu betul-betul tepat (Suharto & Shaleh,
2006). Maka, dengan pemilihan metode belajar yang tepat dan sesuai bukan
hanya dapat membantu dalam lacarnya proses pembelajaran, namun juga dapat
mencapai tujuan atau cita-cita yang diharapkan.
Metode secara bahasa berasal dari bahasa Yunani yaitu meta yang berarti
melalui dan hodos yang berarti jalan atau cara. Metode berarti “jalan yang
dilalui”. Sedangkan menurut KBBI, istilah metode adalah cara teratur yang
digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan
yang dikehendaki atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Metode menurut istilah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli
pendidikan. Diantaranya seperti Hasan langgulung yang berpendapat bahwa
metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai sebuah tujuan
dalam pendidikan. Pendapat ini sejalan dengan Abd. Al-Rahman Gunaimah
yang mendefinisikan metode sebagai cara-cara yang praktis dalam mencapai
sebuah tujuan dalam pengajaran (Ramayulis, 2015). Selain itu, Mohammad
Athiyah Al-Abrasy mendefinisikan metode yaitu jalan yang digunakan oleh
pendidik untuk memberikan pengertian kepada peserta didik tentang segala
macam materi dalam berbagai proses pembelajaran.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
metode adalah seperangkat cara dan jalan yang harus dilalui dan digunakan oleh
seorang pendidik dalam upaya menyampaikan dan memberikan materi
pembelajaran kepada peserta didik agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan. Metode merupakan bagian utuh, terpadu, dan integral dari
sebuah proses pembelajaran. Metode merupakan cara seorang guru dalam
menjelaskan, memaparkan, menerangkan suatu pokok bahasan sebagai bagian
dari kurikulum yang mencakup isi atau materi pelajaran dalam upaya mencapai
Salma Inda Fitriani
1174 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
sasaran dan tujuan pembelajaran (Ardi, 2014). Intinya, metode merupakan cara
yang dipilih guru dalam menyampaikan materi/pelajaran.
Syamil menurut bahasa berasal dari kata “syamila-yasymulu-syumulan
yang memiliki arti mencakup, memuat, mengandung, berisi, dan terpadu.
berdasarkan kedua definisi di atas, maka definisi metode syamil adalah salah
satu metode pembelajaran hafalan al-qur’an yang menerapkan model
pembelajaran secara terpadu. Metode syamil memiliki 12 langkah yang disusun
secara lengkap untuk mengembangkan 3 potensi yang dimiliki peserta didik
yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Metode syamil merupakan metode
menghafal al-qur’an yang memadukan antara otak kiri dan otak kanan dengan
teknik bacaan tartil, peragakkan dengan semangat dan bayangkan maknanya
(Inayati, 2018).
2. Langkah-langkah Metode Syamil :
Metode syamil sebagai sebuah metode pembelajaran menghafal qur’an,
memiliki 11 langkah yang disusun secara lengkap untuk mengembangkan
seluruh potensi yang dimiliki peserta didik secara menyeluruh. langkah-langkah
metode syamil dalam proses pembelajaran menghafal qur’an diantaranya yaitu:
a. Tepuk surat pilihan. Guru mengajak tepuk surat yang akan dihafalkan
dengan tujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan. Hal ini sejalan dengan teori kognitif yang menyebutkan
bahwa pembelajaran akan berhasil apabila guru dapat menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan.
b. Guru memberikan contoh dengan membaca ayat pilihan menggunakan nada
bayati. Selanjutnya, guru menyuruh peserta didik untuk memperhatikan cara
membaca ayat pilihan dan peserta didik disuruh untuk menirukan kembali
bacaan tersebut. Hal ini sejalan dengan teori enconding. Enconding adalah
suatu proses masuknya informasi atau stimuli ke dalam ingatan seseorang.
Selain itu, langkah ini juga sesuai dengan metode talaqqi, yaitu pengajaran
al-qur’an secara lisan dengan bentuk guru membaca sebuah ayat yang akan
dihafal, kemudian peserta didik mengulang kembali bacaan tersebut.
c. Peserta didik membaca ayat pilihan yang ada di media X-Banner sebagai
media dalam metode syamil. Kemudian, peserta didik menghafalkannya
dengan cara dibaca berulang-ulang sampai hafal. Hal ini sejalan dengan teori
yang dikemukakan Atkinson bahwa hafalan yang sudah tersimpan di dalam
memori ingatan membutuhkan sebuah pengulangan.
d. Guru menerjemahkan ayat pilihan perkata, kemudian peserta didik disuruh
untuk membacakan kembali terjemahan ayat pilihan perkata. Hal ini sejalan
dengan teori mnemonic atau tahap pemaknaan. Proses ini merupakan kesan
yang dimiliki individu terhadap suatu informasi (Atkinson, 2008).
e. Peserta didik mengamati gambar-gambar visualisasi dari ayat pilihan pada
media potongan kartu. Misalnya seperti gambar manusia/gambar hewan,
dsb. Dengan tampilan gambar tersebut, diharapkan dapat membantu peserta
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1175
didik dalam mengingat kosa kata yang terdapat dalam ayat pilihan dengan
mengaitkan apa yang diketahui oleh peserta didik kepada gambar yang
ditampilkan dalam banner.
f. Guru dan siswa bersama-sama membuat ilustrasi cerita yang menarik
berdasarkan gambar-gambar yang terdapat pada media X-Banner terkait isi
dari ayat pilihan. Hal ini akan sangat membantu kemampuan menghafal
peserta didik kerena dapat memahami secara utuh seluruh isi kandungan
ayatnya. Langkah ini sesuai dengan teori mnemonic pada tahap imajinasi,
yaitu gambaran mengenai sesuatu yang terdapat dalam pikiran.
g. Guru membuat sebuah gerakan tangan atau badan sesuai dengan arti dari
potongan ayat yang dihafal.
h. Guru menjelaskan isi kandungan ayat pilihan dan menjelaskan contoh-
contoh perilaku yang mencerminkan pengamalan ayat tersebut dalam
kehidupan sehari-hari. Pada teori mnemonic, langkah ini termasuk pada
proses pemaknaan. Proses ini yaitu kesan yang dimiliki individu terhadap
suatu informasi.
i. Peserta didik disuruh untuk mengulang-ngulang bacaan disertai gerakan
badan hingga hafal.
j. Guru mempesilahkan peserta didik untuk melafalkan ayat pilihan beserta
gerakannya secara individual.
k. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan maupun isyarat terhadap keberhasilan peserta didik. contohnya
memberikan pujian, nilai ataupun tepuk tangan kepada keberhasilan peserta
didik.
3. Tujuan Metode Syamil
Tujuan dari metode syamil ini yaitu agar para peserta didik tidak hanya
sekedar mendengarkan dan menghafalkan al-qur’an saja, tetapi juga memaknai
isi kandungan dan memahami keterkaitan antar potongan ayat. Sehingga siswa
aktif sekaligus berfikir kreatif.
4. Ciri-ciri Metode Syamil
Metode syamil adalah metode pembelajaran menghafal al-qur’an yang
memiliki ciri-ciri:
a. Fun Learning, yaitu pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini karena
peserta didik dapat belajar menghafalkan al-qur’an melalui nada-nada yang
menyenangkan. Selain itu, anak belajar melalui ilustrasi cerita yang sesuai
dengan potongan ayat yang dihafalkan. Peserta didik juga belajar membaca
al-qur’an secara tartil dan sesuai tajwid dengan menggunakan langgam
bayati yang memiliki irama yang indah.
b. Tikror, yaitu mengulang. Hal ini karena di dalam proses menghafal al-qur’an
peserta didik disuruh untuk mengulang-ngulang bacaan hingga hafal.
Salma Inda Fitriani
1176 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
c. Creative Thinking, yaitu berfikir kreatif. Hal ini karena peserta didik dapat
mengembangkan daya belajar visual yaitu dengan membaca sambil melihat
potongan ayat al-qur’an pada media X-Banner.
d. Diberi stimulus berupa visualisasi gambar yang menarik pada potongan
kartu yang berkaitan dengan ayat yang dihafalkan. Dengan begitu,
diharapkan peserta didik dapat dengan mudah menghafalkan ayat dan bisa
memancing memori peserta didik.
e. Lebih cepat dalam menghafalkan al-Qu’an
f. Menghafal menjadi lebih mudah dan menyenangkan, tanpa terbebani. Hal ini
sesuai dengan semboyan metode syamil yaitu “menghafal al-qur’an semudah
berkedip”. Metode ini menjadi lebih mudah karena peserta didik diajarkan
juga untuk memahami terjemahan ayatnya sambil difahami alurnya. Hal ini
dilakukan untuk membantu menguatkan hafalan.
g. Peserta didik terus mengulangi ayat sambil membayangkan arti dan
maknanya.
h. Memperagakan gerakan yang sesuai dengan arti potongan ayat
i. Komprehensip, yaitu terpadu atau menyeluruh. Hal ini karena metode
syamil menggali ketiga potensi peserta didik baik audio, visual dan
kinestetik.
j. Collaborative learning, yaitu sebelum peserta didik menyetorkan hafalan
kepada guru, peserta didik diminta untuk berlatih terlebih dahulu dalam
kelompok.
k. Individual learning, peserta didik diminta untuk menyetorkan hafalan
kepada guru.
l. Metode syamil sesuai dengan 5 ma’ayisy al-qur’an yang disingkat dengan
5T yaitu Tasmi’ (mendengar), Tilawah (bacaan), Tadabbur
(menghayati/memaknai), Tahfidz (menghafalkan), Ta’lim (mempelajari).
m. Communicative learning, yaitu pembelajaran yang komunikatif. Hal ini
terdapat dalam tahap akhir yaitu menyampaikan isi kandungan ayat
perkelompok. Dalam istilah bahsa Arab disebut dengan ta’lim yaiatu
menyampaikan kembali informasi atau ilmu yang sudah dipelajari.
5. Kelebihan dan Kekurangan Metode Syamil
a. Kelebihan Metode Syamil
1) Teknik menghafal bisa dilakukan oleh siapa saja, baik yang sudah bisa
membaca ataupun yang kurang lancar.
2) Menggunakan relaksasi untuk menghafal.
3) Membangkitkan ketajaman panca indera dan kemampuan bawah sadar
dalam menghafal.
4) Menggunakan teknik cerita dan gambar atau ilustrasi untuk membuat
simpul ingatan ketika mengingat ayat yang dihafal.
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1177
5) Menggunakan teknik pengikat memori dalam menghafal urutan ayat,
sehingga bisa menghafal dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas dan
secara acak.
6) Sangat memperhatikan pentingnya makharijul huruf atau cara
pengucapan huruf, tajwid dan kefasihan sejak pertama kali menghafal al-
qur’an.
7) Menggunakan otak kanan atau kemampuan ingatan bawah sadar dan
imajinasi saat menghafal.
8) Metode ini bisa digunakan kapan saja dan dimana saja, tidak
memerlukan tempat khusus.
b. Kekurangan Metode Syamil
1) Untuk menguasai metodenya memerlukan waktu yang tidak sedikit.
2) Sulit untuk membuat ilustrasi cerita dan membuat beberapa gerakan.
Pemilihan metode syamil sebagai metode pembelajaran dalam menghafal al-
Qur'an merupakan cara yang dipilih oleh peneliti dalam menjelaskan, memaparkan,
menerangkan materi qur'an hadits tentang surat al-Ma'un dalam upaya mencapai
sasaran dan tujuan pembelajaran.
Pembelajaran qur'an hadits menggunakan metode syamil ini, diterapkan oleh
peneliti pada kelas eksperimen. Kelompok eksperimen dalam penelitian ini yaitu 13
peserta didik kelas V di sekolah MI Dayeuhmanggung.
Sebelum melaksanakan pembelajaran menggunakan metode syamil, peneliti
terlebih dahulu mempersiapkan perencanaan seperti RPP, media pembelajaran, alat
pembelajaran dan bahan ajar. Hal ini dipersiapkan agar proses pembelajaran qur'an
hadits menggunakan metode syamil dapat berjalan dengan lancar dan mencapai
tujuan yang sudah ditetapkan.
Metode syamil ini, memiliki 14 langkah yang direalisasikan dalam kegiatan
inti pembelajaran. Hal ini tergambar dalam RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran) metode syamil. Penerapan metode syamil diberikan kepada kelas
eksperimen untuk melihat apakah metode ini dapat meningkatkan motivasi belajar
dan kemampuan menghafal peserta didik pada mata pelajaran qur'an hadits.
Hasil observasi yang didapatkan selama penelitian, peneliti mengalami
beberapa kendala, diantaranya seperti: kondisi cuaca yang buruk sehingga beberapa
siswa terlambat mengikuti proses pembelajaran, adanya komunikasi yang sulit
antara wali kelas dengan beberapa peserta didik, sehingga informasi yang peneliti
sampaikan kepada peserta didik tidak berjalan dengan baik, waktu yang terbatas,
dikarenakan kondisi di masa pandemi covid-19.
Hasil observasi peneliti terhadap perencanaan pembelajaran menggunakan
metode syamil, peneliti dapat melaksanakan pembelajaran dari kegiatan awal hingga
kegiatan akhir dengan lancar. Hal ini dikarenakan peneliti telah mempersiapkan
beberapa hal seperti RPP, bahan ajar, media pembelajaran, dan alat pembelajaran
sebelum memulai proses pembelajaran menggunakan metode syamil. Hal ini
Salma Inda Fitriani
1178 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
penting dilakukan oleh pendidik agar proses pembelajaran dapat terarah dengan baik
dan memiliki tujuan yang jelas.
Hasil observasi peneliti terhadap peserta didik selama pembelajaran yaitu
peserta didik seluruhnya ikut aktif selama proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan
dengan para siswa yang berani untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh guru. Selain itu, tidak ada satupun peserta didik yang asik sendiri,
mengobrol diluar tema pembelajaran ataupun mengganggu temannya yang lain.
Seluruh peserta didik juga berani untuk menunjukkan gerakan dan hafalan surat al-
Ma'un di depan seluruh teman-temannya.
Dalam pelaksanaannya, metode syamil dapat menciptakan pembelajaran yang
menyenangkan. Hal ini tergambar dalam kegiatan tepuk surat pilihan, dan
menghafalkan al-Qur'an melalui gerakan tangan dan badan yang sesuai dengan
arti/terjemah. Selain itu, peserta didik belajar melalui ilustrasi gambar yang sesuai
dengan potongan ayat yang dihafalkan. Peserta didik juga belajar membaca al-
qur’an secara tartil dan sesuai tajwid dengan menggunakan langgam bayati yang
memiliki irama yang indah.
Selain itu, peserta didik juga dapat berfikir kreatif. Hal ini karena peserta didik
dapat mengembangkan daya belajar visual yaitu dengan membaca sambil melihat
potongan ayat al-qur’an pada media X-Banner. Jadi, metode syamil ini bisa
menggali ketiga potensi peserta didik baik audio, visual dan kinestetik.
Sesuai dengan teori pada bab II, metode syamil ini memilki kelebihan yang
menjadikannya sebagai metode yang berbeda dengan yang lainnya, diantaranya: 1)
fun learning, penerapan metode syamil membuat proses pembelajaran lebih
menyenangkan. Hal ini membuat para siswa senang dan bersemangat untuk belajar
qur'an hadits. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama
proses pembelajaran, seperti tepuk surat al-Ma'un, membaca dan menghafal dengan
bantuan gerakan tangan dan badan, berlomba-lomba dalam menyusun potongan ayat
dalam media kartu, dan menunjukkan hafalannya di depan peserta didik yang
lainnya. 2) mengasah kemampuan panca indra dan kemampuang memori dalam pros
pembelajaran 3) penggunaan media yang beragam sehingga anak tidak cepat bosan
4) interaktif, artinya bukan hanya guru yang melakukan pembelajaran, tapi anak
juga memiliki pengalaman belajar yang berkesan
Dari kelebihan yang dimiliki oleh metode syamil, tidak menutup kemungkinan
ada juga kekurangan yang peneliti rasakan dalam proses pembelajaran, diantaranya:
1) memerlukan persiapan yang matang. Karena pembelajaran ini menggunakan
beberapa media dalam pembelajarannya, maka guru harus mempersiapkannya
dengan baik. 2) mengalami kesulitan ketika menciptakan gerakan yang kira-kira
sesuai dengan arti/makna dari sebuah ayat. 3) untuk menguasai metodenya
memerlukan waktu yang tidak sedikit.
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1179
B. Penerapan Metode Syamil dalam meningkatkan Motivasi Belajar Didik
Motivasi merupakan salah satu pendorong yang membuat peserta didik
bersemangat untuk belajar. Hal ini merupakan salah satu faktor penting yang harus
dimiliki oleh peserta didik. Ketika motivasi untuk belajar itu tinggi, maka peserta
didik akan bersemangat, dan ikut aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Salah satu faktor eksternal yang dapat membantu menumbuhkan atau
meningkatkan motivasi belajar peserta didik adalah upaya guru dalam menciptakan
pembelajaran yang menyenangkan, sehingga anak merasa senang untuk belajar dan
tidak merasa jenuh atau membosankan. Guru harus tepat dalam menentukan metode,
model dan gaya belajar yang akan digunakan, sehingga pembelajaran dapat berjalan
efektif dan efisien.
Dalam teori motivasi pada bab II, peneliti merangkum 15 indikator
meningkatnya motivasi belajar peserta didik diantaranya; a). Tekun dalam
menghadapi tugas; b). Ulet dalam menghadapi kesulitan (tidak mudah putus asa); c).
Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah (problem) yang muncul; d).
Lebih senang bekerja mandiri; e). Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin; f).
Dapat mempertahankan pendapatnya; g). Memiliki dorongan dan kebutuhan dalam
belajar; h). Memiliki hasrat dan keinginan untuk berhasil; i). Ingin mendapatkan
penghargaan dalam kegiatan pembelajaran; j). Kegiatan yang menarik dalam proses
pembelajaran; k). Lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan
peserta didik dapat belajar dengan baik; l). Penuh rasa semangat dalam belajar; m).
Memiliki rasa percaya diri; n). Memiliki daya konsentrasi yang lebih tinggi; o).
Frekuensi kegiatan (Seberapa sering kegiatan itu dilakukan dalam periode waktu
tertentu).
Semua indikator motivasi belajar di atas, peneliti jadikan sebagai acuan dalam
membuat angket pernyataan motivasi belajar. Setiap indikator, peneliti membuat 2
pernyataan yaitu pernyataan positif dan pernyataan negative. Sehingga, angket
motivasi belajar siswa seluruhnya berjumlah 30 item soal.
Pemberian angket motivasi belajar, dilaksanakan setelah kedua kelas
mendapatkan perlakuan metode yang berbeda. Kelas eksperimen, diberikan
perlakuan metode syamil, sedangkan kelas kontrol, mendapatkan perlakuan metode
takrir.
Hasil data menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang mendapatkan
perlakuan metode syamil, memperoleh rata-rata motivasi belajar sebesar 87.
Artinya, setelah penerapan metode syamil, motivasi belajar peserta didik kelas
eksperimen termasuk kategori sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan presentase
nilai motivasi belajar kelas eksperimen, yaitu 11 peserta didik termasuk kategori
motivasi belajar yang sangat tinggi dan 2 peserta didik termasuk kategori tinggi.
Pada kelas kontrol, dari hasil nilai rata-rata motivasi belajar didapatkan rata-
rata motivasi belajar sebesar 59,36. Hal ini menunjukkan bahwa pada nilai rata-rata
motivasi belajar kelas kontrol, termasuk kategori cukup. Hal ini juga ditunjukkan
Salma Inda Fitriani
1180 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
dengan presentase nilai motivasi belajar kelas kontrol, yaitu terdapat 8 peserta didik
yang memiliki motivasi cukup dan 6 peserta didik lainnya bermotivasi tinggi.
Setelah didapatkan hasil rata-rata masing-masing kelas, selanjutnya peneliti
melakukan uji normalitas dan homogenitas. Hal ini peneliti lakukan sebagai
prasyarat analisis untuk uji independen T test atau menguji adanya perbedaan
peningkatan motivasi belajar.
Dari hasil uji normalitas dan homogenitas, didapatkan hasil bahwa seluruh
nilai motivasi belajar kedua kelas menunjukkan data yang berdistribusi normal dan
homogen. Oleh karena itu, peneliti dapat melakukan uji independen T test.
Dari hasil uji independen T test pada tabel 4.15 Didapatkan nilai signifikansi
2-tailed sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi 2-tailed lebih
kecil dari 0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan
terhadap rata-rata motivasi belajar siswa antara metode syamil dengan metode
takrir. Dengan kata lain motivasi belajar kelas eksperimen yang menggunakan
metode syamil memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi
belajar kelas kontrol yang menggunakan metode takrir.
Karena hasil uji independen T test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang
signifikan terhadap hasil rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen dan kontrol,
maka dapat disimpulkan bahwa metode syamil dapat meningkatkan motivasi belajar
peserta didik kelas eksperimen pada mata pelajara qur'an hadits.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, metode syamil dapat meningkatkan motivasi belajar
peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan hasil rata-rata motivasi belajar kelas
eksperimen sebesar 87 sedangkan kelas kontrol sebesar 59,36. Dengan demikian, nilai
rata-rata motivasi belajar kelas eskperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
kontrol. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menghafal peserta
didik kelas eksperimen dan kontrol. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas
eksperimen sebesar 84,62 dan kelas kontrol sebesar 63,93. Tanggapan peserta didik
terhadap penerapan metode syamil memperoleh nilai rata-rata angket sebesar 91,44 dan
termasuk kategori sangat baik. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat diketahui
bahwa penerapan metode syamil dapat meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan
menghafal peserta didik.
Penerapan Metode Syamil Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan
Menghafal Qur'an Pada Mata Pelajaran Qur'an Hadis
Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020 1181
BIBLIOGRAFI
Abidin, Ahmad Zainal. (2016). Metode Cepat Mengh-afal Juz „Amma. Yogyakarta:
Mahabbah.
Ahmad Baduwailan. (2011). Menjadi Hafizh (Tips dan Motivasi Menghafal al-Qur’an).
Solo: Aqwam.
Ahmad Lutfi. (2009). Pembelajaran Al-Qur`an dan Hadist. Jakarta: Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia.
Anshari, Zakariyal. (2017). Anda pun Bisa Hafal 30 juz Al-Qur‟ an. Jakarta: Pustaka
Imam Asy-Syafii.
Ardi, N. Setyanto. (2014). Panduan sukses komunikasi belajar mengajar. Yogyakarta:
Diva Press.
Atkinson. (2008). Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga.
Bobbi De Porter. (2000). Quantum Teaching/Learning. Bandung: Kaifa.
Inayati, Fenti. (2018). Penerapan Metode Syamil Untuk Meningkatkan Kemampuan
Menghafal Al-Qur’an Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Didaktika
Pendidikan Dasar, 2(2).
Moleong, Lexy J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mosal.
Ramayulis. (2015). Filsafat Pendidikan Islam (Analisis Filosofi Sistem Pendidikan
Islam). Jakarta: Kalam Mulia.
Solso, Robert L., Maclin, Otto H., & Maclin, M. Kimberly. (2008). Psikologi kognitif.
Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
Kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung.
Sugiyono, Prof. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alpabeta,
Bandung.
Suharto, Toto, & Shaleh, Abdul Qodir. (2006). Filsafat Pendidikan Islam. AR-ruzz:
Yogyakarta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2011). Metode Penelitian Pendidikan” penelitian
memberikan deskripsi, eksplanasi, prediksi, inovasi, dan juga dasar-dasar teoritis
Salma Inda Fitriani
1182 Syntax Admiration, Vol. 1 No. 8 Desember 2020
bagi pengembangan pendidikan. Bandung: UPI Dan PT. Remaja Rosdakarya.
Zamani, Zaki, & Maksum, M. Syukron. (2014). Metode cepat menghafal Al-Qur’an.
Yogyakarta: Al Barokah.