25
Jurnal Syntax Admiration
Vol. 2 No. 1 Januari 2021
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356
Sosial Teknik
ANALISA LAPORAN KEUANGAN DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN
PT. MULIA INDUSTRINDO.TBK
Ali Mustofa dan Bambang Santoso Marsoem
Universitas Mercu Buana Jakarta, Indonesia
Email: [email protected] dan b_marsoem@yahoo.com
INFO ARTIKEL
ABSTRACT
Diterima
18 Desember 2020
Diterima dalam bentuk revisi
12 Januari 2021
Diterima dalam bentuk revisi
This study aims to analyze the financial performance of
PT Mulia Industrindo, Tbk based on solvency ratio,
liquidity, profitability. This parameter is to assess the
performance of pt. Mulia Industrindo, Tbk from 2014 to
2019 which is the financial approach of the financial
statements. Financial ratio itself is important to note in
running a company. Financial ratio is used as one of the
benchmarks to know the financial position and success of
a company that can be applied as a guideline when
making decisions. This study used secondary data
collected from browsing the internet of PT financial
statements. Mulia Industrindo, Tbk which has been
published to the public. Based on the analysis of financial
ratio obtained from IDX / Indonesia Stock Exchange can
be interpreted against the items contained in the financial
statements of PT. Mulia Industrindo, Tbk. then calculated
the results to assess the company's financial
performance. The results of liquidity analysis showed
that the company's performance is quite good, while
solvency analysis results show the company can finance
with its own capital, and the results of profitability
analysis showed increased profit results and good
results.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja
keuangan PT Mulia Industrindo, Tbk ditinjau dari rasio
solvabilitas, likuiditas, profitabilitas. Parameter ini untuk
menilai suatu kinerja perusahaan PT. Mulia Industrindo,
Tbk dari tahun 2014 sampai 2019 yang merupakan
pendekatan keuangan dari laporan keuangan. Rasio
keuangan sendiri adalah hal yang penting untuk
diperhatikan dalam menjalankan sebuah perusahaan.
Rasio keuangan dipakai sebagai salah satu tolok ukur
untuk mengetahui posisi keuangan dan keberhasilan
sebuah perusahaan yang dapat diterapkan sebagai
pedoman pada saat mengambil keputusan. Penelitian ini
Keywords:
financial statements;
liquidity ratio; solvency
ratio; profitablitas ratio
Ali Mustofa dan Bambang Santosa Marsoem
26 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
Kata kunci:
laporan keuangan; rasio
likuiditas; rasio
solvabilitas; rasio
profitablitas
menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari
browsing di internet laporan keuangan PT. Mulia
Industrindo, Tbk yang telah diterbitkan ke public.
Berdasarkan analisis rasio keuangan yang diperoleh dari
IDX/Bursa Efek Indonesia dapat diinterpretasikan
terhadap item-item yang terdapat dalam laporan
keuangan PT. Mulia Industrindo, Tbk. kemudian hasilnya
dihitung untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.
Hasil analisis likuiditas menunjukan bahwa kinerja
perusahaan cukup baik, sedang hasil analisis solvabilitas
menunjukan perusahaan dapat membiayai dengan modal
sendiri, dan hasil analisis profitabilitas menunjukan hasil
laba meningkat dan hasil yang baik.
Pendahuluan
Sebagaimana telah diketahui bahwa laporan keuangan merupakan hasil dari proses
akuntansi. Dimana akuntansi itu adalah seni dari pada pencatatan, penggolongan dan
peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang bersifat keuangan
dengan cara setepat-tepatnya dan dengan penunjuk atau dinyatakan dalam uang, serta
penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya. Laporan keuangan pada dasarnya
adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk
berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-
pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Menurut (Munawir, 1997) yang
dimaksud dengan laporan keuangan adalah " Dua daftar yang disusun oleh akuntan pada
akhir periode untuk suatu perusahaan. Pada dasarnya ada beberapa rasio keuangan
yang biasa digunakan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio keuntungan atau pro
fitabilitas, rasio leverage, rasio aktivitas dan rasio penilaian (Manitik, 2013). Sedangkan
menurut (Putri et al., 2016), Analisis Rasio adalah suatu metode analisa untuk
mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi secara
individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
Laporan keuangan menjadi dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan
perusahaan. Laporan keuangan berguna baik pihak-pihak yang berkepentingan dalam
mengambil keputusan. Laporan keuangan juga memiliki fungsi sebagai alat komunikasi
antara data keuangan atau aktivitas keuangan perusahaan dan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan
terdiri dari neraca, laporan laba/rugi dan laporan perubahan modal. Laporan laba/rugi
merupakan laporan yang menggambarkan hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta
beban yang terjadi selama periode tertentu. Laporan perubahan modal merupakan
laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan modal perusahaan. Neraca
merupakan laporan keuangan yang menunjukkan/ menggambarkan jumlah aktiva, utang
dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
Pada sebuah organisasi bisnis atau perusahaan, laporan keuangan dapat
memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan saat dikeluarkannya
laporan tersebut, dan bagi mereka yang mempunyai kepentingan terhadap
Analisa Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Mulia
Industrindo.Tbk
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 27
perkembangan serta kemajuan suatu perusahaan sangatlah penting untuk mengetahui
kondisi keuangan perusahaan yang dapat dilihat dari gambaran neraca dan rugi laba.
(Trianto, 2017) meneliti tentang analisis laporan keuangan sebagai alat untuk
menilai kinerja keuangan perusahaan pada PT. Bukit Asam (Persero), Tbk Tanjung
Enim obyek penelitian adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tambang
batu bara dan alat analisis yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan
adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas tahun 2014, 2015 dan
2016.
(Sulistyowati, 2015) meneliti tentang analisis laporan keuangan sebagai alat untuk
menilai kinerja keuangan PT. Pelabuhan Indonesia III Surabaya yang menganalisis
perhitungan laporan keuangan perusahaan berupa neraca dan laporan laba rugi selama
periode tahun 2006 sampai 2010.
Pada penelitian ini yang meneliti kinerja keuangan PT. Mulia Industrindo, Tbk
sebagai induk perusahaan dengan PT. Mulia Keramik Indah Raya, PT. Muliaglass Float,
PT. Muliaglass Container sebagai anak perusahaan dan ini merupakan perusahaan group
industri Yang bergerak dalam bidang industri keramik dan kaca yang dilakukan
Berdasarkan analisis rasio keuangan yang diperoleh dari IDX/Bursa Efek Indonesia dari
tahun 2014 sampai 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan
pada PT. Mulia Industrindo, Tbk. Ditinjau dari analisis rasio likuiditas, rasio
solvabilitas, rasio profitabilitas. Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai indikator
dalam penilaian kemajuan perusahaan secara keseluruhan baik untuk kepentingan
eksternal maupun untuk kepentingan internal perusahaan. Secara eksternal pihak-pihak
diluar perusahaan seperti kreditur maupun investor dapat memantau kondisi perusahaan
dari laporan keuangan sebagai langkah awal untuk berinvestasi pada suatu perusahaan.
Metode Penelitian
Objek peneitian ini adalah PT. Mulia Industrindo, Tbk yang beralamat di Jl Raya
Tegal Gede Lemah Abang Cikarang-Bekasi Jawa Barat. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data sekunder, data ini di kumpulkan dan diperoleh melalui
browsing pada internet tentang laporan keuangan perusahaan yang sudah di publish ke
publik sebagai objek penelitian yang sudah diolah dan terdokumentasi di perusahaan,
misalnya sejarah perusahaan, struktur organisasi dan laporan keuangan perusahaan.
Serta studi pustaka literature,internet dan dokumen yang berkaitan dengan analisis
laporan keuangan. Sebagai bahan analisa dalam penelitian ini, maka data yang diperoleh
dalam penelitian ini antara lain :
1. Neraca perusahaan per 31 Desember 2014, 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019
2. Laporan Laba Rugi Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014, 2015,
2016, 2017, 2018 dan 2019
Penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari laporan keuangan dari PT.
Mulia Industrindo, Tbk yang telah diterbitkan yaitu dilakukan dengan cara
mengumpulkan data laporan keuangan dari tahun 2014-2019 juga dengan cara
membaca, browsing di internet dan menggunakan literature-literatur yang berhubungan
Ali Mustofa dan Bambang Santosa Marsoem
28 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
dengan pembahasan yang diangkat dalam penulisan ini. Dalam menganalisis data
penulis menggunakan metode sebagai berikut:
1. Metode deskriptif menurut (Sugiyono, 2016) adalah metode yang berfungsi untuk
mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data
atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa melakukun analisis
dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.
2. Analisis Rasio, dalam melakukan penelitian ini analisis terhadap laporan keuangan
perusahaan, penulis menggunakan alat analisis yang dikutip dari (Sutrisno, 2010).
Hasil dan Pembahasan
A. Profil Perusahaan
PT Mulia Industrindo, Tbk. (Perseroan), didirikan berdasarkan akta No. 15
tanggal 5 Nopember 1986 dari Liliani Handajawati Tamzil SH, notaris di Jakarta,
kemudian diubah dengan akta No. 7 tanggal 6 Mei 1987 dari notaris yang sama.
Anggaran dasar serta perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.C2-3936.HT.01.01.TH.87 tanggal
25 Mei 1987 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia
No. 40 Tambahan Berita Negara No. 1816 tanggal 18 Mei 1990. Anggaran dasar
perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 30
tanggal 22 Juli 2019 dari Fathiah Helmi S.H., notaris di Jakarta, sehubungan
dengan penyesuaian KBLI 2017. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusannya No.
AHU-0041914.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 25 Juli 2019.
Visi:
Untuk menjadi produsen kaca yang terpercaya di dunia.
Misi:
Memproduksi produk-produk kaca dengan biaya seminimal mungkin.
Meningkatkan pelayanannya kepada para pelanggan secara berkesinambungan.
Meningkatkan kualitas dan kemampuannya dalam memproduksi produk -
produknya.
B. Analisis Rasio
Analisis ratio merupakan suatu gambaran tentang hubungan dua unsur atau
jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, yang mana pada akhirnya untuk diketahui
tentang baik atau buruknya posisi keuangan. Mengadakan analisis hubungan dari
berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan dasar untuk dapat
menginterprestasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Dengan
menggunakan laporan keuangan yang diperbandingkan, termasuk data tentang
perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, porsentase serta trendnya,
penganalis menyadari bahwa beberapa ratio secara individu akan membantu dalam
menganalisis dan menginterprestasikan posisi keuangan suatu perusahaan.
Analisa Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Mulia
Industrindo.Tbk
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 29
Current Ratio = (Aktiva Lancar / Hutang Lancar ) x 100%
Ratio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (matematical
relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan
menggunakan alat analisis berupa ratio ini akan dapat menjelaskan atau
memberikan gambaran kepada penganalis tentang posisi keuangan perusahaan.
Analisis ratio seperti halnya alat-alat analisis lainnya adalah "future oriented", oleh
karena itu penganalis hams mampu untuk menyelesaikan faktor-faktor yang ada
pada periode atau waktu ini dengan faktor-faktor dimasa datang yang mungkin
akan mempengaruhi posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan yang
bersangkutan. Dengan demikian kegunaan atau manfaat suatu angka ratio
sepenuhnya tergantung kepada kemampuan atau kecerdasan penganalis dalam
menginterprestasikan data yang bersangkutan, untuk itu sangat diperlukan suatu
sikap, ketelitian, dan kesanggupan dalam menganalisis suatu laporan keuangan,
karena kemampuan seorang penganalis dengan penganalis lain mungkin saja
terdapat perbedaan dalam pengalaman dan kemampuan kerjanya (Ahmad Warson
Munawir, 1984).
Berdasarkan analisis rasio keuangan yang diperoleh dari IDX/Bursa Efek
Indonesia dapat diinterpretasikan terhadap item-item yang terdapat dalam laporan
keuangan PT. Mulia Industrindo, Tbk. kemudian hasilnya dihitung untuk menilai
kinerja keuangan perusahaan. Analisis rasio keuangan merupakan bentuk analisis
untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data perbandingan yang ditulis
dalam laporan keuangan seperti laporan neraca, laba/rugi, dan arus kas dalam satu
periode tertentu. Oleh karena itu, analisis rasio keuangan juga biasa disebut dengan
analisis laporan keuangan. Analisis keuangan juga berada dalam balanced
scorecard, alat untuk mengukur kinerja perusahaan, seberapa efektif strategi yang
telah digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif.
C. Rasio Lukuiditas
1. Current Rasio
Adalah rasio yang membandingkan aktiva lancar dengan utang lancar.
Aktiva lancar meliputi kas, bank, surat-surat berharga, piutang, persediaan, biaya
dibayar di muka, pendapatan yang masih harus diterima, dan pinjaman yang
diberikan. Sedangkan utang lancar (utang jangka pendek) meliputi utang
dagang, utang bank, utang gaji, utang pajak, utang dividen, dan utang lainnya
yang harus segera dibayar. Dalam praktiknya, rasio lancar dengan standar 200%
sudah dianggap cukup baik atau memuaskan bagi perusahaan (Kurniasari,
2017).
Tabel 1 Current rasio
Ali Mustofa dan Bambang Santosa Marsoem
30 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
2. Quick Rasio
Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
memenuhi (membayar) kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek)
dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory),
artinya nilai persediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva
lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik (Nur’Rahmah & Komariah, 2016).
Quick Ratio = (Aktiva Lancar - Persediaan)/ Hutang Lancar ) x 100%
Tabel 2 Quick Rasio
Gambar 1 Grafik Rasio Likuiditas
3. Analisis
Nilai quick ratio dari PT. Mulia Industrindo, Tbk (MLIA) dari tahun
ketahun mengalami peningkatan dan nilai tertinggi di tahun 2019 sebesar 158%.
Artinya antara jumlah aset lebih tinggi dari pada utang lancar. Analisis quick
ratio ini adalah bahwa kemampun PT. Mulia Industrindo, Tbk dalam melunasi
utang lancarnya, perlu diperhatikan, rasio cepat tidak kurang dari 1 kali
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
Current
Rasio
7215,15
1,22
7090,30
1,18
7764,69
1,27
5181,57
1,51
5263,73
1,74
5758,10
1,79
5893,58
6010,68
6110,48
3432,39
3022,36
3225,14
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
Quick
Rasio
6264,35
1,06
6052,07
1,01
6715,97
1,10
4627,08
1,35
4639,51
1,54
5100,59
1,58
5893,58
6010,68
6110,48
3432,39
3022,36
3225,14
Analisa Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Mulia
Industrindo.Tbk
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 31
Rasio total utang terhadap total asset (DAR) = (Total Utang / Total Aset) x 100%
Debt to Equity Ratio (DER) = Total Utang / Ekuitas (Modal) x 100%
mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tidak mengalami masalah
likuiditas. Hal tersebut bisa juga berarti bahwa karena manajemen perusahaan
mampu mengelola/memanajemen asset lancar tahun 2019 lebih baik daripada
tahun-tahun sebelumnya. Analisis quick rasio PT Mulia Industrindo, Tbk. tahun
2019 menunjukkan angka yang paling tinggi dari 6 periode pelaporan
perusahaan.
Nilai current ratio dari MLIA selama 6 tahun tampak bahwa rasio lancer
MLIA tahun 2014 adalah 1,22 kali, tahun 2015 adalah 1,18 kali, tahun 2016
adalah 1,27 kali, tahun 2017 adalah 1,51 kali, tahun 2018 adalah 1,74 kali dan
tahun 2019 adalah 1,79 kali rasio lancar MLIA terus meningkat dan nilainya
berada diatas 1 hal ini menunjukan likuiditas MLIA aman dan PT. Mulia
Industrindo, Tbk merupakan perusahaan yang aman untuk investasi.
D. Rasio Solvabilitas
1. Debt to Asset Ratio (DAR)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara
total utang dengan total aktiva. Total aktiva adalah keseluruhan total aktiva
lancar dengan total aktiva tidak lancar. Sedangkan total utang merupakan
keseluruhan total utang lancar dan total utang tidak lancar (Yuniastuti, 2017).
Tabel 3 DAR
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
DAR
5893,58
0,82
6010,68
0,85
6110,48
0,79
3432,39
0,66
3022,36
0,57
3225,14
0,56
7215,15
7090,30
7764,69
5181,57
5263,73
5758,10
2. Debt to Equity Ratio (DER)
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara
total utang dengan modal. Total utang merupakan keseluruhan total utang lancar
dan total utang tidak lancar. Rasio ini berfungsi untuk mengetahui berapa rupiah
modal sendiri yang jadikan untuk jaminan utang (Salim, 2015).
Tabel 4 DER
Ali Mustofa dan Bambang Santosa Marsoem
32 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
0,82
0,85
0,79
0,66
0,57
0,56
4,46
5,39
3,79
1,96
1,35
1,27
0,00
1,00
2,00
3,00
4,00
5,00
6,00
PROSENTASE
TAHUN
GRAFIK RASIO SOLVABILITAS
2016
2017 2018
2014
2015
2019
DER
DAR
Gambar 2 Grafik Rasio Solvabilitas
3. Analisis
Total hutang terhadap aktiva (DAR) Pada tahun 2014 adalah sebesar
81.68%, menunjukkan bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 0.82 aktiva
perusahaan. Tahun 2015, total debt to assets ratio mencapai 84.77%,
menunjukkan bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 0.85 aktiva perusahaan.
Rasio tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 6.08% yang disebabkan
naiknya total aktiva. Sedangkan tahun 2017 total debt to assets ratio adalah
sebesar 66.24% yang artinya bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 0.66
aktiva perusahaan, tahun 2018 total debt to assets ratio adalah sebesar 57.42%
yang artinya bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 0.57 aktiva perusahaan,
tahun 2019 total debt to assets ratio adalah sebesar 56.01% yang artinya bahwa
Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 0.56 aktiva perusahaan, terlihat bahwa Rasio
dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 mengalami penurunan yang
disebabkan karena naiknya total aktiva, tetapi dimulai tahun 2017 total aktiva
mengalami penurunan dibanding tahun 2016 sebesar 33.27% .
Total hutang terhadap modal (DER) pada tahun 2014 adalah sebesar
445.95% yang berarti bahwa setiap total utang Rp 1,00 dijamin dengan Rp 4.46
modal sendiri. Tahun 2015, total debt to equity ratio mencapai 539.02%,
menunjukkan bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 5.39 modal sendiri dan
mengalami kenaikan sebesar 93% antara tahun 2014 ke 2015. Tahun 2016 DER
mengalami penurunan dari tahun sebelumnya (2015) sebesar 29.68%, dan tahun
2016 total debt to equity ratio mencapai 379%, menunjukkan bahwa Rp 1,00
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
DER
5893,58
4,46
6010,68
5,39
6110,48
3,79
3432,39
1,96
3022,36
1,35
3225,14
1,27
1321,57
1115,12
1613,10
1754,30
2241,37
2532,97
Analisa Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Mulia
Industrindo.Tbk
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 33
Net Profit Margin = (Laba Berish Setelah Pajak / Penjualan Bersih) x 100%
RoE = (Laba Berish Setelah Pajak / Ekuitas) x 100%
RoA = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Asset) x 100%
utang dijamin dengan Rp 3.79 modal sendiri. tahun 2017 total debt to equity
ratio mencapai 196%, menunjukkan bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp
1.96 modal sendiri. tahun 2018 total debt to equity ratio mencapai 135%,
menunjukkan bahwa Rp 1,00 utang dijamin dengan Rp 1.35 modal sendiri. tahun
2019 total debt to equity ratio mencapai 127%, menunjukkan bahwa Rp 1,00
utang dijamin dengan Rp 1.27 modal sendiri. terlihat bahwa Rasio dari tahun
2016 sampai dengan tahun 2019 mengalami penurunan yang disebabkan karena
naiknya total ekuitas.
E. Rasio Profitabilitas
1. Net Profit Margin
Ratio ini digunakan untuk menghitung tingkat keuntungan yang diperoleh
dari penjualan, dengan membagikan antara laba bersih setelah pajak dengan
penjualan.
Tabel 5 Net Profit Margin
2. Return on Equity ratio (rasio pengembalian ekuitas)
Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
keuntungan yang akan digunakan untuk menutupi investasi yang digunakan.
Tabel 6 Rasio Pengembalian Ekuitas
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
RoE
125,01
0,09
-155,91
-0,14
9,04
0,006
47,53
0,03
189,08
0,08
126,77
0,05
1321,57
1115,12
1613,10
1754,30
2241,37
2532,97
3. Return on Asset (ROA)
Kemampuan modal yang diinvestasikan dalam aktiva secara keseluruhan
untuk bisa menghasilkan keuntungan bersih setelah pajak.
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
(Milyard)
Nett
Profit
Margin
125,01
0,02
-155,91
-0,03
9,04
0,002
47,53
0,01
189,08
0,03
126,77
0,03
5629,70
5713,99
5793,74
6277,14
5576,94
3887,08
Ali Mustofa dan Bambang Santosa Marsoem
34 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
Tabel 7 ROA
Uraian
2014
2015
2016
2017
2018
2019
(Milyar
d)
(Milyar
d)
(Milyar
d)
(Mil
yard
)
(Mil
yar
d)
(Mil
yar
d)
RoA
125,01
0,0
2
-155,91
-
0,02
9,04
0,
00
1
47,5
3
0,0
1
189,
08
0,0
4
126,
77
0,0
2
7215,15
7090,30
7764,69
5181
,57
526
3,73
575
8,10
Gambar 3 Grafik Rasio Profitabilitas
4. Analisis
Melihat hasil dari Analisa Profitabilitas pada net profit margin, apa yang
menjadi faktor NPM bisa rendah. Ya, tentunya karena faktor HPP, bunga, pajak,
depresiasi dan lainnya. Kalua kita melihat nilai kenaikan dari 2014 ke 2019
hanya 1% dan mengalami penurunan pada tahun 2015 sampai -3%, jika dilihat
secara keseluruhan Itu artinya juga, apabila menaikkan nilai rasio NPM, maka
faktor-faktor biaya diatas harus ditekan atau dilakukan efisiensi.
Return on Equity Rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih
sesudah pajak dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik.
Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat. Pada tahun 2014 laba bersih
yang dihasilkan adalah sebesar 9% dari modal sendiri. Sementara pada tahun
2015 laba bersih yang dihasilkan menurun sebesar 5% menjadi 14% dari modal
sendiri. Sedangkan pada tahun 2016 laba yang dihasilkan meningkat sebesar
0.6% dari modal sendiri. Pada tahun 2017 laba yang dihasilkan meningkat
menjadi 3% dari modal sendiri. Tahun 2018 laba yang dihasilkan meningkat
kembali menjadi 8% dari modal sendiri sedangkan pada tahun 2019 turun 3%
menjadi 5 % dari modal sendiri.
Return on Asset Pada tahun 2014 laba bersih yang dihasilkan berdasarkan
tingkat asset adalah sebesar 2% dari total aktiva. Sementara pada tahun 2015
Analisa Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Mulia
Industrindo.Tbk
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 35
laba bersih yang dihasilkan menurun sebesar 2%. Sedangkan pada tahun 2016
laba bersih yang dihasilkan naik kembali sebesar 0,1% dari tahun 2015. Dan
tahun 2017 laba bersih yang dihasilkan mengalami kenaikan sampai 2018 yaitu
2017 menjadi 1% 2018 menjadi 4% sedangkan tahun 2019 mengalami
penurunan 2% dari modal sendiri.
F. Kinerja Perusahaan
Dan dengan dasar laporan keuangan sebagai perangkat pengelolaan sehingga
dapat memantau kinerja seluruh anak perusahaan yaitu PT. Mulia Keramik Indah
Raya, PT. Muliaglass Float, dan PT. Muliaglass Container yang keseluruhannya di
bawah naungan PT. Mulia Industrindo, Tbk dalam hal yang berkaitan dengan
tujuan-tujuan dan ukuran-ukuran yang telah ditentukan. Laporan keuangan ini
memungkinkan semua pimpinan / manajer untuk memantau dan mengendalikan
kinerja perusahaan maupun kinerja masing-masing unit operasinya. Sasaran ini
memerlukan dukungan dan partisipasi puncak pimpinan dan para manajer pada
masing-masing unit operasi.
Parameter untuk menilai suatu kinerja perusahaan PT. Mulia Industrindo, Tbk
dari tahun 2014 sampai 2019 yang merupakan pendekatan keuangan dari laporan
keuangan. Rasio keuangan sendiri adalah hal yang penting untuk diperhatikan
dalam menjalankan sebuah perusahaan. Rasio keuangan dipakai sebagai salah satu
tolok ukur untuk mengetahui posisi keuangan dan keberhasilan sebuah perusahaan
yang dapat diterapkan sebagai pedoman pada saat mengambil keputusan.
Tabel 8 Kinerja Perusahaan
2014
2015
2016
2017
2018
2019
%
%
%
%
%
%
LUKUIDITAS
Current Rasio
122,42
117,96
127,07
150,96
174,16
178,54
Quick Rasio
106,29
100,69
109,91
134,81
153,51
158,15
SOLVABILITAS
DAR
81,68
84,77
78,70
66,24
57,42
56,01
DER
445,95
539,02
378,80
195,66
134,84
127,33
PROFITABILITAS
NPM
2,22
-2,73
0,16
0,76
3,39
3,26
RoE
9,46
-13,98
0,56
2,71
8,44
5,00
RoA
1,73
-2,20
0,12
0,92
3,59
2,20
Berdasakan hasil dari Rasio likuiditas perusahaan yang terdiri dari rasio
lancar dan rasio cepat ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan 4.46% di tahun
2015 dan mengalami peningkatan rasio likuiditas hingga tahun 2019 ini
menunjukan kemampuan PT. Mulia Industrindo, Tbk dalam menjamin hutang
lancar dengan baik sehingga mencerminkan kinerja keuangan perusahaan juga baik.
Juga melihat hasil dari rasio solvabilitas menunjukan hasil yang sangat baik dimana
Ali Mustofa dan Bambang Santosa Marsoem
36 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
rasio kewajiban jangka Panjang terhadap modal (DER) nilai rasionya sudah
mencapai diatas standard yang ditetapkan yaitu sudah diatas 100%, untuk rasio
kewajiban jangka Panjang terhadap harta (DAR) menunjukan penurunan yaitu
dibawah standard 75% berarti aktiva perusahaan dibiayai dengan modal sendiri
tanpa dibiayai dari pinjaman. Dan untuk melihat kinerja berdasarkan rasio
profitabilitas menunjukan nilai yang fluktuatif dan menunjukan kinerja keuangan
perusahaan dalam menghasilkan laba dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019
mengalami penurunan di tahun 2015 dan merangkak naik hingga tahun 2019.
Angka NPM menunjukan nilai yang menurun di tahun 2015 dengan hasil negative
disebabkan jumlah laba bersih yang sempat devisit dan mengalami peningkatan di 4
tahun kedepan yang artinya kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba mulai
tahun 2016 mengalami peningkatan.
Kesimpulan
Hasil analisis dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa : Ditinjau dari rasio
likuiditas kinerja keuangan menunjukan kemampuan PT. Mulia Industrindo,Tbk dalam
menjamin hutang lancar dengan baik sehingga mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan juga baik.
Ditinjau dari rasio solvabilitas kinerja keuangan menunjukan kemampuan PT.
Mulia Industrindo, Tbk dalam pembiayaan menggunakan modal sendiri tanpa dibiayai
dari pinjaman. Ditinjau dari rasio profitabilitas kinerja keuangan menunjukan kinerja
perusahaan dalam menghasilkan laba mulai tahun 2016 mengalami peningkatan.
Analisa Laporan Keuangan dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Mulia
Industrindo.Tbk
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 37
BIBLIOGRAFI
Ahmad Warson Munawir, T. A. M. (1984). Kamus Munawir (Arab-Indonesia).
Yogyakarta: Pustaka Progresif.
Kurniasari, R. (2017). Analisis Return on Assets (ROA) dan Return on Equity terhadap
Rasio Permodalan (Capital Adequacy Ratio) Pada PT Bank Sinarmas Tbk.
Moneter-Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 4(2), 150158.
Manitik, Y. I. (2013). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pada PT XL.
Manajemen 1(4), 19741982.
Munawir, A. W. (1997). Al-Munawir Kamus Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pustaka
Progresif.
Nur’Rahmah, M., & Komariah, E. (2016). Analisis Laporan Keuangan dalam Menilai
Kinerja Keuangan Industri Semen yang Terdaftar Di BEI (Studi Kasus PT
Indocement Tunggal Prakarsa TBK). Jurnal Online Insan Akuntan, 1(1), 4358.
Putri, A. P. W., Dzukirom AR, M., & Saifi, M. (2016). Efektivitas Penggunaan Modal
Kerja Sebagai Salah Satu Upaya Meningkatkan Likuiditas (Studi Pada Perusahaan
Otomotif Indomobil Sukses International Tbk Tahun 2012-2014). Jurnal
Administrasi Bisnis, 37(2), 5462.
Salim. (2015). Pengaruh Leverage (DAR, DER, dan TIER) terhadap ROE Perusahaan
Properti dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2014. Jurnal
Perbanas Review, 1 (November), 1934.
http://jurnal.perbanas.id/index.php/JPR/article/view/7
Sugiyono, S. (2016). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D. Alfabeta
Bandung.
Sulistyowati, N. W. (2015). Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Menilai
Kinerja Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III Surabaya. Assets: Jurnal Akuntansi
Dan Pendidikan, 4(2), 125133.
Sutrisno, E. (2010). Mengenal Perencanaan, Implementsi & Evaluasi
Kebijakan/Program. Untag Press.Surabaya.
Trianto, A. (2017). Analisis Laporan Keuangan sebagai Alat Untuk Menilai Kinerja
Keuangan Perusahaan pada PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim. Ilmiah
Ekonomi Global Masa Kini, 8(03), 23.
Yuniastuti, R. M. (2017). Pengaruh Dominan Cash Ratio dan Debt To Asset Ratio
terhadap Return On Equity dan Return On Assets pada Perusahaan Transportasi di
Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen Magister Darmajaya, 2(01), 95104.