49
Jurnal Syntax Admiration
Vol. 2 No. 1 Januari 2021
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356
Sosial Teknik
KEJUTAN PULUHAN MILIAR TOKOPEDIA DITENGAH KASUS
KEBOCORAN DATA
Desy Komalawati, Maria Dewi M.R dan Raiseta Dwi Kartika
Universitas Paramadina Jakarta, Indonesia
Email: desykomalawati2020@gmail.com, [email protected] dan
INFO ARTIKEL
ABSTRACT
Diterima
18 Desember 2020
Diterima dalam bentuk revisi
12 Januari 2021
Diterima dalam bentuk revisi
Rapid technological advances are now driving all human
activities in order to be carried out through the media to
play a role between communication networks and the
internet, including shopping activities that are
increasingly facilitated by the growing e-commerce in
Indonesia. In addition to the advancement of technology
is also accompanied by cyber crime that is also
experienced by tokopedia. This research aims to review
the use of advertising titled promo to drive public opinion
as a step and effort to increase trust and competitiveness.
The type of research used is qualitative research using
data analysis method and supported by additional
interviews to tokopedia consumers. The results of
research related to user data security shows that there is
still a low level of cybersecurity in e-commerce in
Indonesia, thus making crimes such as cyber crime
increase.
ABSTRAK
Kemajuan teknologi yang kian pesat kini menggiring
segala kegiatan manusia agar dapat dijalankan melalui
media berperantara jaringan komunikasi dan internet,
termasuk juga kegiatan belanja yang kian dimudahkan
dengan semakin tumbuhnya e-commerce di Indonesia.
Disamping semakin majunya teknologi juga dibarengi
kejahatan cyber crime yang juga dialami oleh tokopedia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan
iklan bertajuk promo guna menggiring opini publik
sebagai langkah dan upaya untuk meningkatkan
kepercayaan dan daya saing. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode analisis data dan didukung dengan
tambahan wawancara kepada konsumen tokopedia. Hasil
dari penelitian terkait keamanan data pengguna
menunjukan masih rendahnya tingkat keamanan cyber
security pada e-commerce di Indonesia, sehingga
Keywords:
cyber crime; opini public;
cyber security; e-commerce
indonesia
Kata kunci:
kejahatan dunia maya;
opini publik; keamanan
kejahatan; e-commerce
Desy Komalawati, Maria Dewi M.R dan Raiseta Dwi Kartika
50 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
Indonesia
membuat kejahatan seperti cyber crime meningkat.
Pendahuluan
E-commerce tokopedia diretas hacker. Tokopedia dilaporkan mengalami
peretasan, bahkan jumlahnya diperkirakan 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, tidak
lagi 15 juta seperti diberitakan sebelumnya. Padahal di tahun 2019, tokopedia
mengungkapkan bahwa ada sekitar 91 juta akun aktif di platformnya (Suyanto, 2003).
Artinya hampir semua akun di tokopedia berhasil diambil datanya oleh peretas. Pelaku
menjual data di dark web berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis
kelamin, nomor handphone dan password yang masih tersandi. Semua dijual dengan
harga US$5.000 atau sekitar Rp74.000.000,00 (tujuh puluh empat juta rupiah). Bahkan
ada 14.999.896 akun tokopedia yang datanya saat ini bisa didownload (Tambunan et al.,
2018).
Adapun kronologi lengkap bobolnya akun tokopedia tersebut bermula saat peretas
whysodank pertama kali mempublikasikan hasil peretasan di raid forum pada sabtu
(2/5). Peretasan tersebut terjadi pada 20 Maret 2020. Kemudian, akun @underthebreach
sore harinya pukul 16:15 wib mencuitkan soal peretasan dan mengaku sebagai layanan
pengawasan dan pencegahan kebocoran data asal Israel. Cuitan ini disampaikan sembari
menyolek akun resmi tokopedia.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan di media sosial disebut kalau peretas masih
harus memecahkan algoritma untuk membuka hash dari password para pengguna itu.
Peretas pun meminta bantuan peretas lain untuk membuka kunci algoritma itu.
Tangkapan layar berikutnya, akun pembocor informasi ini menyertakan sebagian akun
pengguna yang bisa dibuka lewat situs tersebut. Tampak nama, email dan nomor
telepon pengguna muncul di situs.
"Seseorang membocorkan basis data tokopedia, perusahaan teknologi besar asal
Indonesia yang menjalankan e-commerce," tulis akun tersebut.
"Peretasan dilakukan pada Maret 2020 dan berpengaruh pada 15 juta pengguna,
meski peretas menyebut masih banyak lagi. Basis data (yang diretas) termasuk email,
hash password, nama," lanjutnya.
Cuitan tersebut langsung ramai ditanggapi pengguna twitter Indonesia. Kemudian,
pada sabtu pukul 21.00 wib, tokopedia mengakui ada upaya pencurian data pengguna.
Hal ini disampaikan Nuraini Razak, VP of Corporate Communications tokopedia terkait
isu bocornya data belasan juta akun pengguna Tokopedia.
“Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian
data terhadap pengguna tokopedia, namun tokopedia memastikan informasi penting
pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi,” tulisnya dalam keterangan
resmi, sabtu (2/4) malam.
“Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut
yang dapat kami sampaikan” lanjutnya.
Kemudian keesokan harinya, whysodank mengumumkan telah menjual seluruh 91
juta data pengguna tokopedia di forum dark web bernama EmpireMarket, Minggu (3/5).
Kejutan Puluhan Miliar Tokopedia Ditengah Kasus Kebocoran Data
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 51
Di situs itu, whysodank menggunakan nama akun ShinyHunters. Data terbaru dari
peretas tersebut mematahkan klaim data peretasan sebelumnya yang menyebut hanya
ada 15 juta akun.
Kejadian ini bukan yang pertama kali di tanah air. Sebelumnya bukalapak juga
mengalami hal serupa. Seharusnya ini menjadi peringatan keras pada setiap penyedia
layanan di internet yang memakai banyak data masyarakat dalam kegiatannya.
Sebelumnya isu kebocoran data oleh tokopedia ini sudah beredar sejak Februari
lalu tapi pihak tokopedia berdalih bahwa isu tersebut tidak benar. Bahkan Vice
President of Corporate Communications tokopedia mengungkapkan bahwa informasi
pada situs yang mengaku memperjualbelikan data tak benar (Goodman, 1998).
Informasi pada situs tak bertanggungjawab itu hanya berisi penjual berbasis email yang
tergabung di tokopedia. Hal ini membuat gusar para pengguna aplikasi tersebut dan
mempengaruhi minat serta kepercayaan konsumen.
Ditengah isu dan kasus hukum yang masih bergulir, tokopedia malah meluncurkan
iklan promo “Bagi-Bagi Semangat Ramadhan” yang bernilai puluhan miliaran Rupiah
sebagai kejutan bagi konsumennya pada 29 April lalu, dimana iklan tersebut berisi 6
informasi bahwa tokopedia memberikan penawaran berupa diskon, cashback dan gratis
ongkos kirim bernilai miliaran rupiah bagi pengguna tokopedia. Hal ini tentu saja
membuat minat konsumen terhadap tokopedia kembali naik. Tidak main-main, ketika
iklan ini diluncurkan, tidak sampai sehari publik kembali beramai-ramai mendownload
aplikasi tokopedia lagi. Ini terlihat dari banyaknya komentar-komentar positif di seluruh
media sosial tokopedia, yang didapat tokopedia lagi setelah peluncuran iklan ini.
Tentunya hal ini karena paparan strategi pengalihan isu tokopedia, dimana fokus
konsumen tidak lagi kepada kasus kebocoran data yang mengecewakan konsumen, tapi
konsumen sekarang lebih tertarik dengan isi iklan tersebut.
Iklan ini dinilai sebagai strategi PR dari pihak tokopedia untuk membangun opini
publik dengan strategi pengalihan isu untuk mengembalikan kepercayaan konsumen,
serta memperbaiki citra perusahaan dan menggiring opini publik pengguna tokopedia
kearah positif.
Namun, pihak tokopedia lagi-lagi berdalih bahwa peluncuran iklan promo ini
bukanlah bagian dari strategi pengalihan isu seperti yang dikatakan publik, melainkan
bahwa iklan ini memang sudah menjadi tradisi ramadhan dalam setiap perusahaan untuk
meluncurkan iklan promosi di bulan ramadhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tokopedia menggunakan iklan
promo ramadhan “Kejutan Puluhan Miliar Tokopedia” sebagai strategi pengalihan isu
untuk membangun opini publik ke araf positif. Sehingga pada akhirnya dapat
memunculkan cara pandang dan perspektif pada suatu peristiwa dan akhirnya bisa
menemukan fakta apa yang diambil dari kasus ini. Oleh karenanya, pertanyaan
penelitian dirumuskan sebagai berikut:
1. Efektifkah iklan promo “Kejutan Puluhan Miliar Tokopedia” dalam menghadapi isu
kebocoran data?
Desy Komalawati, Maria Dewi M.R dan Raiseta Dwi Kartika
52 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
2. Apakah dengan adanya iklan promo tersebut dapat membuat tokopedia tetap
menjadi salah satu pilihan belanja online?
Metode Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif. Pendekatan kualitatif
adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam
terhadap suatu masalah. Pendekatan kualitatif diharapkan dapat menghasilkan suatu
uraian mendalam tentang ucapan, tulisan dan tingkah laku yang dapat diamati dari suatu
individu, kelompok, masyarakat, organisasi tertentu dalam konteks setting tertentu yang
dikaji dari sudut pandang yang utuh (P. Sugiyono, 2011). Sedangkan Bogdan dan
Taylor (Moleong, 2013) berpendapat bahwa pendekatan atau penelitian kualitatif adalah
prosedur yang bertujuan untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis
ataupun lisan yang didapatkan melalui pengamatan pada perilaku.
Penelitian ini menggunakan salah satu teknik analisis kualitatif miles dan
huberman yaitu penarikan kesimpulan (Drawing Conclusions) (Gunawan, 2013). Tahap
penarikan kesimpulan adalah tahap peneliti menarik kesimpulan dari data yang
ditemukan di lapangan. Tahap ini menunjukkan bahwa peneliti telah memiliki temuan
penelitian berdasarkan analisis data yang didapatkan dari wawancara dan teknik lainnya
(Afrizal, 2014).
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif
(S. Sugiyono, 2016). Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan
untuk menemukan pengetahuan yang seluas-luasnya terhadap objek penelitian pada
suatu masa tertentu (Muhibbin, 2010). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa
penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau
mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu
yang terkait dengan variabel-variebel yang bisa dijelaskan baik dengan angka-angka
maupun kata-kata (Setyosari, 2010).
Metode pengumpulan data yang dilakukan di dalam penelitian ini menggunakan
metode analisis teks media dan wawancara. Analisis teks media adalah suatu aktivitas
menganalisis data teks seperti email, blog, tweet, forum dan bentuk lainnya. Teks
termasuk ke dalam kategori data tidak terstruktur. Untuk menganalisis teks, diperlukan
tiga faktor berikut ini, yaitu: 1) Tipe data yang akan diolah; 2) Informasi penting yang
ingin di ekstrak; dan 3) Lingkungan teknologi yang akan digunakan.
Selain analisis teks media untuk memperkuat pernyataan, dalam penelitian ini
menggunakan juga metode pengumpulan data secara wawancara. Wawancara adalah
komunikasi lisan untuk mendapatkan jawaban berdasarkan hasil tanya jawab yang
dilakukan kepada orang lain. Menurut Lerbin 1992, wawancara merupakan metode
pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis
dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (K. Hadi et al., 2007). Secara umum tujuan
wawancara yaitu: 1) Untuk menggali dengan harapan memperoleh informasi atau data
dari orang pertama (primer); 2) Untuk melengkapi informasi atau data yang
Kejutan Puluhan Miliar Tokopedia Ditengah Kasus Kebocoran Data
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 53
dikumpulkan dengan cara mengumpulkan data; dan 3) Untuk mendapatkan konfirmasi
dengan menguji hasil pengumpulan data yang lainnya.
Untuk wawancara yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara tidak
terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang tidak kaku dalam
pelaksanaannya dan mirip dengan percakapan informal (Mulyana, 2008). Wawancara
tidak terstruktur biasanya bersifat luwes, pertanyaan dan kata-kata dalam wawancara
dapat diubah sesuai dengan kebutuhan peneliti. Wawancara dalam penelitian ini
dilakukan dengan responden yang menyukai belanja melalui e-Commerce/ online
shopping. Berikut adalah profil responden yang diwawancarai pada tanggal 25 Juni
2020 di Lippo Cikarang:
1) V (Nama disamarkan karena permintaan responden), 27 tahun. V adalah seorang
karyawan swasta yang berdomisili di daerah Bekasi. V dipilih menjadi salah satu
responden karena selama PSBB dimulai, V memilih untuk berbelanja secara online.
Tercatat selama PSBB berlangsung V beberapa kali memilih tokopedia sebagai
salah satu e-commerce favoritnya.
2) C (Nama disamarkan karena permintaan responden), 22 tahun. C adalah seorang
karyawan swasta yang berdomisili di daerah Bekasi. C dipilih menjadi salah satu
responden karena sejak 2019 hingga saat ini, C sudah memilih berbelanja secara
online
Dalam menganalisa teks media dan wawancara, peneliti akan melihat upaya apa
saja yang dibuat oleh pihak tokopedia untuk meredupkan pemberitaan negatif yang
beredar di media, melihat opini serta citra/image tokopedia dari para responden
mengenai pemberitaan mengenai iklan “Bagi-Bagi Semangat Ramadhan Tokopedia”
ditengah isu pembocoran data, apakah tokopedia tetap menjadi pilihan utama e-
commerce belanja online dibanding yang lainnya dan benarkah “Bagi-Bagi Semangat
Ramadhan” memang memiliki banyak promo menarik seperti yang ditayangkan di
televisi.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil teks media dan wawancara yang didapatkan, dapat disimpulkan
bahwa tokopedia menggunakan jenis komunikasi agenda setting untuk meredakan
pemberitaan mengenai kebocoran data yang terjadi. McCombs dan Shaw menerangkan
lebih lanjut bahwa media massa mempunyai kemampuan untuk membuat masyarakat
menilai sesuatu yang penting berdasarkan apa yang disampaikan media (I. P. Hadi et al.,
2020). Dalam hal ini situs tokopedia.com melakukan upaya besar-besaran dalam
melakukan periklanan mereka guna menggiring opini publik kearah yang positif
sehingga publik dapat meningkat kepercayaannya terhadap situs tokopedia.com dan
dapat melupakan kasus kebocoran data pengguna yang dialami oleh tokopedia.
Opini publik yang negatif yang terbentuk terkait kebocoran data tidak bertahan
lama, terlihat dari wawancara yang didapatkan yaitu “Awalnya saya takut, tapi karena
berita mengenai bocornya data pengguna tidak terlalu heboh lagi akhirnya saya lupa.
Ditambah iklan tokopedia selalu muncul di saluran yang saya tonton” dan hasil teks
Desy Komalawati, Maria Dewi M.R dan Raiseta Dwi Kartika
54 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
media yang didapatkan bahwa tokopedia termasuk dalam e-commerce yang memiliki
pengguna dan transaksi terbanyak saat pandemi covid-19 terjadi (Fadly & Sutama,
2020).
Citra yang didapatkan oleh tokopedia tetap sama meski adanya isu negatif yang
menerpanya. Menurut pandangan masyarakat pengguna, tokopedia tetap memiliki nilai
lebih sehingga tetap dapat dipercaya sebagai e-commerce yang memiliki kenyamanan,
kemudahan dan terpercaya bagi masyarakat yang berbelanja online berkat usahanya
melakukan iklan rutin dan sering serta promo yang banyak. Hal ini terlihat dari promo
yang ditawarkan serta ketertarikan masyarakat berdasarkan hasil wawancara dengan
responden yaitu “Meskipun e-commerce lain ada Official Store tapi saya lebih suka
belanja Official Store dari tokopedia. Selain itu di tokopedia ada pengenal merchant
apakah mereka masuk yang star store atau regular atau yang baru buka store, sehingga
memudahkan saya untuk menyeleksi merchant (Pradipta et al., 2020).”
Kesimpulan
Dari kasus yang terjadi pada tokopedia saat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa
memang masih rendahnya tingkat keamanan cyber security pada e-commerce di
Indonesia, sehingga membuat kejahatan seperti cyber crime meningkat.
Di sisi lain, tokopedia sangatlah sigap dalam meredam semakin panasnya isu yang
beredar. Dimana dengan serta merta selain melakukan klarifikasi secara transparansi
agar mendapatkan dukungan dari konsumen, tokopedia juga meluncurkan iklan promo
“Bagi-bagi Semangat Ramadhan yang Bernilai Miliaran Rupiah sebagai Kejutan bagi
Konsumennya”. Keputusan tokopedia menerapkan strategi PR pengalihan isu
merupakan langkah yang tepat ditengah masalah yang melanda perusahaannya agar
fokus konsumen tidak lagi terhadap kasus kebocoran data melainkan terarah kepada
iklan promo yang diluncurkannya. Sehingga opini publik yang terbangun menjadi
positif terhadap tokopedia.
Merujuk pada masalah kebocoran data yang terjadi pada tokopedia, seharusnya
tokopedia melakukan pengkajian tentang peningkatan kemananan dan kerahasiaan data
pengguna tokopedia. Penetration test harus sesering mungkin dilakukan untuk
mengetahui dimana saja letak celah keamanan. Situs marketplace akan selalu menjadi
sasaran para peretas karena banyak menghimpun data masyarakat, terutama kartu kredit,
kartu debit dan dompet digital. Perkuat pengamanan sistemnya, investasi lebih banyak
untuk cyber security. Penggunaan enkripsi harus merata terhadap semua data yang
berhubungan dengan user, jangan hanya password seperti saat ini. Evaluasi seperti ini
bisa dilakukan seminggu sekali, kemudian dua minggu sekali dan seterusnya tergantung
dengan bagaimana perkembangannya. Sehingga menurunkan resiko kemungkinan
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yakni kebocoran data besar-besaran seperti
yang terjadi saat ini.
Kejutan Puluhan Miliar Tokopedia Ditengah Kasus Kebocoran Data
Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021 55
BIBLIOGRAFI
Afrizal. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan
Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. PT. RajaGrafindo Persada:
Depok.
Fadly, H. D., & Sutama, S. (2020). Membangun Pemasaran Online dan Digital
Branding Ditengah Pandemi Covid-19. Jurnal Ecoment Global: Kajian Bisnis Dan
Manajemen, 5(2), 213222.
Goodman, M. B. (1998). Corporate Communications for Executives. Suny Press: New
York.
Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Hadi, I. P., Wahjudianata, M., Sos, S., Indrayani, I. I., & SIP, M. S. (2020). Komunikasi
Massa. Penerbit Qiara Media: Surabaya.
Hadi, K., Kristiana, T., Ibie, E. N., & Nelly, S. (2007). Panduan Penulisan Skripsi.
Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mosal.
Muhibbin, S. (2010). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2008). Metode Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi
dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pradipta, I. A., Maulana, Y., & Jio, I. M. S. (2020). Factors That Affecting Purchase
Decision on Automotive Workshop Official Store in E-Commerce. 2020
International Conference on Information Management and Technology
(ICIMTech), 16.
Setyosari, P. (2010). Metode Penelitian Pengembangan dalam Pendidikan. Jakarta:
Kencana.
Sugiyono, P. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alpabeta,
Bandung.
Sugiyono, S. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Alfabeta
Bandung.
Suyanto, M. (2003). Strategi Periklanan pada E-commerce Perusahaan Top Dunia.
Penerbit Andi: Yogyakarta.
Tambunan, B., Sihombing, H., Doloksaribu, A., & Muda, I. (2018). The Effect of
Desy Komalawati, Maria Dewi M.R dan Raiseta Dwi Kartika
56 Syntax Admiration, Vol. 2, No. 1, Januari 2021
Security Transactions, Easy of Use, and The Risk Perceeption of Interest Online
Buying on The E-commerce Tokopedia Site (Study on Tokopedia. id site users in
Medan City). IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 420(1),
12118.