Jurnal Syntax Admiration

Vol. 2 No. 4 April 2021

p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356

Sosial Teknik

 

STUDI PERBANDINGAN PARAMETER KONSOLIDASI STANDAR DENGAN KONSOLIDASI LOADING UNLOADING RELOADING UNTUK TANAH DENGAN KLASIFIKASI MH ATAU A-7-5 (24)

 

Sarfin Halim, Roesyanto, dan Rudi Iskandar

Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Email: [email protected], [email protected], dan [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRACT

Diterima

28 Maret 2021

Direvisi

4 April 2021

Diterima

5 April 2021

There are two main problems discovered in soft soil. First, its small shear strength. Second, its large compressibility. This thesis examines the compressibility of soft soil that can result in a decrease after the construction is finished. The research is located in Marelan Terjun. This research aims to study the declinement of soft soil in the location, which result then can be used as recommendation for future construction in the location. The research that will be conducted on the soft soil in Marelan Terjun is the testing of physical properties, standard consolidation and loading unloading reloading loading. The result obtained based on the USCS classification is classified as MH, which is high-density silt. Meanwhile, based on the AASHTO, it is classified as A-7-5 (24), which is clayey soil. For the parameters on the standard consolidation, the results obtained are, Cv = 22 x 10-4 cm2/s; Cc = 0.234; Cr = 0.064; av = 0.266; mv = 0.0914 and k = 2.68 x 10-7. Whereas, for the parameters on the loading unloading reloading consolidation, the results obtained are Cv = 69 x 10-4 cm2/s; Cc = 0.183; Cr = 0.0615; av = 0.207; mv = 0.0434 and k = 2.13 x 10-7. Thus, it can be concluded that the values of Cc, av and mv in the standard consolidation are greater than those in the loading unloading reloading consolidation. These are due to the condition where the standard consolidation experiences continuous loading up to 160 kg before the load is released to 5 kg.

 

ABSTRAK

Tanah lunak memiliki dua permasalahan utama yaitu kuat gesernya yang kecil dan kompresibilitasnya yang besar. Hal yang akan diteliti adalah kompresibilitasnya yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan setelah pembangunan selesai. Lokasi penelitian adalah tanah lunak di Marelan Terjun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penurunan dari tanah lunak yang terdapat di wilayah tersebut, agar dapat menjadi masukan dalam pembangunan di wilayah tersebut. Penelitian yang akan dilakukan pada tanah lunak Marelan Terjun adalah pengujian sifat fisis, konsolidasi standar dan konsolidasi loading unloading reloading. Hasil penelitian klasifikasi tanah yang diperoleh berdasarkan USCS dapat digolongkan menjadi MH, yaitu lanau berplastisitas tinggi, sedangkan berdasarkan AASHTO dapat digolong menjadi A-7-5 (24), yaitu tanah berlempung. Untuk parameter-parameter pada konsolidasi standar didapat antara lain Cv = 22 x 10-4 cm2/detik; Cc = 0,234; Cr = 0,064; av = 0,266; mv = 0,0914 dan k = 2,68 x 10-7. Sedangkan pada konsolidasi loading unloading reloading didapatkan hasil antara lain Cv = 69 x 10-4 cm2/detik; Cc = 0,183; Cr = 0,0615; av = 0,207; mv = 0,0434 dan k = 2,13 x 10-7. Nilai Cc, av dan mv pada konsolidasi standar lebih besar konsolidasi loading unloading reloading akibat konsolidasi standar yang mengalami pembebanan terus-menerus sampai 160 kg sebelum beban dilepaskan sampai 5 kg. Hal ini dikarenakan pada konsolidasi standar beban diberikan secara terus menerus.

Keywords: �����

standard consolidation; loading unloading reloading consolidatio; soil classification

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kata Kunci:

konsolidasi standar; konsolidasi loading unloading reloading; klasifikasi tanah



Pendahuluan

Perkembangan pembangunan di Indonesia sangat pesat salah satunya adalah di Kota Medan. Seperti yang kita ketahui pusat Kota Medan sudah cukup padat. Hal ini mendorong kita untuk melakukan pembangunan di pinggiran kota. Namun di pinggiran kota tidak jarang kondisi tanah lunak (soft soil).

Tanah merupakan dasar dari setiap kontruksi yang bertugas menopang konstruksi tersebut tetap berdiri (Felina et al., 2019). Pada tanah yang stabil, konstruksi akan berdiri dengan aman. Untuk memperoleh tanah yang stabil, pada umumnya para perencana selalu melakukan persiapan lahan sebelum memulai pelaksanaan konstruksi (Muslikah, 2017). Jenis persiapan lahan yang dilakukan oleh perencana sangat tergantung pada permasalahan lahan yang akan dibangun. Untuk mengetahui permasalahannya secara tepat, para perencana biasanya melakukan penelitian yang berkaitan dengan dua permasalahan utama pada tanah yaitu daya dukung tanah (bearing capacity) dan penurunan tanah (settlement) (Sohail et al., 2012).

Penelitian yang perlu dilakukan salah satunya adalah uji konsolidasi. Uji konsolidasi dilakukan dengan tujuan mempelajari karakteristik penurunan yang akan terjadi pada lapisan tanah tersebut sehingga perencana dapat mengetahui lama waktu yang diperlukan untuk mengkonsolidasikan lapisan tanah pada suatu lahan. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari kerusakan bangunan akibat penurunan permukaan tanah setelah bangunan berdiri (Widjaja & Gunawan, 2015).

Tahapan perbaikan tanah yang dilakukan pada tanah lunak (soft soil) umumnya membutuhkan biaya yang besar (Reynolds, 2013). Salah satu permasalahan pada tanah lunak adalah memiliki kompresibilitas yang besar. Kompresibilitas yang besar mengakibatkan terjadinya penurunan setelah pembangunan selesai. Oleh karena itu, para perencana sering menghindari pembangunan pada lahan soft soil (Chai et al., 2013).

Namun, dengan semakin terbatasnya lahan untuk pembangunan konstruksi yang diperlukan manusia, mengakibatkan tidak dapat dihindarinya pembangunan di atas soft soil. Oleh karena itu, penelitian terhadap soft soil dinilai sangatlah penting dilakukan agar dapat diketahui perilaku penurunan (settlement) tanah tersebut. Besarnya penurunan yang diakibatkan oleh pemberian beban pada tanah dapat dihitung secara manual (Chen, 2012).

Percobaan-percobaan di laboratorium harus dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat fisis dan mekanis tanah agar parameter-parameter tanah diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat diketahui penurunan (settlement) tanah (Kim et al., 2012).

Penelitian ini akan dilakukan di daerah Marelan Terjun. Marelan Terjun ini memiliki kondisi fisik tanahnya berawa-rawa. Dengan kondisi tanah tersebut, daerah Marelan Terjun dapat dijadikan suatu representasi dari karakter tanah lunak. Diharapkan hasilnya nanti dapat digunakan sebagai masukan dalam membangun suatu konstruksi di daerah tersebut (Das, 2019).

Penelitian yang akan dilakukan pada tanah lunak Marelan Terjun adalah pengujian sifat fisis, konsolidasi standar dan konsolidasi loading unloading reloading. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penurunan dari tanah lunak yang terdapat di wilayah tersebut, agar dapat menjadi masukan dalam pembangunan di wilayah tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Metode Penelitian

Langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

 

Penelitian ini akan membahas klasifikasi tanah, sifat fisis serta parameter pada konsolidasi standar dan konsolidasi loading unloading reloading. Berikut adalah tahapan-tahapan pembebanan.

L �������� = Loading

UL������ = Unloading

 

Tabel 1

Tahapan Pembebanan Konsolidasi Standar

 

Beban kumulatif pada sampel

Luas sampel

(cm2)

Tekanan pada sampel (kg/cm2)

L I

5 kg

28,26

0,177

L II

10 kg

28,26

0,354

L III

20 kg

28,26

0,708

L IV

40 kg

28,26

1,416

L V

80 kg

28,26

2,832

L VI

160 kg

28,26

5,664

UL I

80 kg

28,26

2,832

UL II

40 kg

28,26

1,416

UL III

5 kg

28,26

0,177

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2

 

Beban kumulatif pada sampel

Luas sampel

(cm2)

Tekanan pada sampel

(kg/cm2)

L I

5 kg

28,26 cm2

0.177

10 kg

0,354

20 kg

0,708

UL I

10 kg

28,26 cm2

0,354

5 kg

0,177

 

L II

10 kg

28,26 cm2

0.354

20 kg

0,708

40 kg

1,416

80 kg

2,832

 

UL II

40 kg

28,26 cm2

1,416

20 kg

0,708

10 kg

0,354

5 kg

0,177

 

L III

10 kg

28,26 cm2

0,354

20 kg

0,708

40 kg

1,416

80 kg

2,832

160 kg

5,664

 

UL III

80 kg

28,26 cm2

2,832

40 kg

1,416

20 kg

0,708

10 kg

0,354

5 kg

0,177

Tahapan Pembebanan Konsolidasi LUR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil dan Pembahasan

A. Uji Fisis

Pengujian sifat fisis tanah ini menggunakan sampel tanah Terjun Marelan dan pengujian dilakukan di Laboratorium PT. Geostruktur Indonusa, Medan.

 

Tabel 3

Hasil Pengujian Sifat Fisis

No

Description

Hasil Test

1

Atterberg Limit

 

 

LL

55,82%

 

PL

36,39%

 

PI

19,43%

2

Specific Gravity

2,293 gr / cm3

3

Grain size

93,36% lolos no.200

 

Hydrometer Test

90,82% lanau dan lempung 2,54%

4

Kadar Air

118,28%

5

Berat isi basah

1,41 gr/cm3

6

Berat isi kering

0,64 gr/cm3

 

1. Klasifikasi Tanah Menurut USCS

Sampel tanah yang diuji memiliki butiran halus yang lolos saringan no.200 (lebih kecil dari 0,075 mm) sebanyak 93,36%, karena nilai ini > 50%, maka sampel tanah diuji dengan cara memplotkan titik titik indeks plastis (PI) dan batas cair (LL) dapat dilihat pada gambar dibawah.

 

Gambar 1

Klasifikasi Tanah Menurut USCS

 

Berdasarkan Gambar diatas dapat diperhatikan bahwa titik pertemuan antara nilai batas cair dan nilai indeks plastis terletak di bawah garis A, maka tanah tersebut digolongkan ke MH, yaitu lanau berplastisitas tinggi.

2.  Klasifikasi Tanah Menurut AASHTO

Klasifikasi tanah menurut AASHTO diperoleh cara memplotkan titik PI dan LL pada grafik klasifikasi AASHTO seperti pada gambar dibawah.

 

Gambar 2

Klasifikasi Tanah Menurut AASHTO

 

 

 

Group Index diperoleh dengan rumus:

GI=(F-35)(0,2+0,005(LL-40)+0,01(F-15)(PI-10)

maka, didapatkan GI = 24.

 

Berdasarkan gambar diatas, tanah tersebut dapat digolongkan ke kelompok A-7-5 (24) dikarenakan memiliki persentase lolos ayakan No. 200 sebesar 93,36% (≥ 36%), batas cair 55,82% (≥ 41%), dan indeks plastis 19,43% (≥ 11%) (Prasetyo, 2016).

3. Angka Pori (e)

Selama sampel dibebani, sampel akan mengalami penurunan yang mengakibatkan turunnya angka air pori. Berikut adalah tabel perhitungan angka pori pada konsolidasi standar dan konsolidasi loading unloading reloading (LUR).

Tabel 4

Perhitungan Angka Pori Tanah pada Konsolidasi Standar

Tekanan

(kg/cm2)

Penurunan ΔH (cm)

H

(cm)

Void ratio

(e)

0,000

0,000

2,000

2,51

0,177

0,062

1,938

2,40�������������� �����������������������������������

0,354

0,094

1,906

2,34

0,708

0,142

1,858

2,26

1,415

0,268

1,732

2,04

2,831

0,450

1,550

1,72

5,662

0,658

1,342

1,35

2,831

0,630

1,402

1,40

1,415

0,607

1,413

1,44

0,177

0,539

1,446

1,56

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik 1

Hubungan E-Log P` Hasil Pengujian Konsolidasi Standar

 

 

Tabel 5

Perhitungan Angka Pori Tanah pada Konsolidasi LUR

Tekanan

(kg/cm2)

Penurunan ΔH

(cm)

H

(cm)

Void ratio

(e)

0

0.00

2,00

2,51

0,177

0,033

1,967

2,45

0,354

0,056

1,944

2,41

0,708

0,096

1,904

2,34

0,354

0,085

1,915

2,36

0,177

0,075

1,925

2,37

0.354

0,084

1,916

2,36

0,708

0,102

1,898

2,33

1,415

0,166

1,834

2,21

2,831

0,325

1,675

1,94

1,415

0,275

1,725

2,02

0,708

0,250

1,750

2,07

0,354

0,231

1,769

2,10

0,177

0,213

1,787

2,13

0,354

0,215

1,785

2,13

0,708

0,233

1,767

2,10

1,415

0,283

1,717

2,01

2,831

0,425

1,575

1,76

5,662

0,618

1,382

1,42

2,831

0,600

1,400

1,45

1,415

0,571

1,429

1,50

0,708

0,533

1,467

1,57

0,354

0,497

1,503

1,63

0,177

0,466

1,534

1,69

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik 2

Hubungan E-Log P` Hasil Pengujian Konsolidasi Loading Unloading Reloading

 

B. Indeks Pemampatan (Cc)

Pada konsolidasi standar nilai Cc ditinjau dari titik A dan titik B. Berdasarkan peninjauan terhadap titik A dan titik B pada grafik hubungan e-log p` hasil pengujian konsolidasi standar, maka diperoleh data berikut.

������������������������������������� ���������������e1�� = 1,72

��������������������������������������������������� �e2�� = 1,35

��������������������������������������������������� �P1�� = 2,831 kg/cm2

��������������������������������������������������� �P2�� = 5,662 kg/cm2

����������������������� ����������������������������maka didapat Cc = 1,2.

 

Pada konsolidasi LUR nilai Cc ditinjau dari titik A dan titik B. Berdasarkan peninjauan terhadap titik A dan titik B pada grafik hubungan e-log p` hasil pengujian konsolidasi standar, maka diperoleh data berikut:

 

���������������������������������������������������� e1�� = 1,76

���������������������������������������������������� e2�� = 1,42

���������������������������������������������������� P1�� = 2,831 kg/cm2

����������������������������������������������� �����P2�� = 5,662 kg/cm2

� maka didapat Cc = 1,13.

 

C. Indeks Pemampatan Kembali (Cr)

Pada konsolidasi standar nilai Cr ditinjau dari titik C dan D pada grafik hubungan e-log p` hasil pengujian konsolidasi standar, maka diperoleh data sebagai berikut:

��� ����������������������������������������e1�� = 1,56

������������������������������������������� e2�� = 1,40

����������������������������������������������������� P1� = 0,177 kg/cm2

������������������������������������������� P2� = 2,831 kg/cm2

��������������� ���������������������������maka didapat Cr = 0,133.

 

Pada konsolidasi LUR nilai Cr ditinjau dari titik C dan D pada grafik hubungan e-log p` hasil pengujian konsolidasi LUR, maka diperoleh data sebagai berikut:

 

������������������������������������������� e1�� = 2,37

������������������������������������������� e2�� = 2,34

������������������������������������������� P1� = 0,177 kg/cm2

������������������������������������������� P2� = 0,708 kg/cm2

������������������������������������������ maka didapat Cr = 0,05.

 

DKoefisien Konsolidasi (Cv)

 

Tabel 6

Nilai Cv dengan Metode Akar Waktu pada Konsolidasi Standar

Beban

(kg)

Penurunan rata-rata

(cm)

Tinggi rata-rata

(cm)

T90

(detik)

Cv�������

(10-4 cm2/det)

0,5

0,031

1,969

148

55

1,0

0,078

1,922

354

22

2,0

0,118

1,882

489,6

15

4,0

0,205

1,795

313,44

22

8,0

0,359

1,641

396,6

14

16,0

0,554

1,446

1102,2

4

Cv rata-rata��������������� 22

Tabel 7

Nilai Cv dengan Metode Akar Waktu pada Konsolidasi LUR

Beban

(kg)

Penurunan rata-rata

(cm)

Tinggi rata-rata

(cm)

T90

(detik)

Cv�������

(10-4 cm2/det)

0,5

0,0165

1,983

166,2

50

1,0

0,0445

1,955

333,6

24

2,0

0,0760

1,924

313,2

25

1,0

0,0795

1,920

37,2

211

2,0

0,0930

1,907

37,2

208

4,0

0,1340

1,866

176,4

42

8,0

0,2455

1,754

313,2

21

1,0

0,2140

1,786

37,2

183

2,0

0,2240

1,776

648

10

4,0

0,2580

1,742

540

12

8,0

0,3540

1,646

1500

4

16,0

0,5215

1,478

1500

3

Cv rata-rata��������������� 66

E. Koefisien Kemampatan Volume (mv)

 

Tabel 8

Nilai Mv pada Konsolidasi Standar

Tekanan

(Kg/cm2)

Tinggi sampel (cm)

Penurunan

(cm)

mv

(cm2/kg)

0,000

2,000

0,000

0,000

0,177

1,938

0,062

0,175

0,354

1,906

0,094

0,092

0,708

1,858

0,142

0,071

1,415

1,732

0,268

0,095

2,831

1,550

0,450

0,072

5,662

1,342

0,658

0,045

mv rata-rata =�� 0,091

 

Tabel 9

Nilai Mv pada Konsolidasi LUR

Tekanan

(kg/cm2)

Tinggi sampel (cm)

Penurunan

(cm)

mv

(cm2/kg)

0,000

2,000

0,000

0,000

0,177

1,967

0,033

0,093

0,354

1,944

0,056

0,066

0,708

1,904

0,096

0,058

0,354

1,916

0,084

0,026

0,708

1,898

0,102

0,026

1,415

1,834

0,166

0,047

2,831

1,675

0,325

0,060

0,354

1,785

0,215

0,006

0,708

1,770

0,233

0,028

1,415

1,745

0,283

0,040

2,831

1,650

0,425

0,058

5,662

1,382

0,618

0,041

���������������������������� mv rata-rata =��� 0,046

 

F. Koefisien Pemampatan (av) 

Pada konsolidasi standar nilai av ditinjau dari titik A dan titik B. Berdasarkan peninjauan terhadap titik A dan titik B pada grafik hubungan e-log p` hasil pengujian konsolidasi standar, maka diperoleh data berikut:

 

������������������������������������������� e1 � = 1,72

���������� ���������������������������������e2�� = 1,35

���� P1�� = 2,831 kg/cm2

������������������������������������������� P2� = 5,662 kg/cm2

��� maka didapat av = 0,131.

 

Pada konsolidasi LUR nilai av ditinjau dari titik A dan titik B. Berdasarkan peninjauan terhadap titik A dan titik B pada grafik hubungan e-log p` hasil pengujian konsolidasi LUR, maka diperoleh data berikut:

 

�������������������������������������� ����� e1 = 1,76

�������������������������������������������� e2� = 1,42

������������������������������������������� P1� = 2,831 kg/cm2

�� �����������������������������������������P2� = 5,662 kg/cm2

������������������������������������������ maka didapat av = 0,12.

E. Permeabilitas Tanah (k)

 

Tabel 10

Perhitungan Nilai K pada Konsolidasi Standar

Tekanan

(kg/cm2)

mv

(cm2/kg)

Cv akar waktu

(cm2/detik)

k Akar waktu

(cm/det)

0,177

0,175

0,0055

9,72 x 10-7

0,354

0,092

0,0022

2,03 x 10-7

0,708

0,071

0,0015

1,08 x 10-7

1,415

0,095

0,0022

2,06 x 10-7

2,831

0,072

0,0014

1,03 x 10-7

5,662

0,045

0,0004

0,18 x 10-7

k rata-rata =��� 2,68 x 10-7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 11

Perhitungan Nilai K pada Konsolidasi LUR

Tekanan

(g/cm2)

mv

(cm2/kg)

Cv akar waktu

�(cm2/detik)

k Akar waktu

(cm/det)

0,177

0,093

0,0050

4,67 x 10-7

0,354

0,066

0,0024

1,59 x 10-7

0,708

0,058

0,0025

1,45 x 10-7

0,354

0,026

0,0211

5,59 x 10-7

0,708

0,026

0,0208

5,51 x 10-7

1,415

0,047

0,0042

1,99 x 10-7

2,831

0,060

0,0021

1,25 x 10-7

0,354

0,006

0,0183

1,16 x 10-7

0,708

0,024

0,0010

0,29 x 10-7

1,415

0,020

0,0012

0,47 x 10-7

2,831

0,038

0,0004

0,22 x 10-7

5,662

0,056

0,0003

0,15 x 10-7

k rata-rata =��� 2,03 x 10-7

 

 

Tabel 12

Rangkuman Perbandingan Hasil Konsolidasi Standar dan LUR

Parameter

Konsolidasi Standar

Konsolidasi LUR

Cc

1,21

1,13

Cr

0,133

0,05

Cv

22 x 10-4 cm2/detik

66 x 10-4 cm2/detik

av

0,131

0,12

mv

0,091

0,046

k

2,68 x 10-7

2,03 x 10-7

 

F. Pengujian Konsolidasi di Laboratorium

Pengujian konsolidasi satu dimensi biasanya dilakukan di laboratorium dengan alat oedometer sesuai dengan prosedur ASTM D2345. Beban diterapkan dalam 24 jam, dengan benda uji tetap terendam dalam air. Penambahan beban secara periodik setiap 24 jam. Hasil terbaik diperoleh jika penambahan beban adalah 2 kali beban sebelumnya, dengan urutan besar beban 0,5 ; 1; 2; 4; 8; 16 kg/cm2. Untuk tiap penambahan beban, deformasi dan waktunya dicatat.

1.    Angka Pori (e) (Mirsayapov & Koroleva, 2015)

Angka pori dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

 

�������������������������������� ���� e����� � = (H-Ht) / Ht

����������������������������������� e_o ����� = (G_s γ_w)/γ_d -1

������������������������������������� Ht��� �� = Tinggi sampel / (e + 1)

 

2.    Indeks Pemampatan (Cc) (Malikhi, 2016)

Indeks Pemampatan (Cc) adalah kemiringan dari bagian lurus e-log p`, untuk dua titik yang terletak pada bagian lurus dari grafik. Nilai Cc dapat dinyatakan dalam persamaan:

 

 

3.    Indeks Pemampatan Kembali (Cr) (Prasetyo, 2016)

Indeks pemampatan kembali (Cr) adalah kemiringan dari kurva pelepasan beban dan pembebanan kembali pada grafik e-log p`. Cr dapat diperoleh� menggunakan persamaan berikut:

 

4.    Koefisien Konsolidasi (Cv) (Firmansyah, 2014)

Koefisien konsolidasi (Cv) dicari untuk menentukan kecepatan pengaliran air pada arah vertical dalam tanah. Cv dapat dicari dengan metode akar waktu menggunakan persamaan berikut:

 

 

5.    Koefisien Kemampatan Volume (mv) (Hatmoko & Suryadharma, n.d.)

Nilai koefisien kemampatan volume adalah perubahan volume per satuan volume untuk satuan perubahan tegangan sehingga didapat rumus:

 

�= (�atau mv =

 

6.    Koefisien Pemampatan (av) (Dwi, 2018)

Nilai koefisien pemampatan adalah koefisien yang menyatakan kemiringan kurva e - p`. Nilai koefisien pemampatan dapat dicari menggunakan rumus sebagai berikut:

���������������������������������������������������������������������������������������������������������������

 

 

7.    Permeabilitas Tanah (k) (Meiwa, 2021)

Permeabilitas tanah adalah cepat atau lambatnya air meresap ke dalam tanah, baik ke arah horizontal maupun vertical. Permeabilitas tanah dapat dicari menggunakan rumus sebagai berikut:

 

k = Cv . mv . 0,001

 

Kesimpulan��������������������������������������������������������������

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal yakni: klasifikasi tanah menurut USCS digolongkan ke MH, yaitu lanau berplastisitas tinggi. Sedangkan menurut AASHTO digolongkan ke A-7-5 (24), yaitu tanah berlempung. Perbandingan parameter konsolidasi yang didapat antara lain: Cc konsolidasi standar lebih besar daripada Cc konsolidasi loading unloading reloading sebesar 7%, yaitu 1,21 berbanding 1,13; Cr konsolidasi standar lebih besar daripada Cr konsolidasi loading unloading reloading sebesar 166%, yaitu 0,133 berbanding 0,05; Cv konsolidasi standar lebih kecil daripada Cv konsolidasi loading unloading reloading sebesar 200%, yaitu 22 x 10-4 cm2/detik berbanding 66 x 10-4 cm2/detik; av konsolidasi standar lebih besar daripada av konsolidasi loading unloading reloading sebesar 9,16%, yaitu 0,131 berbanding 0,12; mv konsolidasi standar lebih besar daripada mv konsolidasi loading unloading reloading sebesar 98%, yaitu 0,091 berbanding 0,046; k konsolidasi standar lebih besar daripada k konsolidasi loading unloading reloading sebesar 32%, yaitu 2,68 x 10-7 berbanding 2,03 x 10-7. Besar penurunan, koefisien kemampatan volume (mv), indeks pemampatan (Cc), dan koefisien pemampatan (av) pada konsolidasi standar lebih besar dari pada konsolidasi LUR. Hal ini dikarenakan sampel pada konsolidasi standar mengalami tekanan terus menerus sampai 160 kg sebelum beban dilepaskan sampai tekanan 5 kg. Diharapkan parameter-parameter konsolidasi ini dapat menjadi masukan dalam pembangunan di daerah marelan-terjun yang memiliki tanah lunak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Chai, J., Ong, C. Y., Carter, J. P., & Bergado, D. T. (2013). Lateral Displacement Under Combined Vacuum Pressure And Embankment Loading. G�otechnique, 63(10), 842�856. Google Scholar

 

Chen, F. H. (2012). Foundations On Expansive Soils (Vol. 12). Elsevier. Google Scholar

 

Das, B. M. (2019). Advanced Soil Mechanics. Crc Press. Google Scholar

 

Dwi, S. R. P. (2018). Pengaruh Beban Terhadap Penurunan Konsolidasi Fondasi Dangkal Berdasarkan Parameter Compression Index Dan Coefficient Of Volume Compressibility. Universitas Kristen Maranatha. Google Scholar

 

Felina, G. A., Rondonuwu, S. G., & Manaroinsong, L. D. K. (2019). Analisis Deformasi Lempung Lunak Melalui Cyclic Loading Test. Jurnal Sipil Statik, 7(10). Google Scholar

 

Firmansyah, A. (2014). Perilaku Loading Unloading Pada Tanah Organik Yang Disubtitusi Material Bergradasi Kasar (Pasir). Google Scholar

 

Hatmoko, J. T., & Suryadharma, H. (N.D.). Prediksi Pencairan Tanah Akibat Gempa Di Daerah Istimewa Yogyakarta (011g). Google Scholar

 

Kim, Y.-S., Ko, H.-W., Kim, J.-H., & Lee, J.-G. (2012). Dynamic Deformation Characteristics Of Joomunjin Standard Sand Using Cyclic Triaxial Test. Journal Of The Korean Geotechnical Society, 28(12), 53�64. Google Scholar

 

Malikhi, I. (2016). Studi Perbandingan Kuat Dukung Geser Tanah Lempung Lunak Yang Distabilisasi Dengan Kolom Kapur Dan Kolom Campuran Pasir Kapur Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil. Surakarta: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah ï¿½. Google Scholar

 

Meiwa, S. (2021). Engineering Properties (Direct Shear, Tx, Uct, Permeabilitas, Consolidation Test). Google Scholar

 

Mirsayapov, I. T., & Koroleva, I. V. (2015). Experimental And Theoretical Studies Of Bearing Capacity And Deformation Of Reinforced Soil Foundations Under Cyclic Loading. Computer Methods And Recent Advances In Geomechanics: Proceedings Of The 14th International Conference Of International Association For Computer Methods And Recent Advances In Geomechanics, 2014 (Iacmag 2014), 737�742. Google Scholar

 

Muslikah, S. (2017). Studi Konsolidasi Tanah Gambut Dikutaraya Kecamatan Kayuagung. Bearing: Jurnal Penelitian Dan Kajian Teknik Sipil, 5(2). Google Scholar

 

Prasetyo, P. H. (2016). Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Metode Kimiawi Menggunakan Garam Dapur (Nacl). Studi Kasus Tanah Lempung Desa Majenang, Sukodono, Sragen), Tugas Akhir, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. Google Scholar

 

Reynolds, P. W. (2013). Engineering Correlations For The Characterisation Of Reactive Soil Behaviour For Use In Road Design. Google Scholar

 

Sohail, S., Aadil, N., & Khan, M. S. (2012). Analysis Of Geotechnical And Consolidation Characteristics: A Case Study Of Uet, Kala Shah Kaku Campus, Lahore, Pakistan. International Journal Of Engineering And Technology, 4(5), 661. Google Scholar

 

Widjaja, B., & Gunawan, R. (2015). Penentuan Parameter Konsolidasi Sekunder Pada Tanah Anorganik Dan Organik Di Kabupaten Kubu Raya, Pontianak. Google Scholar

 

 

Copyright holder:

Sarfin Halim, Roesyanto, dan Rudi Iskandar (2021)

 

First publication right:

Journal Syntax Admiration

 

This article is licensed under: