Jurnal Syntax Admiration

Vol. 2 No. 11 November 2021

p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356

Sosial Teknik

�

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PT. RAJONET INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FUZZY SERVICE QUALITY

 

Wegi Randol

Universitas Gunadarma, Jakarta, Indonesia

Email: [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

25 Oktober 2021

Direvisi

05 November 2021

Disetujui

15 November 2021

Intensitas persaingan antar penyedia layanan teknologi informasi yang bertambah, ditambah dengan pesaing yang semakin meningkat jumlahnya, sehingga setiap instansi tertantang selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen, memenuhi harapan kebutuhan konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing. Penelitian ini ingin menguji tingkat kepuasan dari kualitas pelayanan website PT. Rajonet Indonesia kepada para pelanggannya sebagai variabel bebas apakah mempengaruhi kepuasan pengguna setelah menggunakan jasa layanan sistem informasi pada website tersebut. Kualitas website sebagai variabel memiliki lima dimensi kualitas yaitu bukti fisik (tangibles), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance)� dan kesungguhan (emphaty) dan dihitung dengan menggunakan sampel pengguna sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan SPSS versi 26.00 untuk melakukan pengolahan data. Hasil penelitian menggunakan metode fuzzy service quality mengambarkan bahwa penilaian terhadap kepuasan pelanggan website PT. Rajonet Indonesia mendapatkan rating scale sangat baik, hal tersebut dibuktikan dengan terdapat empat dimensi yang memiliki nilai gap lebih baik yaitu peringkat (rank) pertama adalah tangibles yang tertinggi karena bernilai positif (0.1) dibandingkan empat dimensi lainnya secara berurutan (responsiveness (0.1), realibility (0), assurance (0) dan emphaty (0)). Hasil lainnya yaitu satu dimensi emphaty bernilai negatif atau -0.5 menjadi perhatian bagi pihak PT. Rajonet Indonesia agar lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanannya.

 

ABSTRACT�������������������������

Increasing intensity of competition among information technology service providers, coupled with ever-increasing competitors, so that each agency is challenged to always pay attention to the needs and desires of consumers, meet the expectations of consumer needs by providing more satisfying services than those carried out by competitors. This thesis wants to test the level of satisfaction of the quality of website services of PT. Rajonet Indonesia to the customers as an independent variable whether it affects user satisfaction after using the information system services on the website. Website quality as a variable has five dimensions of quality, such as (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), assurance (assurance) and sincerity (empathy) and calculated using by user sample of 30 people�s. This study uses SPSS software version 26.00 to perform data processing. The results of the study using the fuzzy service quality method illustrate that the assessment of customer satisfaction PT. Rajonet Indonesia get very good rating scale, this is evidenced by the four dimensions that have a better gap value, namely the first rank is the highest tangibles because the value is positive (0.1) compared to the other four dimensions in a sequence (responsiveness (0.1), reliability (0), assurance (0) and empathy (0)). Another result is just one dimension of empathy is negative or had value -0.5 then that is concern for PT. Rajonet Indonesia to further improve the quality of the services.

Kata Kunci: rajonet indonesiawebsite qualitylogika fuzzy; service quality

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords: rajonet indonesia; website quality; fuzzy logic; service quality



 

Pendahuluan

PT. Rajonet Indonesia merupakan salah satu pencetus konsultan teknologi informasi (TI) yang memiliki website yaitu www.rajonet.com. Sarana PT. Rajonet Indonesia adalah sarana yang menyelenggarakan pelayanan berbasis teknologi informasi untuk perorangan, instansi dan unit lainnya. Pelayanan yang diselenggarakan berupa teknologi informasi dasar atau spesialistik yang ditangani oleh lebih dari satu orang tenaga analis dan dipimpin oleh seorang project leader (analis, senior programmer dan manajemen resiko) (Yushila & Effendi, 2017).

PT. Rajonet Indonesia sampai saat penelitian ini dilakukan sudah memiliki 30 pelanggan setia yang terdiri dari 15 orang dari divisi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 10 orang dari divisi OASE Kabinet Indonesia Maju Republik Indonesia, 10 orang dari divisi Omex Consulting dan 5 orang dari divisi Skularsi Indonesia. Hasil penelitian awal yang dilakukan oleh (Noviandri, 2017) menggunakan metode tunggal service quality menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas dari hampir rata-rata website penyedia jasa layanan aplikasi sejenis PT. Rajonet Indonesia saat ini masih kurang karena berdasarkan nilai gap menunjukkan rata-rata nilai gap seluruh dimensi negatif yaitu -3,361. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi informasi dan minat pelanggan menggunakan penyedia layanan website PT. Rajonet Indonesia masih belum optimal (Sutinah & Simamora, 2018).

Dalam mengukur kualitas website PT. Rajonet Indonesia tersebut ternyata masih diperlukan sebuah metode pengukuran yang lebih akurat lagi diantaranya fuzzy service quality. Fuzzy service quality merupakan gabungan dari metode tunggal service quality yang memiliki himpunan fuzzy yang memberikan sarana untuk mempresentasikan ketidakpastian dalam bentuk dimensi-dimensi tertentu dan merupakan alat untuk pemodelan ketidakpastian yang berhubungan dengan kesamaran, gap dan kekurangan informasi mengenai elemen-elemen tertentu dari masalah yang dihadapi (Frieyadie & Alramuri, 2017). Pada prinsipnya himpunan fuzzy adalah perluasan dari himpunan crisp, yaitu himpunan yang membagi sekelompok individu ke dalam dua kategori, anggota dan bukan anggota dalam hal ini adalah membagi setiap variabel pernyataan kedalam 5 dimensi yaitu bukti fisik (tangibles), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance)� dan kesungguhan (emphaty).

 

Metode Penelitian

1.    Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu. Jelas dan lengkap yang dianggap dapat mewakili populasi. Untuk menentukan ukuran sampel penelitian dari populasi tersebut dapat menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:

 

Keterangan:

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

e� = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan yakni 15%

 

Dengan menggunakan rumus diatas, maka perhitungan sampel adalah:

 

�=17.92 �18

 

Mengingat jumlah sampel minimum dalam penelitian adalah sebanyak 30 orang maka penulis memutuskan untuk menggunakan sampel dari populasi sebanyak seluruhnya yaitu 30 orang pengguna jasa layanan PT. Rajonet Indonesia (Saelan, 2009).

Tabel 1

Sampel Pengguna

No

Bagian Pengguna

Populasi

Perhitungan

Sampel

1

Divisi Humas

Kementerian Kesehatan

Republik Indonesia

15 orang

10

2

Divisi Teknologi Informasi

OASE Kabinet Kerja

Republik Indonesia

10 orang

7

3

Divisi Konsultan

Omex Consulting

10 orang

10

4

Divisi Manajemen

Skularsi Indonesia

5 orang

3

Total

 

 

������� 30

 

Adapun setiap divisi-divisi pengguna yang dipilih adalah berdasarkan para pengguna yang terampil serta bertugas menggunakan dan mengaplikasikan aplikasi dari layanan jasa PT. Rajonet Indonesia (Rohayani, 2013).

2.    Kerangka Pemikiran Masalah

Kerangka pemikiran masalah diperlukan untuk memberikan gambaran sistematika yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penelitian. Adapun kerangka pemikiran masalah dalam penelitian ini ditunjukkan pada gambar berikut:

 

Gambar 1

Kerangka Pemikiran Masalah

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Uji Validitas dan Realibilitas Data

1.    Uji Validitas Data

Uji validitas data dilakukan untuk mengetahui keakuratan data kuesioner. Uji validitas dilakukan pada setiap atribut kuisioner (Anwar, 2017). Uji Validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 26.00 dengan kriteria sebagai berikut:

a.    Jika rhitung > rtabel maka butir pernyataan dikatakan valid.

b.    Jika rhitung <rtabel maka butir pertanyaan dikatakan tidak valid.

Untuk menghitung rtabel terlebih dahulu dicari ttabel dengan menggunakan atau berdasarkan Titik Presentasi Distribusi df = 25, maka nilai ttabel = 2.05954.

Keterangan :

Jumlah variabel������������� : k

Jumlah responden��������� : n

Taraf signifikasi (2 sisi) : 5%

Derajat bebas���������������� : df = n-k

Perhitungan :

Jumlah variabel������������� : 5

Jumlah responden��������� : 30

Taraf signifikansi���������� : 5% / 2 =� 0.025

Derajat bebas���������������� : df = 30 � 5 = 25

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan rtabel diatas jika ttabel > rtabel maka untuk tingkat harapan dan tingkat persepsi adalah valid.

2.    Uji Realibilitas Data

Uji realibilitas data dilakukan untuk menunjukkan bahwa alat ukuran yang digunakan dalam penelitian� mempunyai keandalan sebagai alat ukur, diantaranya diukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu jika fenomena yang diukur tidak berubah. Uji realibilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 26.00 dengan kriteria sebagai berikut:

a.    Jika Cronbach�s Alpha 0.6 > maka butir pernyataan dikatakan realibel.

b.    Jika Cronbach�s Alpha < 0.6 maka butir pernyataan diaktakan tidak realibel.

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2

Hasil Uji Realibilitas

Case Processing Summary

 

 

N

%

Cases

Valid

30

100.0

 

Excludeda

0

.0

 

Total

30

100.0

a.     Listwise deletion based on all variables in the procedure.

 

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

1.670

19

 

Berdasarkan hasil dari uji realibilitas pada persepsi pasien yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 26.00, dapat dilihat bahwa Cronbach�s Alpha = .1,67 Maka Cronbach�s Alpha ≥ 0.6 sehingga butir pertanyaan pada tingkat harapan dan persepsi pengguna jasa PT. Rajonet Indonesia dikatakan realibel atau handal (Harto, 2015).

3.    Analisis Fuzzy Set

Analisis Fuzzy Set Pada Variabel-Variabel Yaitu:

1.    Analisis untuk variabel harapan

Untuk merepresentasikan variabel harapan digunakan representasi dengan diagram membership function berbentuk tabel (Vary, 2017).

 

Tabel 3

Membership Function Untuk Variabel Harapan

Skala Likert

Semesta Pembicaraan

Nama Himpunan Fuzzy

Domain

Range

Satuan

1

0-30

Tidak Puas

0-6

0 6 12

orang

2

0-30

Kurang Puas

7-12

6 12 18

orang

3

0-30

Cukup Puas

13-18

12 18 24

orang

4

0-30

Puas

19-24

18 24 30

orang

5

0-30

Sangat Puas

25-30

24 30 30

orang

 

Diagram membership function untuk variabel harapan dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 2

Fungsi Keanggotaan Variabel Linguistik Harapan

 

 

 

4.    Analisis Sistem Untuk Variabel Persepsi

Untuk mempresentasikan variabel persepsi digunakan tabel himpunan fuzzy variabel persepsi sebagai berikut:

 

Tabel 4

Membership Function Untuk Variabel Persepsi

Skala Likert

Semesta Pembicaraan

Nama Himpunan Fuzzy

Domain

Range

Satuan

1

0-30

Tidak Setuju

0-6

0 6 12

orang

2

0-30

Kurang Setuju

7-12

6 12 18

orang

3

0-30

Cukup Setuju

13-18

12 18 24

orang

4

0-30

Setuju

19-24

18 24 30

orang

5

0-30

Sangat Setuju

25-30

24 30 30

orang

 

Diagram membership function untuk variabel persepsi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

 

Gambar 3

Fungsi Keanggotaan Variabel Linguistik Persepsi

5.    Fuzzyfikasi

Fuzzyfikasi yaitu penentuan Triangular Fuzzy Number (TFN), Triangular Fuzzy Number (TFN) merupakan range nilai dari bobot jawaban responden (Yubel, 2017). TFN terdiri dari tiga nilai batas yaitu nilai batas bawah (α), nilai tengah (α) dan nilai batas atas (α).

Nilai Batas Bawah Atribut:

Nilai Batas Tengah Atribut:

 

 

 

Nilai Batas Atas Atribut:

 

Keterangan:

bi �������= rata-rata nilai fuzzy set per tingkat persepsi

n������� = jumlah responden per tingkat persepsi

 

Berikut adalah bentuk perhitungan fuzzyfikasi untuk tingkat harapan pernyataan 1� secara manual yaitu:

Batas bawah (c)

=

= 21.6

Batas tengah (a)

=

= 26.7

Batas atas (b)

=

= 26.7

Berikut adalah bentuk perhitungan fuzzyfikasi untuk tingkat harapan variabel pernyataan 1 secara manual yaitu:

Batas bawah (c)

=

= 21.6

Batas tengah (a)

=

= 26.7

 

Batas atas (b)

=

= 31.8

Perhitungan tersebut dilakukan untuk mencari nilai Triangular Fuzzy Number (TFN) harapan dan persepsi pada pernyataan ke 1 hingga ke 19 (Marti, 2017). Untuk perhitungan selanjutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama. Berikut ini adalah hasil dari fuzzyfikasi persepsi dengan menggunakan software Microsoft Excel yaitu:

 

 

Tabel 5

Hasil Rekap Rata-Rata Fuzzifikasi Harapan

Nomor Pernyataan

Triangular Fuzzy Number (TFN)

c

A

b

1

21,6

26,7

31,8

2

21

26,2

31,4

3

20,6

26

31,3

4

20,4

25,8

31,1

5

20,4

25,8

31,1

6

20,4

25,8

31,1

7

20,8

26,1

31,4

8

20,6

26

31,3

9

20,4

25,8

31,2

10

20

25,5

31

11

20,4

25,8

31,2

12

20,2

25,6

31

13

20

25,5

31

14

20,8

26,1

31,4

15

19,8

25,3

30,8

16

19,8

25,3

30,8

17

20,8

26,1

31,4

18

21,2

26,4

31,6

19

19,8

25,3

32,5

 

Tabel 5

Hasil Rekap Rata-Rata Fuzzifikasi Persepsi

No Pernyataan

Triangular Fuzzy Number (TFN)

c

a

b

1

21,6

26,7

31,8

2

21

26,2

31,4

3

20,6

26

31,3

4

20,4

25,8

31,1

5

20,6

26

31,3

6

20,6

26

31,3

7

20,8

26,1

31,4

8

20,6

26

31,3

9

20,4

25,8

31,2

10

20

25,5

31

11

20,4

25,8

31,2

12

20,6

26

31,3

13

20

25,5

31

14

20,8

26,1

31,4

15

19,8

25,3

30,8

16

19,8

25,3

30,8

17

20,8

26,1

31,4

18

21,2

26,4

31,6

19

20,2

25,7

31,1

 

 

 

 

6.    Deffuzifikasi

Tahap selanjutnya adalah menghitung nilai defuzzifikasi dari harapan dan persepsi (Sugiyono, 2017). Defuzzifikasi ini dilakukan untuk mendapatkan nilai tunggal yang representatif. Berikut adalah contoh perhitungan defuzzifikasi untuk tingkat harapan pada variabel pernyataan 1 hingga 19 dengan menggunakan rumus Arithmatic Mean yaitu:

�A �B = (�A[x] + �B[y]) / 2

�A �B =

Berikut Adalah Tabel Defuzzifikasi Harapan:

 

Tabel 6

Hasil Rekap Rata-Rata Defuzzifikasi Harapan

Nomor Pernyataan

Triangular Fuzzy Number (TFN)

Defuzzyfikasi

Rank

c

a

b

1

21,6

26,7

31,8

29,3

1

2

21

26,2

31,4

28,8

4

3

20,6

26

31,3

28,7

8

4

20,4

25,8

31,1

28,5

10

5

20,4

25,8

31,1

28,5

11

6

20,4

25,8

31,1

28,5

12

7

20,8

26,1

31,4

28,8

5

8

20,6

26

31,3

28,7

9

9

20,4

25,8

31,2

28,5

13

10

20

25,5

31

28,3

15

11

20,4

25,8

31,2

28,5

14

12

20,2

25,6

31

28,3

16

13

20

25,5

31

28,3

17

14

20,8

26,1

31,4

28,8

6

15

19,8

25,3

30,8

28,1

18

16

19,8

25,3

30,8

28,1

19

17

20,8

26,1

31,4

28,8

7

18

21,2

26,4

31,6

29

2

19

19,8

25,3

32,5

28,9

3

 

Berikut adalah contoh perhitungan defuzzifikasi untuk tingkat persepsi pada variabel pernyataan 1 hingga 19 dengan menggunakan rumus Arithmatic Mean yaitu:

�A �B = (�A[x] + �B[y]) / 2

�A �B =

 

 

 

 

 

 

Berikut Adalah Tabel Defuzzifikasi Persepsi:

Tabel 6

Hasil Rekap Rata-Rata Defuzzifikasi Persepsi

Nomor Pernyataan

Triangular Fuzzy Number (TFN)

Defuzzyfikasi

Rank

c

a

B

1

21,6

26,7

31,8

29,3

1

2

21

26,2

31,4

28,8

3

3

20,6

26

31,3

28,7

7

4

20,4

25,8

31,1

28,5

12

5

20,6

26

31,3

28,7

8

6

20,6

26

31,3

28,7

9

7

20,8

26,1

31,4

28,8

4

8

20,6

26

31,3

28,7

10

9

20,4

25,8

31,2

28,5

13

10

20

25,5

31

28,3

16

11

20,4

25,8

31,2

28,5

14

12

20,6

26

31,3

28,7

11

13

20

25,5

31

28,3

17

14

20,8

26,1

31,4

28,8

5

15

19,8

25,3

30,8

28,1

18

16

19,8

25,3

30,8

28,1

19

17

20,8

26,1

31,4

28,8

6

18

21,2

26,4

31,6

29

2

19

20,2

25,7

31,1

28,4

15

 

7.    Gap Fuzzy Service Quality

a)   Perhitungan Nilai Gap Fuzzy Service Quality Per Atribut

Nilai gap service quality per atribut merupakan selisih dari persepsi dan harapan pengguna jasa PT. Rajonet Indonesia (Davin, 2016). Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana PT. Rajonet Indonesia telah memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan pelanggan. Gap per atribut berperan memberikan evaluasi, terhadap seberapa jauh atribut tersebut memberikan kepuasan dalam menyajikan pelayanan.

Gap untuk pertanyaan ke-1 sampai pertanyaan ke-19, dihitung menggunakan microsoft excel. Diperoleh hasil seperti tabel berikut:

 

Tabel 7

Hasil Rekap Rata-Rata Defuzzifikasi Harapan Dan Persepsi

Variabel

Dimensi

Kode Pernyataan

Defuzzyfikasi Harapan

Defuzzifikasi Persepsi

GAP

Rank

X1

��� Tangibles

1

29.3

29.3

0

4

2

28,8

28,8

0

5

3

28,7

28,7

0

6

4

28,5

28,5

0

7

5

28,5

28,7

0,2

2

6

28,5

28,7

0,2

3

7

28,8

28,8

0

8

X2

Realibility

8

28,7

28,7

0

9

9

28,5

28,5

0

10

10

28,3

28,3

0

11

X3

Responsiveness

11

28,5

28,5

0

12

12

28,3

28,7

0,4

1

13

28,3

28,3

0

13

14

28,8

28,8

0

14

15

28,1

28,1

0

15

X4

Assurance

16

28,1

28,1

0

16

17

28,8

28,8

0

17

X5

Emphaty

18

29

29

0

18

19

28,9

28,4

-0,5

19

 

Keterangan:

Gap = Persepsi � Harapan:

� Variabel X1 Nomor 1 = 28.8 � 28.8= 0.1

Variabel X5 Nomor 19 = 28.4 � 28.9 = -0.5

 

Kemudian Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil gap nomor 1 hingga 18 baik harapan dan persepsi memiliki nilai positif, hanya ada 1 variabel pernyataan yang memiliki nilai negatif yaitu pernyataan ke 19 tentang pelayanan kepada semua peanggan atau pengguna jasa tanpa memandang status sosial dan sejenisnya dengan nilai gap -0.5 (Sadewa, 2017). Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pelanggan PT. Rajonet Indonesia sudah merasa puas dengan 19 variabel pernyataan tersebut dan hanya satu variabel saja yang belum mencapai tingkat kepuasan maksimal terhadap PT. Rajonet Indonesia karena gap bernilai negatif.

8.    Perhitungan Nilai Gap Service Quality Per Dimensi

Nilai gap service quality per dimensi adalah selisih persepsi dan harapan pengguna jasa layanan PT. Rajonet Indonesia yang menunjukkan sejauh mana PT. Rajonet Indonesia telah memberikan kepuasan pelayanan sesuai dengan keinginan pengguna berdasarkan kelima dimensi kualitas layanan (Zeithaml, 2015). Hasil perhitungan berdasarkan tabel 7 diatas terdapat pada tabel sebagai berikut:

 

 

 

 

 

Tabel 8

Perhitungan Gap Per Atribut Setiap Dimensi

Variabel

Dimensi

Harapan

Persepsi

GAP

Rank

X1

Tangibles

28,7

28,8

0,1

1

X2

Realibility

28,5

28,5

0

3

X3

Responsiveness

28,4

28,5

0,1

2

X4

Assurance

28,5

28,5

0

4

X5

Emphaty

30

28,7

-1,3

5

 

Keterangan:

Gap = Persepsi � Harapan:

Variabel X1 = 28.8 � 28.7 = 0.1

Variabel X5 = 28.7 � 30 = -1.3

 

Kesimpulan��������������������������������������������������������������

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka kesimpulannya yaitu, pengukuran terhadap lima dimensi kualitas pelayanan didapatkan keempat variabel memiliki gap positif. Gap positif berarti keseluruhan dimensi menyatakan bahwa tingkat kepuasan yang diharapkan oleh pelanggan yang menggunakan jasa layanan PT. Rajonet Indonesia sudah sesuai dengan kenyataan yang diterima. Dalam kelima dimensi fuzzy service quality ini terdapat empat dimensi yang memiliki nilai gap lebih baik yaitu peringkat (rank) pertama adalah tangibles yang tertinggi karena bernilai positif (0.1) dibandingkan empat dimensi lainnya secara berurutan (responsiveness (0.1), realibility (0), assurance (0) dan emphaty (0)). Hasil lainnya yaitu satu dimensi emphaty bernilai negatif atau -0.5 menjadi perhatian bagi pihak PT. Rajonet Indonesia agar lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanannya. Dari nilai gap per variabel pernyataan dalam dimensi kualitas pelayanan hanya terdapat tiga variabel pernyataan yang memiliki nilai positif lebih besar yaitu pernyataan ke 12 tentang informasi yang jelas dan mudah dimengerti dengan nilai gap 0.4, pernyataan nomor 5 tentang struktur menu website dengan nilai gap 0.2 dan pernyataan ke 6 tentang kelengkapan fasilitas jasa dengan nilai gap 0.2. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa 15 variabel pernyataan lainnya juga sudah memenuhi tingkat kepuasan dari para pelanggan PT. Rajonet Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Anwar. (2017). Validitas dan realibilitas. Jurnal Sistem Informasi, 3 (1�3). Google Scholar

 

Davin. (2016). Analisis fuzzy quality Service pada model aplikasi bisnis dan manajemen. Jurnal Teknologi Informasi, 3. Google Scholar

 

Frieyadie, F., & Alramuri, D. (2017). Implementasi Metode Fuzzy Servqual untuk Menilai Pelayanan Customer Service terhadap Kepuasan Pelanggan di PT. Telkom. Jurnal Techno Nusa Mandiri, 14 (2), 111�116. Google Scholar

 

Harto, B. (2015). Analisis tingkat kepuasan pelanggan dengan pendekatan fuzzy servqual dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan (studi kasus di bengkel resmi bajaj padang). Jurnal TeknoIf ISSN 2338-2724, 3 (1). Google Scholar

 

Marti, K. P. S. (2017). Analisis perbandingan kualitas pelayanan Garuda Indonesia Airlines dengan Etihad Airways menggunakan metode fuzzy service.quality. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 4 (3�19). Google Scholar

 

Noviandri. (2017). Implementasi metode service quality untuk menilai kepuasan pelanggan CV. Rajonet indonesia. Jurnal Sistem Informasi. Google Scholar

 

Rohayani, H. (2013). Analisis sistem pendukung keputusan dalam memilih program studi menggunakan metode logika fuzzy. JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal), 5 (1). Google Scholar

 

Sadewa. (2017). Kualitas variabel dalam dimensi penelitian. Jakarta : Modula. Google Scholar

 

Saelan, A. (2009). Logika Fuzzy. Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika. Institut Tekologi Bandung. Google Scholar

 

Sugiyono. (2017). Teknik sampling dan populasi. Jakarta : Modula. Google Scholar

 

Sutinah, E., & Simamora, O. R. (2018). Metode fuzzy servqual dalam mengukur kepuasan pasien terhadap kualitas layanan BPJS kesehatan. Jurnal Informatika, 5 (1), 90�101. Google Scholar

 

Vary. (2017). Dimensi kualitas dan pelayanan dalam sebuah sistem. Jurnal Sistem Informasi, 2. Google Scholar

 

Yubel. (2017). Fuzzyfikasi dan defuzzifikasi. Jurnal Teknologi Informasi, 7. Google Scholar

 

Yushila, A. B., & Effendi, U. (2017). Analisis Kepuasan Konsumen Dengan Metode Fuzzy�Servqual Dan Quality Function Deployment (Studi Kasus Caf� Right Time Malang). Jurnal Teknologi Pertanian, 18 (2), 107�118. Google Scholar

 

Zeithaml, B. dan P. (2015). Lima dimensi kualitas pelayanan. Jurnal Teknologi Informasi, 10. Google Scholar

 

Copyright holder:

Wegi Randol (2021)

 

First publication right:

Jurnal Syntax Admiration

 

This article is licensed under: