How to cite:
Fajri, F, M., (2022) Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode
Blocplan, Jurnal Syntax Admiration 3(3).
https://doi.org/10.46799/jsa.v3i3.403
E-ISSN:
2722-5356
Published by:
Ridwan Institute
Jurnal Syntax Admiration
Vol. 3 No. 3 Maret 2022
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356
Sosial Teknik
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK PRODUKSI MEJA LIPAT
MENGGUNAKAN METODE BLOCPLAN
Firman Maulana Fajri
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma Jakarta, Indonesia
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
25 Januari 2022
Direvisi
05 Februari 2022
Disetujui
15 Februari 2022
Tata letak ialah suatu landasan utama dalam sebuah industri.
Selain itu tata letak didefinisikan sebagai tata cara pengaturan
fasilitas-fasilitas untuk menunjang kelancaran proses
operasional di dalamnya. Dengan pengaturan yang mencoba
memanfaatkan luas area (space) untuk menempatkan
penyimpanan material (storage) yang bersifat temporer ataupun
permanen, kelancaran gerakan perpindahan material, dan
personal. Perbaikan tata letak pada perusahaan membuat urutan
proses produksi menjadi lebih maksimal, dan jarak
perpindahan yang dilakukan perbaikan juga membuat jarak
tersebut menjadi lebih singkat dan tentunya produksi yang
dihasilkan menjadi maksimal. BLOCPLAN merupakan sistem
perancangan tata letak fasilitas yang dikembangkan oleh
Donaghey dan Pire pada departemen Teknik Industri,
Universitas Houston. Program ini membuat dan mengevaluasi
tipe-tipe tata letak dalam merespon data masukan.
Pengembangan tata letak hanya dapat dicari dengan melakukan
perubahan atau pertukaran letak departemen satu dengan
lainnya. Selain peta keterkaitan BLOCPLAN kadang-kadang
juga menggunakan input data lain yaitu from-to chart, hanya
saja kedua input tersebut hanya digunakan salah satu saja saat
melakukan evaluasi tata letak. Material Handling (penanganan
material) ini merupakan proses pemindahan material berupa
bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi menuju
ke suatu tempat yang diinginkan. Pada penelitian yang
dilakukan di perusahaan tata letak, jarak perpindahan, dan
material handling yang dilakukan mengalami perbaikan pada
penelitian ini.
ABSTRACT
Layout is the mainstay of an industry. In addition the layout is
defined as the procedures for arranging facilities to support the
smooth running of operational processes within them. With
arrangements that utilize the area (space) to store material
Kata Kunci: Tata
Letak; Blocplan;
Material Handling
Firman Maulana Fajri
530 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
Keywords: Layout;
Blockplan; Material
Handling
(storage) that is temporary or permanent, the smooth
movement of material transfer, and personal. The improvement
in the layout in the company makes the order of the production
process more maximal, and the impossibility that the
improvements are made also makes the distance shorter and of
course the production that is produced to the maximum.
BLOCPLAN is a facility layout planning system developed by
Donaghey and Pire in Industrial Engineering, University of
Houston. The program creates and evaluates layout types in
response to input data. Layout development can only be
achieved by making changes or exchanging layouts with one
another. In addition to the BLOCPLAN linkage map sometimes
also using other input data namely from-to chart, only the two
inputs are used one by one when performing the layout
evaluation. Material Handling (Material Handling) is the
process of transferring material in the form of raw materials,
semi -finished goods, and goods to the desired place. In the
study conducted in the layout, displacement distance, and
handling of the material conducted made improvements in this
study.
Pendahuluan
Permintaan produk yang semakin meningkat membuat perusahaan berlomba-
lomba memenuhi kebutuhan konsumen dengan biaya produksi yang rendah agar
perusahaan tersebut dapat mendapatkan keuntungan yang maksimal (ZAHROK, 2021).
Suatu perusahaan akan melakukan berbagai cara agar hal tersebut terpenuhi dengan
melakukan perancangan tata letak.
Aktvitas produksi yang baik dengan memperhatikan kelancaran gerakan produksi,
perpindahan material baik yang bersifat sementara maupun permanen, tenaga kerja, dan
sebagainya akan menghasilkan proses produksi yang lebih optimal, baik dari segi waktu
dan juga kualitas yang dihasilkan. Tata letak atau layout dapat didefinisikan sebagai tata
cara pengaturan fasilitas yang berguna untuk menunjang kelancaran dan hasil produksi,
serta mengurangi tingkat cacat produk atau resiko produk gagal (Handayani &
Asmungi, 2018).
Perusahaan ini merupakan suatu pabrik atau industri bisnis mebel meja yang
melakukan proses produksi mulai dari bahan baku kayu sampai dengan barang jadi
untuk memenuhi kebutuhan pasar. Proses produksi harus lebih diperhatikan, mulai dari
material pembuatan, alat angkut yang digunakan, tenaga kerja dan waktu perpindahan
termasuk dalam faktor-faktor yang dapat menentukan penempatan stasiun kerja yang
baik. Penempatan departemen kerja yang kurang efisien dilihat dari mesin yang kurang
teratur, jarak antar departemen yang jauh, waktu perpindahan material antar departemen
yang lama dan beberapa faktor penghambat lainnya dapat mengganggu produksi,
bahkan dapat membuat resiko produk gagal atau tidak optimal menjadi lebih besar.
Kondisi jalan masuk pabrik yang sempit juga mengakibatkan terhambatnya aliran
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 531
masuk bahan baku dan aliran keluar produk jadi. Tata letak yang baik juga
memperhatikan alat angkut yang digunakan saat terjadi perpindahan departemen kerja
pada produk yang sedang di proses, maka dari itu material handling disini berguna
untuk memecahkan masalah yang meliputi penangan, pemindahan, pengemasan,
penyimpanan, serta pengendalian pada bahan-bahan atau barang dalam segala bentuk.
Dengan berkembangnya usaha mebel dari perusahaan ini, maka perusahaan ingin
memperbaiki tata letak agar dapat memaksimalkan keuntungan dengan memanfaatkan
biaya perpindahan yang rendah. Karena pada tata letak perusahaan ini masih memiliki
jarak perpindahan yang tidak berdekatan dan masih banyak pekerja yang berpindah area
departemen dari departemen A ke departemen B tetapi melalui departemen yang lain
terlebih dahulu, sehingga terjadi kesibukan berlebih pada perpindahan departemen. Tata
letak yang akan digunakan untuk perusahaan menggunakan metode Blocplan. Metode
Blocplan digunakan pada penelitian ini adalah untuk mempermudah menemukan layout
terbaik dari yang terbaik dengan cara pemilihan acak yang dilakukan pada aplikasi
Blocplan (Purnianto, 2018). Hal ini pun sangat berefek pada hasil produksi yang dapat
lebih banyak dari sebelum perbaikan tata letak di lakukan. Tujuan penelitian berisikan
hal-hal yang ingin dicapai. Berikut ini merupakan tujuan penelitian : merancang ulang
tata letak perusahaan menggunakan metode Blocplan, menentukan biaya perpindahan
terendah yang didapat dari perbaikan tata letak (Setiyawan et al., 2017).
Metode Penelitian
Metodologi penelitian terdiri dari studi literatur, tujuan penelitian, pengumpulan
data, pengolahan data, analisis data, serta dengan kesimpulan dan saran (Khair, 2021).
Penelitiannya berupa perbaikan tata letak area departemen kerja Terdapat diagram alir
yang menunjukkan proses penelitian ini. Berikut merupakan diagram alir yang
digunakan dalam penelitian:
Studi Literatur
Tujuan penelitian :
1. Merancang ulang tata letak menggunakan metode Blocplan
2. Menentukan biaya perpindahan terendah yang didapat dari
perbaikan tata letak
Pengumpulan data :
1. Pengumpulan data ukuran setiap departemen
2. Pengumpulan data jarak antar departemen untuk material handling
3. Pembuatan tata letak awal
Pengolahan data :
1. Pembuatan Activity Relationship Chart (ARC)
2. Pembuatan Blocplan
3. Pembuatan Area Allocation Diagram (AAD)
4. Pembuatan tata letak perbaikan
5. Perhitungan biaya perpindahan antar departemen
(Material Handling)
Analisis data :
1. Menganalisis Activity Relationship Chart (ARC)
2. Menganalisis hasil dari Blocplan
3. Menganalisis Area Allocation Diagram (AAD)
4. Menganalisis pembuatan tata letak perbaikan
5. Menganalisis Biaya perpindahan sebelum dan sesudah pebaikan
tata letak
Kesimpulan dan Saran
Gambar 1
Diagram Alir Metodologi Penelitian
Firman Maulana Fajri
532 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
1. Penjelasan Diagram Alir
Diagram alir merupakan bagan yang menjelaskan alur dari penelitian dari awal
sampai dengan selesai penelitian. Penelitian ini dilakukan di perusahaan mebel di
daerah Bekasi. Pada penelitian ini yang diamati adalah tata letak dan biaya
perpindahan antar departemen pada perusahaan mebel.
Pada awal dari penelitian yang dilakukan yaitu studi literatur. Studi literatur
adalah metode pengumpulan data pustaka melalui sejumlah buku-buku, membaca,
mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Studi literatur merupakan pengumpulan
beberapa teori dari para ahli yang berhubungan dengan penelitian (Sari & Asmendri,
2020). Tujuan pertama dari penulis adalah merancang ulang tata letak menggunakan
metode Blocplan. Tujuan kedua dari penulis adalah menentukan biaya perpindahan
terendah yang didapat dari perbaikan tata letak.
Pengumpulan data yang pertama adalah pengumpulan data ukuran setiap
departemen, pada hal ini penulis mendapatkan informasi tentang ukuran panjang
maupun lebar dari setiap departemen dari pemilik perusahaan melalui wawancara
(Christie, 2011). Pengumpulan data yang kedua adalah pengumpulan data jarak antar
departemen untuk material handling atau biaya perpindahan, pada hal ini penulis
mendapatkan informasi tentang ukuran panjang maupun lebar dari setiap departemen
dari pemilik perusahaan melalui wawancara (AZ-ZAHRAH, 2021). Pengumpulan
data yang ketiga pada penelitian ini adalah pembuatan tata letak awal, pada hal ini
penulis melakukan pengukuran berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik
perusahaan, dimulai dari posisi setiap departemen dan jarak antara departemen untuk
mengetahui awal dari tata letak perusahaan yang akan digunakan untuk pembanding
tata letak sebelum dengan sesudah perbaikan.
Pengolahan data yang pertama adalah pembuatan Activity Relationship Chart
(ARC), pada hal ini pengolahan data dilakukan untuk mengetahui hubungan antar
departemen yang dibuat terlebih dahulu sebelum pembuatan BLOCPLAN, Area
Allocation Diagram (AAD) dan perbaikan tata letak (Khair, 2021). Departemen yang
berada pada perusahaan mebel adalah Receiving, Area Pengukuran, Area
Pemotongan, Area Penghalusan Area Pelapisan, Area Perakitan, Area Check, dan
Shipping. Pengolahan data yang kedua adalah pembuatan BLOCPLAN dengan
memasukkan data awal dari pengumpulan data yang dilakukan. Pengolahan data
yang ketiga adalah Area Allocation Diagram (AAD), pada hal ini dilakukan dengan
menggunakan hasil dari perangkat lunak BLOCPLAN. Pengolahan data yang
keempat adalah pembuatan tata letak perbaikan menggunakan hasil Area Allocation
Diagram (AAD) dari perangkat lunak BLOCPLAN yang diaplikasikan kedalam
Microsoft Visio untuk pembuatan tata letak perbaikan, dan membandingkan tata letak
sebelum dan sesudah perbaikan. Pengolahan data yang kelima adalah perhitungan
biaya perpindahan material, tetapi dilakukan perhitungan jarak antar departemen
terlebih dahulu sebelum memasuki perhitungan biaya perpindahan material.
Tahap selanjutnya yaitu analisis data dari hasil pengolahan data, analisis yang
dilakukan oleh penulis dilakukan dari menganalisis Activity Relationship Chart
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 533
(ARC) yaitu memberikan penjelasan hubungan-hubungan antar departemen
Receiving sampai dengan Shipping (Hermawan & Yusran, 2017). Analisis berikutnya
adalah menganalisis hasil dari aplikasi BLOCPLAN sebelum dilakukan pembuatan
Area Allocation Diagram (AAD). Analisis berikutnya adalah Area Allocation
Diagram (AAD) yaitu dengan menggunakan hasil dari perangkat lunak BLOCPLAN
dengan layout terbaik dari 20 layout yang dibuat secara acak pada perangkat lunak
tersebut. Analisis berikutnya adalah menganalisis pembuatan tata letak perbaikan,
pada bagian ini menjelaskan perbedaan antara tata letak awal dan tata letak perbaikan
yang telah dibuat oleh penulis. Analisis berikutnya adalah menganalisis biaya
perpindahan sebelum dan sesudah perbaikan tata letak yaitu penulis melakukan
analisis perhitungan jarak antar departemen pada tata letak awal dan membandingkan
dengan perhitungan jarak antar departemen pada tata letak kedua. Perbandingan yang
dilakukan penulis bertujuan untuk mengetahui biaya perpindahan yang didapat
sebelum perbaikan dan sesudah perbaikan.
Kesimpulan dilakukan oleh penulis untuk menjawab tujuan penelitian yang
telah dilakukan dengan secara singkat pada intinya. Saran dilakukan oleh penulis
untuk memberikan masukan kepada pihak yang bersangkutan.
Hasil dan Pembahasan
1. Proses Produksi Pembuatan Meja Lipat
Pada tempat penelitian ini merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang mebel yang memproduksi meja lipat untuk memenuhi kebutuhan dari
konsumen. Proses pembuatan meja lipat dilakukan melalui beberapa tahapan proses.
Pada gambar dibawah ini merupakan alur proses pembuatan meja lipat.
Firman Maulana Fajri
534 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
Mengambil bahan baku di area receiving
Melakukan pengukuran alas meja di area
pengukuran
Melakukan pemotongan alas meja di
area pemotongan setelah dari
pengukuran
Melakukan penghalusan alas meja di
area penghalusan sebelum dilakukan
pelapisan alas meja
Melakukan pelapisan pada alas meja
dengan menggunakan HPL pada area
pelapisan
Melakukan pengecekan secara
menyeluruh di area check sebelum
dilakukan pengemasan
Melakukan perakitan alas meja dengan
cup holder, tempat gadget, usb hub, laci,
dan kaki aluminium meja
Melakukan pengemasan produk meja
lipat di area pengemasan
Melakukan perpindahan produk meja
setelah pengemasan ke shipping
Gambar 2
Alur Proses Produksi Produk Meja Lipat
Proses produksi dalam produk meja lipat yang di buat oleh perusahaan, proses
awal dari produksi meja lipat ialah pengambilan bahan baku pada area receiving
yang nantinya akan digunakan untuk alas meja dari meja lipat. Proses kedua ialah
dilakukannya pengukuran pada bahan baku untuk dibentuk pola sesuai dengan
kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Proses ketiga pada pembuatan produk meja lipat ialah melakukan penghalusan
pada alas meja yang berguna untuk membersihkan sisa-sisa dari area pemotongan
dan membuat alas meja menjadi rata sebelum dilakukan pelapisan pada area
pelapisan.
Proses keempat pada pembuatan produk meja lipat ialah melakukan pelapisan
dengan menggunakan HPL Taco agar meja dapat bertahan lebih lama dan terhindar
dari rayap. Pelapisan HPL Taco juga berguna untuk melindungi bagian alas meja
yang rentan terhadap pelapukan apabila ada air pada alas meja yang berasal dari cup
holder.
Proses kelima pada pembuatan produk meja lipat ialah melakukan perakitan
secara menyeluruh dimulai dari kaki aluminium meja lipat, lalu pemasangan cup
holder, tempat gadget, usb hub, dan laci. Pada proses ini untuk kaki aluminium
mempunya rumah kaki yang berfungsi sebagai pondasi dari kaki aluminium tersebut
yang di baut menggunakan baut plus (+).
Proses keenam pada pembuatan produk meja lipat ialah melakukan pengecekan
secara menyeluruh mulai dari kerapatan lem pada HPL Taco, presisi pemasangan
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 535
cup holder, tempat gadget, usb hub, dan laci. Perusahaan memiliki toleransi
pemasangan fitur tersebut sebesar 1 cm untuk kanan, kiri, atas, dan bawah.
Proses ketujuh pada pembuatan produk meja lipat ialah pengemasan produk
yang telah lolos dari pengecekan dan pada proses pengemasan menggunakan karton
atau kardus yang dikemas kembali dengan plastk. Proses terakhir pada pembuatan
produk meja lipat ialah perpindahan produk dari area pengemasan ke area shipping,
pada area shipping produk akan didistribusikan langsung kepada konsumen melalui
online shop maupun kepada pemasok.
2. Tata Letak Awal Perusahaan
Tata letak awal perusahaan adalah tata letak yang menjadi acuan untuk
pembuatan perbaikan tata letak dan menjadi untuk mengetahui Activity Relationship
Chart, Area Allocation Diagram, dan alur proses perpindahan dari satu departemen
ke depatemen lainnya. Tata letak awal perusahaan juga mempermudah penelitian ini
untuk mengetahui jarak dari satu departemen ke departemen lainnya karena memiliki
ukuran luas area departemen. Berikut ini merupakan tata letak awal dari perusahaan.
Gambar 3
Tata Letak Awal Perusahaan
a. Material Handling
Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu
memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal
yang harus diperhatikan adalah tipe layout yang akan digunakan.
Tujuan utama dari usulan penggunaan material handling adalah untuk
mengurangi biaya produksi dan mencapai proses produksi yang lebih efektif,
serta mengurangi tingkat resiko kelelahan pekerja. Selain itu, material handling
sangat berpengaruh terhadap operasi dan perancangan fasilitas yang
diimplementasikan.
Firman Maulana Fajri
536 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
b. Perhitungan Jarak Perpindahan Antar Departemen
Perhitungan jarak perpindahan antar departemen ini dilakukan untuk
menentukan jarak berdasarkan luas lantai. Hal ini diperlukan data lintasan yang
dilalui material dari satu departemen ke departemen berikutnya. Sehingga jarak
antar departemen dapat dihitung berdasarkan luas lantai asal, departemen yang
dilalui, dan departemen tujuan. Hasil dari perhitungan jarak digunakan sebagai
data pendukung dalam melakukan perhitungan ongkos material handling.
Berikut Tabel 1 merupakan perhitungan jarak berdasarkan luas antar departemen
secara berurut mengikuti pola aliran proses produksi pembuatan meja lipat pada
perusahaan. Berikut meruapakan hasil tabel dari luas area departemen dan
perhitungan jarak antar departemen sebelum dan sesudah perbaikan pada
perusahaan.
Tabel 1
Luas Area Departemen pada Perusahaan
Area Departemen
Luas Area
Receiving
30
Area Pengukuran
12
Area Pemotongan
16
Area Penghalusan
12
Area Pelapisan
16
Area Perakitan
16
Area Check
12
Area Pengemasan
16
Shipping
30
Tabel 2
Perhitungan Jarak Antar Departemen Sebelum Perbaikan pada Tata Letak Berdasarkan
Luas Area
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Urutan Proses
Perpindahan
Luas Area
(Meter)
Total Jarak
(Meter)
1
Receiving
Area
Pengukuran
A
B
30
12
4,47
2
Area
Pengukuran
Area
Pemotongan
B
C
12
16
3,73
3
Area
Pemotongan
Area
Penghalusan
C
D
16
12
3,73
4
Area
Penghalusan
Area Pelapisan
D
E
12
16
3,73
5
Area Pelapisan
Area perakitan
E
F
16
16
4
6
Area perakitan
Area Check
F
G
16
12
3,73
7
Area Check
Area
Pengemasan
G, C, D
H
12, 16,
12
16
11,20
8
Area
Pengemasan
Shipping
I
J
16
30
4,73
Tabel diatas menunjukan total jarak yang didapat dari hasil perhitungan
antara satu departemen ke departemen berikutnya sesuai dengan alur proses
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 537
produksi dari perusahaan. Tabel diatas hanya berisikan 8 nomor saja, karena
hubungan antar departemen yang dilakukan dan pada bagian akhir dari shipping
tidak ada hubungan antar departemen dengan departemen manapun. Berikut
adalah contoh perhitungan salah satu total jarak dalam satuan meter yang
diambil dari area check menuju ke area pengemasan yang melalui area
pemotongan dan area penghalusan.
Rumus Perhitungan :
Jarak antar departemen = ½ √luas departemen G + √luas departemen C +
√luas departemen D + ½ √luas departemen H
= ½ √12 + √16 + √12 + ½ √16 = 11,20 meter
Hasil diatas menunjukan total jarak antar departemen area check menuju
ke area pengemasan sebelum dilakukannya perbaikan melalui area pemotongan
dan area penghalusan dengan jarak sebesar 11,20 meter.
Tabel 3
Perhitungan Jarak Antar Departemen Sesudah Perbaikan pada Tata Letak Berdasarkan
Luas Area
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Urutan Proses
Perpindahan
Luas Area
(Meter)
Total Jarak
(Meter)
1
Receiving
Area
Pengukuran
A
B
30
12
4,47
2
Area
Pengukuran
Area
Pemotongan
B
C
12
16
3,73
3
Area
Pemotongan
Area
Penghalusan
C
D
16
12
3,73
4
Area
Penghalusan
Area Pelapisan
D
E
12
16
3,73
5
Area Pelapisan
Area perakitan
E
F
16
16
4
6
Area perakitan
Area Check
F
G
16
12
3,73
7
Area Check
Area
Pengemasan
G, C, D
H
12
16
3, 73
8
Area
Pengemasan
Shipping
I
J
16
30
4,73
Tabel diatas menunjukan total jarak yang didapat dari hasil perhitungan
antara satu departemen ke departemen berikutnya sesuai dengan alur proses
produksi dari perusahaan. Tabel diatas hanya berisikan 8 nomor saja, karena
hubungan antar departemen yang dilakukan dan pada bagian akhir dari shipping
tidak ada hubungan antar departemen dengan departemen manapun. Berikut
adalah contoh perhitungan salah satu total jarak dalam satuan meter yang
diambil dari area check menuju ke area pengemasan.
Rumus Perhitungan :
Jarak antar departemen = ½ √luas departemen G + ½ √luas departemen H
= ½ √12 + ½ √16 = 3,73 meter
Hasil diatas menunjukan total jarak antar departemen area check menuju
ke area pengemasan sesudah dilakukannya perbaikan dengan jarak sebesar 3,73
Firman Maulana Fajri
538 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
meter. Perhitungan jarak antar departemen tersebut mengalami penurunan jarak
sebesar 7,47 meter atau 66,70%. Perhitungan tersebut juga berlaku untuk
departemen sebelum dan selanjutnya yang dilewati selama proses produksi
pembuatan meja lipat berlangsung. Proses produksi pembuatan meja lipat di
perusahaan ini juga memiliki luas lantai yang sudah dihitung dengan
memperhatikan allowance atau kelonggaran pada setiap area departemen.
Kelonggaran digunakan agar luas dari setiap area departemen dapat
dimaksimalkan sesuai dengan penggunaan yang ada.
Total jarak yang sudah didapat akan menjadi data pendukung yang akan
digunakan untuk mencari ongkos material handling. Ongkos material handling
dihitung untuk menentukan pemilihan biaya perpindahan material yang terbaik
dengan memperhatikan ongkos atau biaya penggunaan dan tingkat efektif serta
efisiensi proses produksi.
c. Ongkos Perpindahan Material menggunakan Manusia
Ongkos perpindahan material menggunakan manusia adalah biaya yang
dikeluarkan pada saat perpindahan material yang digunakan untuk membayar
kinerja dari yang melakukan perpindahan material tersebut dari departemen ke
departemen yang lainnya. Disisi lain dari ongkos perpindahan material
menggunakan manusia juga pekerja mendapatkan upah per hari sebesar
Rp.150.000,-. Pekerja melakukan pekerjaan selama 10 jam per hari dalam 25
hari kerja. Berikut dibawah ini merupakan tabel perhitungan manual material
handling untuk satu hari proses pembuatan meja lipat.
Tabel 4
Perhitungan Manual Material Handling Manusia
Sebelum Perbaikan Tata Letak
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Alat
Angkut
Frekuensi
Ongkos/meter
(Rp)
Jarak
Total
Ongkos
(Rp)
1
Receiving
Area
Pengukuran
Manusia
16
12,501
4,47
894
2
Area
Pengukuran
Area
Pemotongan
24
12,501
3,73
1.119
3
Area
Pemotongan
Area
Penghalusan
24
12,501
3,73
1.119
4
Area
Penghalusan
Area
Pelapisan
38
12,501
3,73
1.772
5
Area
Pelapisan
Area
Perakitan
40
12,501
4
2.000
6
Area
Perakitan
Area Check
42
12,501
3,73
1.958
7
Area Check
Area
Pengemasan
24
12,501
11,2
3.360
8
Area
Pengemasan
Shipping
30
12,501
4,73
1.774
Total
13.997
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 539
Perhitungan ongkos manual material handling manusia di ambil
berdasarkan rumus perhitungan yang sudah ditentukan. Manual material
handling ini juga sebagai acuan awal material handling pada perusahaan.
Manual material handling untuk ongkos material handling disini menggunakan
tenaga manusia, jumlah upah operator dan dengan dikalikan 3 detik per meter
gerakan.
Upah operator/ hari = Rp.150.000
Upah operator/ detik =
= = Rp.4,167
OMH Manusia = Upah operator x detik per meter
= Rp.4,167 x 3 detik/meter
= Rp.12,501/ meter
Total Ongkos = Frekuensi/hari x Ongkos/m x Jarak antar departemen
= 16 x 12,501 x 4,47
= Rp. 894.
Total ongkos material handling menggunakan manusia pada sebelum
perbaikan pada 1 hari perkerjaan mendapatkan harga Rp.13.997,-. Untuk sebulan
berarti perusahaan mengeluarkan uang Rp.349.925,-.
Tabel 5
Perhitungan Manual Material Handling Manusia Sesudah
Perbaikan Tata Letak
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Alat
Angkut
Frekuensi
Ongkos/meter
(Rp)
Jarak
Total
Ongkos
(Rp)
1
Receiving
Area
Pengukuran
Manusia
16
12,501
4,47
894
2
Area
Pengukuran
Area
Pemotongan
24
12,501
3,73
1.119
3
Area
Pemotongan
Area
Penghalusan
24
12,501
3,73
1.119
4
Area
Penghalusan
Area
Pelapisan
38
12,501
3,73
1.772
5
Area
Pelapisan
Area
Perakitan
40
12,501
4
2.000
6
Area
Perakitan
Area Check
42
12,501
3,73
1.958
7
Area Check
Area
Pengemasan
24
12,501
3,73
1.119
8
Area
Pengemasan
Shipping
30
12,501
4,73
1.774
Total
11.756
Firman Maulana Fajri
540 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
Perhitungan ongkos manual material handling manusia di ambil
berdasarkan rumus perhitungan yang sudah ditentukan. Manual material
handling ini juga sebagai acuan awal material handling pada PERUSAHAAN.
Manual material handling untuk ongkos material handling disini menggunakan
tenaga manusia, jumlah upah operator dan dengan dikalikan 3 detik per meter
gerakan.
Upah operator/ hari = Rp.150.000
Upah operator/ detik=
= = Rp.4,167
OMH Manusia = Upah operator x detik per meter
= Rp.4,167 x 3 detik/meter
= Rp.12,501/ meter
Total Ongkos = Frekuensi/hari x Ongkos/m x Jarak antar departemen
= 16 x 12,501 x 4,47
= Rp. 894.
Total ongkos material handling menggunakan manusia pada sebelum
perbaikan pada 1 hari perkerjaan mendapatkan harga Rp.11.756,-. Untuk sebulan
berarti PERUSAHAAN mengeluarkan uang Rp.293.900,-. Terdapat selisih
antara sebelum dan sesudah perbaikan dari ongkos material handling sebesar
Rp.56.025,- atau sebesar 16,01%.
d. Ongkos Perpindahan Material menggunakan Hand Forklift
Ongkos perpindahan material menggunakan hand forklift merupakan alat
angkut untuk memindahkan material ke setiap departemen. Hand forklift mampu
membawa beban lebih dari 150 kg satu kali angkut. Hand forklift juga
memudahkan dan meringankan perpindahan material. Berikut dibawah ini
merupakan tabel ongkos perpindahan material menggunakan hand forklift
sebelum dan sesudah perbaikan.
Tabel 6
Perhitungan Manual Material Handling Hand Forklift Sebelum
Perbaikan Tata Letak
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Alat
Angkut
Frekuensi
Ongkos/meter
(Rp)
Jarak
Total
Ongkos
(Rp)
1
Receiving
Area
Pengukuran
Trolley
16
60,485
4,47
4.326
2
Area
Pengukuran
Area
Pemotongan
24
60,485
3,73
5.415
3
Area
Pemotongan
Area
Penghalusan
24
60,485
3,73
5.415
4
Area
Penghalusan
Area
Pelapisan
38
60,485
3,73
8.573
5
Area
Area
40
60,485
4
9.678
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 541
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Alat
Angkut
Frekuensi
Ongkos/meter
(Rp)
Jarak
Total
Ongkos
(Rp)
Pelapisan
Perakitan
6
Area
Perakitan
Area Check
42
60,485
3,73
9.476
7
Area Check
Area
Pengemasan
24
60,485
11,2
16.258
8
Area
Pengemasan
Shipping
30
60,485
4,73
8.583
Total
67.723
Perhitungan ongkos manual material handling menggunakan hand forklift
di ambil berdasarkan rumus perhitungan yang sudah ditentukan. Manual
material handling ini juga sebagai acuan awal material handling pada
perusahaan. Manual material handling untuk ongkos material handling disini
menggunakan hand forklift, jumlah upah operator dan biaya depresiasi alat
angkut dengan dikalikan 5 detik per meter gerakan.
Biaya Depresiasi =
=
= Rp.0,046/ detik
OMH Hand Forklift = (Upah operator + Biaya depresiasi) x detik per meter
= (Rp.12,501 + Rp.0,046) x 5 detik/ meter
= Rp.60,485/ meter
Total Ongkos = Frekuensi/hari x Ongkos/m x Jarak antar departemen
= 16 x 60,485 x 4,47
= Rp. 4.326,-.
Total ongkos material handling menggunakan hand forklift pada sebelum
perbaikan pada 1 hari perkerjaan mendapatkan harga Rp.67.723,-. Untuk sebulan
berarti perusahaan mengeluarkan uang Rp.1.693.075,-.
Tabel 7
Perhitungan Manual Material Handling Hand Forklift Sesudah
Perbaikan Tata Letak
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Alat
Angkut
Frekuensi
Ongkos/meter
(Rp)
Jarak
Total
Ongkos
(Rp)
1
Receiving
Area
Pengukuran
Trolley
16
60,485
4,47
4.326
2
Area
Pengukuran
Area
Pemotongan
24
60,485
3,73
5.415
3
Area
Pemotongan
Area
Penghalusan
24
60,485
3,73
5.415
4
Area
Penghalusan
Area
Pelapisan
38
60,485
3,73
8.573
Firman Maulana Fajri
542 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
No
Dari
(Departemen)
Ke
(Departemen)
Alat
Angkut
Frekuensi
Ongkos/meter
(Rp)
Jarak
Total
Ongkos
(Rp)
5
Area
Pelapisan
Area
Perakitan
40
60,485
4
9.678
6
Area
Perakitan
Area Check
42
60,485
3,73
9.476
7
Area Check
Area
Pengemasan
24
60,485
3,73
5.415
8
Area
Pengemasan
Shipping
30
60,485
4,73
8.583
Total
67.723
Perhitungan ongkos manual material handling menggunakan hand forklift
di ambil berdasarkan rumus perhitungan yang sudah ditentukan. Manual
material handling ini juga sebagai acuan awal material handling pada
perusahaan. Manual material handling untuk ongkos material handling disini
menggunakan hand forklift, jumlah upah operator dan biaya depresiasi alat
angkut dengan dikalikan 5 detik per meter gerakan.
Biaya Depresiasi =
=
= Rp.0,046/ detik
OMH Hand Forklift = (Upah operator + Biaya depresiasi) x detik per meter
= (Rp.12,501 + Rp.0,046) x 5 detik/ meter
= Rp.60,485/ meter
Total Ongkos = Frekuensi/hari x Ongkos/m x Jarak antar departemen
= 16 x 60,485 x 4,47
= Rp. 4.325,-.
Total ongkos material handling menggunakan hand forklift pada sebelum
perbaikan pada 1 hari perkerjaan mendapatkan harga Rp.56.879,-. Untuk sebulan
berarti perusahaan mengeluarkan uang Rp.1.421.975,-. Terdapat selisih antara
sebelum dan sesudah perbaikan dari ongkos material handling sebesar
Rp.271.100,- atau sebesar 16,02%.
Kesimpulan
Penulis membuat kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut: Usulan perbaikan
tata letak produksi meja lipat menggunakan aliran produksi berbentuk S atau zig zag,
karena keterbatasan tempat area produksi yang memang sudah ditetapkan oleh
perusahaan. Apabila menggunakan aliran produksi yang lain seperti Straight Line, maka
tidak dapat digunakan dengan luas area yang terbatas. Tata letak usulan ini memiliki
perbedaan pada area check menuju area pengemasan, dimana pada tata letak sebelum
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 543
dilakukannya perbaikan jarak antara area check dan area pengemasan itu berjarak 11,20
meter, sesudah dilakukan jarak antara area check dengan area pengemasan menjadi
lebih dekat dengan berjarak 3,73 meter. Selisih antara sebelum dan sesudah perbaikan
tata letak adalah 7,47 meter atau 66,70% yang berarti perusahaan telah memiliki
penataan tata letak yang jauh lebih efisien secara waktu. Jarak perpindahan ini membuat
proses produksi juga semakin cepat dan tentunya hasil produksi pun akan meningkat.
Biaya perpindahan atau ongkos material handling yang terjadi pada perusahaan
mengalami penurunan biaya yang diakibatkan perubahan jarak perpindahan material.
Ongkos material handling menggunakan manusia sebelum dilakukan perbaikan adalah
sebesar Rp.13.997,- dalam satu hari kerja. Dengan 25 hari kerja maka yang didapat
selama 1 bulan adalah Rp.349.925,-. Untuk ongkos material handling menggunakan
manusia setelah dilakukan perbaikan adalah Rp.11.756,- dalam satu hari kerja. Dengan
25 hari kerja maka yang didapat selama 1 bulan adalah Rp.293.025,-. Terdapat selisih
antara sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan untuk ongkos material handling
menggunakan manusia perusahaan mampu menghemat pengeluaran biaya sebesar
Rp.56.025,- atau 16,01%. Ongkos material handling menggunakan alat angkut hand
forklift sebelum dilakukan perbaikan adalah sebesar Rp.67.723,- dalam satu hari kerja.
Dengan 25 hari kerja maka yang didapat selama 1 bulan adalah Rp.1.693.075,-. Untuk
ongkos material handling menggunakan hand forklift setelah dilakukan perbaikan
adalah Rp.56.879,- dalam satu hari kerja. Dengan 25 hari kerja maka yang didapat
selama 1 bulan adalah Rp.1.421.975,-. Terdapat selisih antara sebelum dan sesudah
dilakukan perbaikan untuk ongkos material handling menggunakan hand forklift pada
perusahaan mampu menghemat pengeluaran biaya sebesar Rp.271.100,- atau sebesar
16,02%.
Firman Maulana Fajri
544 Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3, No. 3, Maret 2022
BIBLIOGRAFI
Apple, James M. 1990. Tata Letak Pabrik Dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga.
Bandung : Institut Teknologi Bandung.
Arif, Muhammad. 2016. Bahan Ajar Perancangan Tata Letak Fasilitas. Yogyakarta:
Deepublish.
AZ-ZAHRAH, N. (2021). Perbaikan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Rank Order
Clustering Untuk Meminimasi Jarak Material Handling Dan Mengurangi Risiko
Musculoskeletal Disorders Di Cv. Surya Jaya. Google Scholar
Christie, R. R. L. (2011). Analisis Layout Fasilitas Produksi Pada Departemen
Weaving Di Pt. Sinar Surya Indah Lestari Sukoharjo. Google Scholar
Handayani, D., & Asmungi, A. (2018). PERANCANGAN ULANG TATA LETAK
FASILITAS PRODUKSI PADA UD. MAPAN JAYA. UNIVERSITAS 17
AGUSTUS 1945. Google Scholar
Hermawan, A., & Yusran, H. L. (2017). Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif.
Kencana. Google Scholar
Khair, M. R. M. (2021). Perencanaan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi
Menggunakan Metode Systematic Layout Planning Pada Pabrik Kelapa Sawit di
PT. Asam Jawa. Universitas Medan Area. Google Scholar
Pandji Anoraga. 2010. Ekonomi Islam Kajian Makro dan Mikro. Yogyakarta: PT. Dwi
Chandra Wacana.
Pratiwi, Indah, dkk. 2012. Perancangan Tata Letak Fasilitas di Industri Tahu
Menggunakan Blocplan
Purnianto, A. J. (2018). Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Tahu
Dengan Metode Blocplan (Studi Kasus Pada Cv. Mulya Jaya Permata, Mulyorejo
Kota Malang-Jawa Timur). Universitas Brawijaya. Google Scholar
Resalawati, Ade. 2011. Pengaruh Perkembangan Usaha Kecil Menengah Terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Pada Sektor UKM Indonesia. Jakarta: Fakultas Ekonomi
dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Ruviyana, H. 2011, Perancangan Tata Letak Mesin Pada Lantai Produksi Untuk Produk
Sepatu Ekspor Berdasarkan Area Alocation Diagram (AAD) Di PT. Primarindo
Asia Infrastructure, Tbk, Unikom, Bandung.
Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam
Penelitian Pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan
Pendidikan IPA, 6(1), 4153. Google Scholar
Usulan Perbaikan Tata Letak Produksi Meja Lipat Menggunakan Metode Blocplan
Jurnal Syntax Admiration, Vol. 3 No. 3 Maret 2022 545
Setiyawan, D. T., Quddsiyah, D. H., & Mustaniroh, S. A. (2017). Usulan perbaikan tata
letak fasilitas produksi kedelai goreng dengan metode blocplan dan corelap (studi
kasus pada UKM MMM di Gading Kulon, Malang). Industria: Jurnal Teknologi
Dan Manajemen Agroindustri, 6(1), 5160. Google Scholar
Tompkins, J. A., et al. 2003. “Facilities Planning”. 3rd ed. New Jersey: John Wiley &
Sons, Inc.
Tulus Tambunan. 2012. Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia: Isu-Isu
Penting. Jakarta: LP3ES.
Wignjosoebroto, Sritomo. 2009. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, Edisi
Ketiga, Cetakan Keempat. Jakarta: Guna Widya.
ZAHROK, F. (2021). STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK ALAT DAPUR
DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN (Studi Kasus PT. Gemilang
Logam Ngunut Tulungagung). Google Scholar
Copyright holder:
Firman Maulana Fajri (2022)
First publication right:
Jurnal Syntax Admiration
This article is licensed under: