Jurnal Syntax Admiration

Vol. 1 No. 5 September 2020

p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356

Sosial Teknik

 

PENINGKATAN PEMAHAMAN MATERI BACAAN AL-QUR�AN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ARCHIVE DIVISION

 

Basari

SMK Negeri 1 Jamblang, Indonesia

Email: [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

24 Agustus 2020

Diterima dalam bentuk revisi

Diterima dalam bentuk revisi

 

Dalam belajar Pendidikan Agama Islam di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang pada materi Al-Qur�an, kegiatan pembelajaran ini masih menunjukkan adanya siswa yang masih belum mampu atau bisa membaca Al-Qur�an dengan baik dan benar serta belum mampu memahami isi pokok yang terkandung dalam ajaran Al-Qur�an, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa masih di bawah standar KKM pada semester ganjil tahun pelajaran 2017 / 2018 hanya 24,4 % (10 siswa ) dari 41 siswa yang dinilai sudah memahami mata pelajaran Al-Qur�an dengan nilai� 80, selainnya masih di bawah standar KKM. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon. Waktu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon yang berjumlah 41 siswa. Teknik pengumpulan data dalam �penelitian tindakan kelas ini adalah tes tertulis. Tes tertulis digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan siswa dalam memahami materi �Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�, setelah mengikuti suatu proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti, sehingga diperoleh hasil yang akurat dan dapat digambarkan secara jelas kemampuan siswa dalam menguasai materi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan siswa dalam penerapan teknik STAD pada Materi Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159.� Aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran PAI pada materi Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159 ada peningkatan pada tiap siklusnya , seperti:� Pada siklus I mencapai rata-rata 2,6 (cukup). Pada siklus II mencapai rata-rata 3,8 (baik). Kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran PAI pada materi �Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159,� menunjukkan kategori pada siklus I rata-rata nilai 3 (cukup), dan pada siklus II naik menunjukkan rata-rata nila 4 (baik). Hasil Belajar yang diperoleh siswa pada tiap siklusnya mengalami peningkatan. Hasil awal (Pra test) menunjukkan skor rata-rata: : 59,27. Hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 75,12. Hasil pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 83,41.�����

Kata kunci:

Al-Qur�an; peningkatan pembelajaran dan model pembelajaran



 

Pendahuluan

Al-Qur�an adalah bacaan yang terbaik bagi setiap muslim, karena membaca Al-Qur�an adalah merupakan ibadah yang berpahala. Sekalipun tidak mengetahui artinya. Lagi pula Al-Qur�an adalah wahyu atau firman Allah. Karena itu tidak perlu segan-segan untuk belajarnya, baik belajar membaca, menulis dan mengerti isi kandungan ayat Al-Qur�an secara baik dan benar.

Al-Qur�an merupakan pegangan hidup umat Islam dan sumber hukum pertama yang harus dipelajari oleh setiap umat, begitu pula dengan Hadits Nabi yang merupakan pegangan hidup dan sumber hukum kedua harus pula dipelajari oleh setiap umat Islam. Jika umat Islam berpegang teguh dalam kehidupannya pada Al-Qur�an dan Hadits, maka ia dalam hidupnya tidak akan tersesat baik di dunia maupun di akhirat.

Kenyataan di lapangan, khususnya dalam belajar Pendidikan Agama Islam di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang pada materi Al-Qur�an, kegiatan pembelajaran ini masih menunjukkan adanya siswa yang masih belum mampu atau bisa membaca Al-Qur�an dengan baik dan benar serta belum mampu memahami isi pokok yang terkandung dalam ajaran Al-Qur�an, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa masih di bawah standar KKM pada semester ganjil tahun pelajaran 2017 / 2018 hanya 24,4 % (10 siswa ) dari 41 siswa yang dinilai sudah memahami mata pelajaran Al-Qur�an dengan nilai� 80, selainnya masih di bawah standar KKM.

Pendidikan merupakan upaya manusia untuk memperluas pengetahuan dalam rangka membentuk nilai, sikap dan perilaku. Setiap insan pada dasarnya membutuhkan yang namanya pendidikan, dimana pun dan kapan pun khususnya dalam pembelajaran (Halimah Tussaadiyah, 2017)

Untuk memperbaiki proses pembelajaran tersebut penulis mencoba memperbaiki proses pembelajaran PAI dengan menerapkan Model STAD dengan mengambil materi �Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�.

Belajar akan menghasilkan suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan. Adapun pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik, dengan bahan pelajaran, metode penyampaian, strategi pembelajaran, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar (Pane & Dasopang, 2017). Proses pembelajaran akan berhasil jika seorang guru mampu menerapkan pendekatan, metode, model, dan media pembelajaran yang tepat (Lang & Evans, 2006)

Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum dan sebagainya (Trianto, 2010). Model pembelajaran tersebut mampu menggali potensi yang dimiliki siswa sehingga siswa lebih aktif dan kreatif (Abdul Wakhid, 2016). Dalam pengaplikasiannya menerapkan pada partisipasi serta aktivitas siswa untuk dapat mencari sendiri materi atau informasi pelajaran yang akan dipelajari dengan bahan bahan yang tersedia (Ade Supriatna, 2019).

Model pembelajaran sangatlah beragam, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif, sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar (Isjoni, 2011). Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran (Syaiful Bachri Siregar, 2019).

Fase pembelajaran Kooperatif� menurut (Hamdani, 2011) terdiri dari 6 langkah yaitu: Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa; Fase Menyajikan / menyampaikan informasi; Fase� Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar; Fase Membimbing kelompok bekerja dan belajar;, dan Fase Evaluasi;, serta Fase Memberikan penghargaan.

Model pembelajaran kooperatif terdapat beberapa macam salah satunya adalah Student Teams Achievement Division (STAD). STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang di dalamnya beberapa kepompok kecil dengan level kemampuan akademik yang berbeda-beda saling bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini pertama kali dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya di Johns Hopkins University yang menekankan pada adanya aktifitas dan interaksi antar peserta didik untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal (Miftahul Huda, 2013: 201).

Menurut Isjoni dalam (Taniredja, 2014) tipe STAD yang dikembangkan oleh Slavin ini merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai hasil belajar maksimal. Menurut Slavin tipe STAD merupakan salah satu metode pembelaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunkan pendekatan kooperatif. Disamping itu metode ini juga sangat sangat mudah diadaptasikan dalam matematika, sains, ilmu pengetahuan sosial, bahasa inggris, teknik, dan banyak subjek lainnya dan pada tingkat sekolah menengah sampai perguruan tinggi. Menurut (Shoimin, 68 C.E.) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam proses belajar-mengajar memiliki arti penting. Banyak keuntungan yang dapat diraih dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), antara lain peserta didik bekerjasama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok ; peserta didik aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama; Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok; Interaksi antar peserta didik seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendpat ; Meningkatkan kecakapan individu; Meningkatkan kecakapan kelompok; Tidak bersifat kompetitif;, dan Tidak memiliki rasa dendam.

Selain berbagai kelebihan, menurut (Shoimin, 68 C.E.) model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) ini juga memiliki kelemahan antara lain; Kontribusi dari peserta didik berprestasi rendah menjadi kurang; Peserta didik berprestasi tinggi akan mengarah pada kekecewaan karena peran ��� anggota yang pandai lebih dominan, dan Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk peserta didik sehingga sulit mencapai target kurikulum.

 

Metode Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon. Waktu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon yang berjumlah 41 siswa, hal ini karena diasumsikan karakteristik dan kemampuan dianggap sama, dan peneliti ingin mencari strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Teknik pengumpulan data dalam �penelitian tindakan kelas ini adalah tes tertulis. Tes tertulis digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan siswa dalam memahami materi �Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�, setelah mengikuti suatu proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti, sehingga diperoleh hasil yang akurat dan dapat digambarkan secara jelas kemampuan siswa dalam menguasai materi tersebut.

Hasil penelitian tindakan kelas ini tercapai bila dalam penelitian penguasan materi �Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159� pada siswa kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon pada akhir penelitian ini meningkat hingga mencapai 70 % - 90 %, berarti siswa telah mencapai nilai di atas batas ketuntasan minimal. Langkah-langkah penting dalam penelitian yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) mesti dipahami dengan benar. Keyakinan seorang penelitian tentang babak sisklus yang mesti dilewati sehingga masalah di kelas dapat dipecahkan. Dalam penelitian ini prosedur tindakan mengadopsi prosedur Kemmis dan Mc Taggart dimana tindakan dan observasi dijadikan satu kesatuan (Barnawi & Supardi, 2019). Untuk memeberikan gambaran tentang alur siklus pada setiap tahapnya yaitu:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1. Alur siklus

 

Hasil dan Pembahasan

Kegiatan pembelajaran pada penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari studi pendahuluan, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi kegiatan yang dilaksanakan. Pada awal pembelajaran guru memberikan motivasi dan menuntun siswa untuk mengingat kembali materi yang sudah dan akan dibahas, dan memberikan motivasi kepada siswa agar ikut aktif berperanserta dalam proses belajar, serta menginformasikan tentang kompetensi yang harus dikuasai, dengan menggunakan Model STAD pada mata pelajaran yang akan dilaksanakan. Peneliti mengadakan kolaborasi dengan guru lain dalam menyusun rencana penelitian, yang meliputi: 1) tujuan pembelajaran, 2) kompetensi dan materi pembelajaran, 3) strategi pembelajaran berupa Model pembelajaran, serta sumber belajar dan 4) evaluasi hasil belajar. Hasil siklus pertama observer kinerja guru dan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�, dapat dilihat pada table 1 dan 2 sbb:

Tabel �1

Hasil Observasi Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran Siklus I

 

No

 

Unsur yang diobservasi

 

Penelaian

K

C

B

BS

A

Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar

 

 

 

 

 

1.      Kegiatan Awal

 

 

 

 

a. Mengaitkan materi sekarang dengan

��� yang lalu

 

 

 

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran

 

 

 

c. Memotivasi siswa

 

 

 

2.      Kegiatan Inti

 

 

 

 

a. Mempresentasikan informasi

 

 

 

b. Mengorganisasikan siswa

 

 

 

c. Membimbing siswa

 

 

 

1) Diskusi kelompok

 

 

 

2) Mengajukan pertanyaan

 

 

 

3) Menjawab / menanggapi pertanyaan

 

 

 

4) Menyampaikan ide / pendapat

 

 

 

5) Memperhatikan secara aktif

 

 

 

6) Bekerja dan belajar bersama

 

 

 

d. Memberikan test/ evaluasi

 

 

 

e. Memberikan pengakuan/penghargaan

 

 

 

f. Menggunakan alat peraga

 

 

3.      Kegiatan Akhir

 

 

 

 

a. Membimbing siswa untuk merangkum

 

 

 

b. Memberikan PR sebagai pengayaan

 

 

 

����� c.� Evaluasi

 

 

 

 

���������� 1)� Uji pemahaman konsep

 

 

���������� 2)� Uji pemahaman tokoh

 

 

 

���������� 3)� Uji kemampuan analisis

 

 

���������� 4)� Uji kemampuan argumentasi

 

 

 

���������� 5)� Uji wawasan pengetahuan

 

 

 

B

Suasana Kelas

 

 

 

 

 

1. Siswa antusias

 

 

 

2. Guru antusias

 

 

 

3. Waktu sesuai dengan alokasi

 

 

 

4. KBM sesuai dengan RPP

 

 

 

Jumlah Nilai

2

66

9

 

Rata-rata

77 : 26 = 2,96 = 3

 

Berdasarkan hasil pengamatan dari observer, bahwa bahwa kegiatan pembelajaran PAI pada materi Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159� di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang dengan menerapkan Model STAD, dinilai rata-rata cukup.

Tabel �2

Hasil Observasi Kinerja Siswa dalam Proses Pembelajaran Siklus I

 

No

 

 

Aspek yang diamati

Analisis Hasil dicapai

 

Ket.

1

����������� 2����������� � 2

3

4

5

1

Mengajukan pertanyaan

 

 

 

 

 

2

Menjawab pertanyaan

 

 

 

 

 

3

Menyampaikan pendapat

 

 

 

 

 

4

Memperhatikan secara aktif

 

 

 

 

 

5

Bekerja dan belajar secara aktif

 

 

 

 

 

J u m l a h

12

13:25x100% = 52 %

Rata-rata

13 : 5 =� 2,6 = cukup

 

Dari hasil table di atas dapat disimpulkan bahwa perhatian siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), keberanian, jawaban siswa, kesungguhan dalam mengikuti pelajaran, keseriusan mengerjakan soal ringan dan berat dinilai observer adalah Cukup (C). Pada siklus II dilakukan dengan: a) indentifikasi permasalahan menyangkut bahan pelajaran yang digunakan, setrategi pembelajaran yang biasa digunakan, b). menyajikan materi pembelajaran, c). melakukan pengamatan dengan menggunakan observasi dan pemotretan sebagai evaluasi pembelajaran. Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dalam table berikut ini:

 

Tabel �3

Hasil Observasi Kinerja Siswa dalam Pembelajaran Siklus II

 

No

 

 

Aspek yang diamati

Analisis Hasil dicapai

 

Ket.

1

2

3

4

5

1

Mengajukan pertanyaan/masalah

 

 

 

 

 

2

Menjawab pertanyaan

 

 

 

 

 

3

Menyampaikan pendapat

 

 

 

 

 

4

Memperhatikan secara aktif

 

 

 

 

 

5

Bekerja dan belajar secara aktif

 

 

 

 

 

J u m l a h

20

19:25x100%=� 76 %

Rata-rata

19 : 5 = 3,8 = Baik Sekali

Dari hasil table di atas dapat disimpulkan bahwa perhatian siswa dalam KBM, keberanian, jawaban siswa, kesungguhan dalam mengikuti pelajaran, keseriusan mengerjakan soal ringan dan berat dinilai observer baik (B) kesanggupan, jawaban dan keberanian siswa dinilai sangat baik (B). Untuk mengetahui kinerja guru dalam proses pembelajaran PAI pada materi �Bacaan AL-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�, SIklus II di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 4

Hasil Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran Siklus II

 

No

 

Unsur yang diobservasi

 

Penelaian

K

C

B

BS

A

Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar

 

 

 

 

 

1.      Kegiatan Awal

 

 

 

 

a. Mengaitkan materi sekarang dengan yang lalu

 

 

 

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran

 

 

 

c. Memotivasi siswa

 

 

 

2.      Kegiatan Inti

 

 

 

 

a. Mempresentasikan informasi

 

 

 

b. Mengorganisasikan siswa

 

 

 

c. Membimbing siswa

 

 

 

1) Diskusi kelompok

 

 

 

2) Mengajukan pertanyaan

 

 

 

3) Menjawab / menanggapi pertanyaan

 

 

 

4) Menyampaikan ide / pendapat

 

 

 

5) Memperhatikan secara aktif

 

 

 

6) Bekerja dan belajar bersama

 

 

 

d. Memberikan test/ evaluasi

 

 

 

e. Memberikan pengakuan/penghargaan

 

 

 

f. Menggunakan alat peraga

 

 

 

3.      Kegiatan Akhir

 

 

 

 

a. Membimbing siswa untuk merangkum

 

 

 

b. Memberikan PR sebagai pengayaan

 

 

 

����� c.� Evaluasi

 

 

 

 

���������� 1)� Uji pemahaman konsep

 

 

 

���������� 2)� Uji pemahaman tokoh

 

 

 

���������� 3)� Uji kemampuan analisis

 

 

 

���������� 4)� Uji kemampuan argumentasi

 

 

 

���������� 5)� Uji wawasan pengetahuan

 

 

 

B

Suasana Kelas

 

 

 

 

 

1. Siswa antusias

 

 

 

2. Guru antusias

 

 

 

3. Waktu sesuai dengan alokasi

 

 

 

4. KBM sesuai dengan RPP

 

 

 

J u m l a h

 

 

19

7

Rata-rata

111 : 26 = 4,26 = 4

Berdasarkan hasil pengamatan dari observer, bahwa kegiatan pembelajaran PAI pada materi Bacaan AL-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�,� di Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang dengan menerapkan Model STAD pada siklus II , dinilai rata-rata baik. Dari hasil belajar siswa Kelas XII TKJ 3 SMKN 1 Jamblang pada awal, siklus I dan II dengan menggunakan Model STAD� diperoleh hasil prestasi sebagai berikut:

Tabel 5

Hasil Evaluasi Belajar Siswa pada Tiap Siklus�

No.

Nama Siswa

L/P

Nilai

Awal

Siklus I

Siklus II

1

AGUNG MIFTAH FARIED

L

60

85

95

2.

ALFIANTI

P

80

80

85

3.

ANDRE ERAWAN

L

60

80

80

4.

ANGGI ABIMANYU R.

P

50

65

80

5.

ARYANTI

P

80

85

90

6.

ATIKA

P

40

60

80

7.

AYUNDARI

P

80

85

90

8.

BAYU AZREL M.

L

60

80

85

9.

BELLA PERMATASARI

P

80

85

90

10.

CICI IRYANTI

P

40

65

80

11.

EGGY SYAMSUDDIN

L

40

70

80

12.

EGI PURNOMO

L

60

80

85

13.

EKA SUGIANTORO

P

70

80

85

14.

FATIMAH MELATI H.

P

60

80

80

15.

HELMY MUHAMMAD

L

80

85

90

16.

IIN DARMINI

P

40

65

80

17.

IKHWAN FAUZI

L

50

60

80

18.

IKMA

P

60

80

85

19.

INDI ATIKA

P

60

80

85

20.

JEPA ALDA

L

60

80

80

21.

JOE SETYONINGRUM

P

40

65

80

22.

MELAN SAPUTRI

P

60

80

80

23.

MUKHAMAD NURSUBA

L

50

70

80

24.

NANDA FADILLAH

P

80

85

90

25.

NANDA RIFADILAH

L

80

85

95

26.

NIDA NAFILA RAHMI

P

60

80

85

27

NURAELIA

P

50

65

80

28

PATRICIA TERREZA

P

60

80

80

29

RAHMANINGSIH

P

50

70

80

30

REVINA NOVIANTI

P

60

80

80

31

RIDHO PRAYUDIS

L

40

65

80

32

RISKA

P

50

60

80

33

RISKHA AYUNINGTYAS

P

50

70

80

34

ROSIAH

P

80

85

90

35

SEPTI WAHYUNI

P

80

85

90

36

SINDY FADILA

P

60

80

80

37

SRI DEVA PUSPITA SARI

P

50

70

80

38

SRI DEWI

P

50

60

80

39

SRI SINTIA

P

60

75

85

40

SUNARYATI

P

50

70

80

41

SURYA ANTONO

L

60

70

80

JUMLAH

2430

3080

3420

RATA � RATA

59,27

75,12

83,41

 

Tingkat pencapaian penguasaan materi Bacaan AL-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159� pada Awal mencapai rata-rata 59,27, pada Siklus I meningkat mencapai rata-rata 75,12, dan pada Siklus II terjadi peningkat yang ciukup signifikan yaitu mencapai rata-rata 83,41.

Tabel �6

�Nilai Evaluasi Belajar Siswa Secara Kelompok pada Siklus I dan II

 

No

 

Nama Kelompok

Nilai Evaluasi

 

Keterangan

Siklus I

Siklus II

1

A

80

90

Naik

2

B

70

80

Naik

3

C

80

90

Naik

4

D

80

90

Naik

5

E

70

85

Naik

6

F

70

85

Naik

7

G

80

90

Naik

8

H

80

90

Naik

9

I

70

80

Naik

Rata-rata

75,5

86,7

 

 

Hasil evaluasi dari kerja kelompok dalam pembahasan materi Bacaan AL-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159� pada siklus I memperoleh rata-rata 75,5 dan pada siklus II naik menjadi 86,7. Dari data hasil pembahasan secara kuantitatif terhadap hasil pretest dan post test siswa dalam belajar Pendidikan Agama Islam pada materi Bacaan AL-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159�� yaitu:

1.    Hasil awal menunjukkan skor rata-rata: 59,27.����

2.    Hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 75,12.�����

3.    Hasil pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 83,41.������

Dengan demikian, meningkatnya nilai dari hasil evaluasi pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Bacaan AL-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159� pada tiap siklusnya, berarti pemahaman siswa Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang pada materi tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat melalui diagram grafik sebagai berikut.

 

Gambar 3

Diagram Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Kelas XII TKJ 3 SMK Negeri 1 Jamblang pada Mata Pelajaran PAI

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data pada Siklus I dan Siklus II dapat disimpulkan terjadi perubahan kemampuan siswa yang meningkat dalam penerapan teknik STAD dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Materi Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159. Aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran PAI pada materi Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159 ada peningkatan pada tiap siklusnya, seperti:� Pada siklus I mencapai rata-rata 2,6 (cukup). Pada siklus II mencapai rata-rata 3,8 (baik). Kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran PAI pada materi �Bacaan Al-Qur�an Surah Ali Imran ayat 190-191 dan ayat 159, menunjukkan kategori pada siklus I rata-rata nilai 3 (cukup), dan pada siklus II naik menunjukkan rata-rata nila 4 (baik). Hasil Belajar yang diperoleh siswa pada tiap siklusnya mengalami peningkatan. Hasil awal (Pra test) menunjukkan skor rata-rata: : 59,27. Hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 75,12. Hasil pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 83,41.��� �


Bibliografi

 

abdul Wakhid. (2016). Pengaruh Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Pendidikan, 1. http://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/37/58

 

Ade Supriatna. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dasar Dan Pengukuran Listrik Siswa Kelas X Titl-1 SMK Negeri 3 Kuningan. Pendidikan, 4. http://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/826/1173

 

Barnawi & Supardi. (2019). Cara Praktis Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Cirebon: Pustaka Bunga Bangsa.

 

Halimah Tussaadiyah. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar. Pendidikan, 2.

 

Hamdani, S. B. M. (2011). Bandung: CV. Pustaka Setia.

 

Isjoni, H. (2011). Cooperative Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok. Bandung: Alfabeta.

 

Lang & Evans. (2006). Proses pembelajaran akan berhasil jika seorang guru mampu menerapkan pendekatan, metode, model, dan media pembelajaran yang tepat. Pendidikan.

 

Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333�352.

 

Shoimin, A. (68 C.E.). model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 210.

 

Syaiful Bachri Siregar. (2019). Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas Xii Mipa 5 Sma Negeri 17 Bandung. Pendidikan, 4. http://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/716/1093

 

Taniredja, T. (2014). Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung Alfabeta.

 

Trianto, M. P. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan dan Implementasinya pada kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.