Penerapan Activity Based Costing dalam Menentukan Harga Pokok Sewa Armada pada PT. Andalas Jaya Abadi Ekspres (Perusahaan Armada Logistik)

Main Article Content

Ratna Puspa Pertiwi
Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Indonesia

Persaingan perekonomian di Indonesia semakin ketat yang dipengaruhi oleh adanya arus globalisasi seiring dengan tingginya mobilitas penduduk, arus lalu lintas uang, barang dan jasa serta semakin meningkatnya sektor bisnis. Di era globalisasi dan perdagangan bebas, perusahaan ekspedisi memiliki peranan dalam pendistribusian barang. Pada penelitian ini terjaadinya undercosting pada perhitungan harga pokok sewa armada dan terjadinya laba tidak relevan setiap periodenya. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan harga pokok sewa yang relevan yaitu metode Activity Based Costing (ABC). Pengambilan data dengan pengamatan secara langsung di bagian keuangan PT Andalas Jaya Abadi Ekspres. Adapun hasil yang didapatkan dari pengolahan data yaitu dengan menggunakan metode ABC dalam perhitungan harga pokok sewa armada pada PT Andalas Jaya Abadi Ekspres, harga pokok sewa semua armada untuk ke daerah palembang mengalami overcosting pada daerah palembang sebesar Rp 12,825,827 dengan selisih sebesar Rp 2,036,513. Sedangkan pada daerah Pekanbaru undercosting sebesar Rp 20,193.939 dengan selisih sebesar Rp 3,549,360 dan pada daerah Padang juga mengalami overcosting sebesar Rp 18,600,838 dengan selisih sebesar Rp 3,061,522 dan yang terakhir untuk daerah Medan mengalami undercosting juga sebesar Rp 24,292,536 dengan selisih sebesar Rp 4,101,062. Semua rute daerah mengalami undercosting karena semua overhead dan semua pemicu biaya dibebankan dalam perhitungan HPP menggunakan metode Activity Based Costing sedangkan pada metode sebelumnya tidak semua pemicu biaya dibebankan dalam penentuan harga pokok sewa armada pada PT Andalas Jaya Abadi Ekspres.


Keywords: Penetapan biaya berdasarkan aktivitas, overcosting, undercosting, laba yang relevan