Pemberdayaan Perempuan Pesisir Sebagai Poros Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Kapetakan Kabupaten Cirebon: Membangun Kesetaraan, Kesejahteraan, dan Keseimbangan Lingkungan

Main Article Content

Rexy Nakula Urbaningrum
Politeknik Siber Cerdika Internasional, Indonesia

This study aims to explore the dynamics of coastal women's empowerment in Kapetakan Village, Cirebon Regency, using a qualitative observational approach. In the context of coastal women’s empowerment, it is often overlooked that the potential of local women in managing natural resources sustainably can have a significant impact on both economic and social aspects. This research focuses on the factors that influence the empowerment of coastal women, including their skills, access to resources, and involvement in community decision-making. Through direct observation, in-depth interviews, and documentation, the findings reveal that women's empowerment in this village is driven by initiatives based on local wisdom and collaboration with local community groups as well as the government. Nevertheless, challenges related to patriarchal cultural patterns and limited access to education and technology remain the main obstacles. This study proposes the importance of the involvement of both government and non-governmental organizations to address these challenges through more inclusive programs.


Keywords: coastal women empowerment, sustainable development, local wisdom
Pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Kapetakan memiliki tantangan yang kompleks namun juga menawarkan peluang yang besar. Dengan adanya upaya-upaya strategis dalam meningkatkan pendidikan, akses pelatihan, serta perubahan sosial yang mendukung kesetaraan gender, perempuan pesisir dapat menjadi kekuatan yang lebih besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di desa mereka. Melalui kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga-lembaga terkait, pemberdayaan perempuan pesisir dapat menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan inklusif.