Peningkatan Kedisiplinan Melalui Konseling Kelompok Behavioristik dengan Teknik Aversion Therapy pada Siswa Kelas IX-F SMP Negeri 1 Semanu

Main Article Content

Kuswoyo Kuswoyo
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia
Nurul Hidayah
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia
Ahmad Muhammad Diponegoro
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena menurunnya tingkat kedisiplinan siswa kelas IXF SMPN 1 Semanu semester gasal tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan siswa melalui konseling kelompok behavioristik dengan teknik aversion therapy. Subyek penelitian siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Semanu dengan jumlah 8 siswa. Penelitian dilakukan berdasarkan metode penelitian tindakan kelas (Class Action Reasearch).  Pelaksanaan penelitian ini menerapkan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah observasi kedisiplinan siswa pra siklus, siklus I dan siklus II serta observasi keaktifan siswa. Hipotesis penelitian yaitu konseling kelompok behavioristik dengan teknik aversion therapy dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Data penelitian menyimpulkan keaktifan siswa pada aspek menyimak secara aktif sebesar 93% kategori sangat baik. Aspek mengajukan pertanyaan sebesar 85% kategori sangat baik. Aspek menjawab pertanyaan sebesar 88% kategori sangat baik. Aspek menghargai orang lain sebesar 85% kategori sangat baik. Aspek mengemukakan pendapat sebesar 83% kategori sangat baik. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 1-2 sebanyak 1 kali atau 2%. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 3-4 sebanyak 0%. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 5-6 sebanyak 1 kali atau 2%. Frekuensi siswa meninggalkan kelas jam ke 7 sebanyak 1 kali atau 2 %. Rata-rata persentase frekuensi siswa membolos pada siklus I sebesar 30% dan pada siklus II sebesar 6% atau terjadi penurunan sebesar 24%. Kedisiplinan siswa pada siklus I 70% kategori sedang dan pada siklus II 94% kategori sangat tinggi, meningkat sebesar 24%. Jadi konseling kelompok behavioristik dengan teknik aversion therapy dapat meningkatkan kedisiplinan siswa


Keywords: aversion therapy, kedisiplinan, perilaku membolos, konseling kelompok behavioristik